RADAR BOGOR - Persediaan daging meningkat di Hari Raya Idul Adha? Simpan daging kurban di kulkas jangan asal-asalan!
Sebab cara menyimpan daging kurban di kulkas ternyata bisa mempengaruhi kualitasnya. Dilansir dari YouTube Dishanpan Prov Jateng, beberapa jenis mikroorganisme dapat berkembang pada daging mentah jika penyimpanannya tidak tepat.
Sebut saja Salmonella yang merupakan bakteri penyebab penyakit tifus, hingga E. coli yang dapat menyebabkan infeksi serius pada usus.
Faktanya, pertumbuhan bakteri-bakteri tersebut dapat dicegah dengan menyimpan daging mentah pada suhu yang tepat. Berikut ini 7 tips aman menyimpan daging di kulkas yang perlu kamu ketahui.
Baca Juga: Idul Adha 2026, Pemkab Bogor Ajak Warga Kurangi Sampah Plastik saat Pembagian Daging Kurban
1. Hindari Mencuci Daging Sebelum Masuk Kulkas
Mencuci daging justru akan menambah kandungan air pada daging sehingga mengakibatkan daging cepat membusuk.
Selain itu, pencucian juga dapat membuat daging rentan terkontaminasi bakteri yang bersumber dari air mentah. Jadi, sebaiknya langsung simpan daging tanpa dicuci terlebih dahulu.
2. Potong Sesuai Takaran Konsumsi Keluarga
Baca Juga: Warga Tak Disarankan Bungkus Daging Kurban Pakai Plastik Hitam, Ini Penjelasan DKPP Kota Bogor
Potong daging menjadi ukuran yang lebih kecil dan bagi menjadi beberapa bagian sesuai kebutuhan konsumsi keluarga.
Hal ini bertujuan agar daging mudah dicairkan dan juga untuk mengurangi kontak dengan daging lain yang mungkin telah terkontaminasi bakteri.
3. Bungkus Daging dengan Rapat
Gunakan plastik kedap udara atau toples untuk membungkus daging. Semakin rapat pembungkus daging, semakin terjaga pula kualitasnya. Pastikan tidak ada celah udara yang masuk ke dalam bungkusan agar daging terhindar dari kontaminasi.
4. Segera Masukkan ke Dalam Kulkas
Daging mentah sebaiknya tidak disimpan lebih dari 2 jam dalam suhu ruangan karena suhu sangat mempengaruhi pertumbuhan bakteri. Idealnya, jangan langsung menyimpan daging di freezer.
Masukkan dulu ke bagian chiller yang bersuhu sekitar 4 derajat Celsius agar daging tidak mengalami perubahan suhu yang drastis, karena perubahan suhu mendadak dapat merusak kualitas daging.
5. Perhatikan Suhu Kulkas
Suhu freezer yang tepat untuk mengawetkan daging adalah di bawah 0 derajat Celsius atau sekitar -18 derajat Celsius.
Suhu tersebut memang tidak membunuh bakteri, namun dapat memperlambat pertumbuhannya.
Perlu diingat, bukan berarti kamu bebas menyimpan daging dalam freezer terlalu lama ya.
Penyimpanan yang terlampau lama dapat mempengaruhi kualitas daging, seperti rasa yang berubah atau tingkat keempukannya yang berkurang.
6. Terapkan Prinsip First In First Out (FIFO)
Daging yang pertama masuk ke dalam freezer adalah daging yang pertama dikeluarkan untuk digunakan.
Bila perlu, cantumkan hari dan tanggal pembelian pada tiap bungkus daging sehingga kamu tidak melewatkan batas akhir penggunaannya.
7. Cairkan Daging dengan Cara yang Benar
Jika hendak mencairkan daging, pindahkan ke bagian lemari es yang suhunya lebih rendah dan letakkan di rak agar daging mencair secara perlahan tanpa kehilangan suhu dinginnya.
Jangan cairkan daging di suhu ruangan karena daging yang bersentuhan dengan udara luar akan mulai bereaksi terhadap bakteri.
Yang tidak kalah penting, jangan memasukkan daging kembali ke kulkas setelah dikeluarkan.
Perubahan suhu yang sering dapat memicu pertumbuhan bakteri. Mencairkan daging dan membekukannya kembali dapat menjadikannya sarang bakteri sekaligus merusak kualitasnya.
Jadi, pastikan hanya mengeluarkan daging dari freezer jika memang akan segera diolah.
Ketujuh cara menyimpan daging di atas akan terasa lebih ringan jika sudah menjadi kebiasaan sehari-hari.
Dengan memberikan perhatian lebih pada hal-hal sederhana seperti ini, kesehatan keluarga pun akan lebih terjaga melalui konsumsi pangan yang aman dan berkualitas.***
Editor : Eli Kustiyawati