Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Cara Menyimpan Daging Kurban dan Jeroan agar Tetap Awet dan Aman, Ini Tips dari Ahli IPB University

Yosep Awaludin • Rabu, 27 Mei 2026 | 10:40 WIB
Ilustrasi daging kurban
Ilustrasi daging kurban

RADAR BOGOR – Momen Idul Adha identik dengan melimpahnya daging kurban yang diterima masyarakat.

Namun, tidak sedikit warga yang masih kurang tepat dalam menyimpan daging kurban maupun jeroan sehingga berisiko menurunkan kualitas dan keamanan pangan.

Dosen Divisi Teknologi Hasil Ternak, Departemen Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan Fakultas Peternakan IPB University, Dr Tuti Suryati, membagikan sejumlah tips penting agar daging kurban tetap segar, higienis, dan aman dikonsumsi meski disimpan dalam waktu tertentu.

Menurut Dr Tuti, penanganan awal setelah menerima daging kurban menjadi tahap yang sangat menentukan kualitas daging sebelum dimasak ataupun disimpan.

“Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah memisahkan antara daging dan jeroan sebelum proses penyimpanan atau pengolahan,” jelasnya.

Ia menerangkan, daging dan jeroan sebaiknya dicuci menggunakan air bersih, terutama jika masih terdapat sisa kotoran seperti tanah, pasir, rumput, atau kerikil yang menempel.

Baca Juga: Ada Daging Kurban, Yuk Buat Rica-Rica Daging Kambing Tanpa Santan, Cukup Pakai 8 Bahan Bumbu Medok dan Empuk Meski Tanpa Presto

Setelah dibersihkan, daging perlu ditiriskan hingga permukaannya benar-benar tidak lagi mengeluarkan air.

Tahapan ini penting agar kualitas daging tetap terjaga saat dimasukkan ke dalam freezer maupun kulkas.

Dr Tuti menyarankan agar daging dikemas sesuai kebutuhan konsumsi, misalnya dalam ukuran 250 gram atau 500 gram per kemasan.

Penggunaan plastik bening yang bersih dan tidak berbau juga dianjurkan untuk menjaga kualitas daging selama penyimpanan.

Sementara itu, untuk jeroan, ia menyebut sebaiknya dimasak terlebih dahulu apabila ingin disimpan dalam kondisi beku.

“Jeroan lebih baik diolah lebih dulu sebelum dibekukan agar kualitas dan keamanannya lebih terjaga saat akan dikonsumsi kembali,” ujarnya.

Ia menambahkan, daging kurban dapat langsung dimasak atau disimpan di dalam kulkas dan freezer tergantung kebutuhan.

Namun, penyimpanan dalam freezer lebih dianjurkan untuk menjaga daya tahan daging lebih lama.

Menurutnya, penyimpanan daging dalam freezer juga sebaiknya dilakukan berdasarkan porsi sekali masak untuk memudahkan penggunaan dan menghindari proses pembekuan ulang.

Selain cara penyimpanan, Dr Tuti juga menyoroti pentingnya proses thawing atau pencairan daging beku sebelum diolah.

Baca Juga: Momen Idul Adha Malah Bad Mood karena Pakaian Terkena Noda saat Makan Sate Daging Kurban, Ini Cara Hilangkan Bercak Kecap di Baju, Hanya Butuh 2 Alat

Ia menjelaskan bahwa thawing yang benar dapat dilakukan di dalam kulkas secara bertahap.

Cara lain yang dapat dilakukan yakni dengan merendam daging kurban beku dalam air dingin tanpa membuka kemasannya, menggunakan papan besi higienis khusus, atau memanfaatkan microwave.

Dr Tuti mengingatkan masyarakat agar tidak mencairkan daging beku di suhu ruang dalam kondisi terbuka karena dapat memicu pertumbuhan bakteri.

“Daging yang sudah dicairkan juga tidak dianjurkan untuk dibekukan kembali karena dapat memengaruhi kualitas dan keamanan pangan,” pungkasnya. (***)

Editor : Yosep Awaludin
#menyimpan daging #idul adha #daging kurban