Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Sambal Inong, Olahan Menggugah Selera Buatan Mahasiswa Fakultas Hukum Unpak Bogor

Muhammad Ruri Ariatullah • Kamis, 28 Mei 2026 | 11:40 WIB
Sambal Inong ciptaan mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Pakuan Bogor. (Foto : Dok pribadi for Radar Bogor) 
Sambal Inong ciptaan mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Pakuan Bogor. (Foto : Dok pribadi for Radar Bogor) 

RADAR BOGOR - Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Pakuan (FH Unpak) Bogor, membuat inovasi usaha kuliner bertajuk Sambal Inong,.

Sambal Inong yang merupakan kuliner berbasis rempah lokal tersebut, berhasil lolos dalam Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) 2026 yang diselenggarakan oleh Kemendiktisaintek. 

Program nasional ini dikenal sebagai salah satu skema kompetitif yang mendorong lahirnya startup dan usaha mahasiswa berbasis inovasi, keberlanjutan, dan dampak sosial ekonomi.

Othsme Cloudia Martahan Silaban, bersama timnya berhasil mengembangkan produk sambal khas berbahan andaliman, rempah autentik asal Sumatera Utara yang memiliki karakter rasa unik dan khas.

Produk tersebut dikembangkan tidak hanya sebagai makanan konsumtif, tetapi juga sebagai bagian dari penguatan identitas budaya lokal yang dikemas dengan pendekatan modern dan berorientasi pasar.

Melalui konsep tersebut, tim mahasiswa berhasil menghadirkan perpaduan antara pelestarian budaya kuliner Nusantara dengan strategi bisnis kreatif berbasis digitalisasi pemasaran dan penguatan UMKM lokal.

Baca Juga: Meta Resmi Luncurkan Facebook, Instagram, dan WhatsApp Berbayar, Ini Daftar Fitur Eksklusifnya

Inovasi ini dinilai memiliki keunggulan karena mampu mengangkat potensi daerah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi sekaligus daya saing di tengah industri makanan modern.

Ia menyampaikan bahwa keberhasilan tersebut menjadi pengalaman berharga sekaligus motivasi untuk terus mengembangkan inovasi usaha berbasis budaya lokal.

Menurutnya, lahirnya Sambal Inong berangkat dari keinginan untuk memperkenalkan cita rasa khas Batak kepada masyarakat luas melalui produk yang modern, praktis, dan dapat diterima lintas generasi.

“Kami ingin menunjukkan bahwa budaya lokal memiliki potensi ekonomi yang besar apabila dikembangkan dengan inovasi dan kreativitas," ujar Cloudia.

Sambal Inong bukan hanya tentang produk makanan, tetapi juga tentang bagaimana kekayaan rempah Nusantara dapat menjadi identitas sekaligus peluang usaha bagi generasi muda.

Ia juga menambahkan bahwa proses mengikuti P2MW memberikan pengalaman penting bagi mahasiswa dalam membangun mental kewirausahaan, kerja tim, hingga kemampuan menyusun strategi bisnis yang berkelanjutan.

“Kami berharap Sambal Inong dapat terus berkembang dan menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya agar berani menciptakan inovasi serta memanfaatkan potensi lokal menjadi karya yang memiliki nilai manfaat bagi masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, dosen pembimbing, Mustika Mega Wijaya menuturkan bahwa capaian tersebut menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa hukum memiliki ruang yang luas untuk berkembang, tidak hanya dalam bidang akademik dan profesi hukum, tetapi juga pada sektor inovasi dan kewirausahaan.

Menurutnya, pendidikan hukum di era modern harus mampu melahirkan lulusan yang multidimensional, memiliki kemampuan berpikir kritis, adaptif terhadap perubahan, serta mampu menciptakan solusi dan peluang di tengah dinamika masyarakat.

Baca Juga: Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp75 Ribu saat Idul Adha 2026, Bawang dan Minyak Goreng Ikut Naik

“Keberhasilan ini menunjukkan bahwa mahasiswa hukum tidak hanya memahami aspek normatif, tetapi juga mampu membaca kebutuhan sosial dan ekonomi masyarakat melalui inovasi yang kreatif. Fakultas Hukum harus menjadi ruang lahirnya generasi yang progresif, inovatif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Mega-sapaan karibnya-menambahkan keberhasilan Sambal Inong sekaligus menjadi wajah baru mahasiswa hukum yang tidak lagi dibatasi oleh stigma konvensional.

Di tengah perkembangan ekonomi kreatif dan transformasi digital, mahasiswa dituntut memiliki keberanian untuk menciptakan gagasan baru yang produktif, bernilai sosial, dan berkelanjutan.

“Civitas Fakultas Hukum Universitas Pakuan berharap capaian ini dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan potensi, membangun inovasi, dan menghadirkan karya yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu memberikan dampak ekonomi dan sosial bagi masyarakat luas,”tukasnya. (rur)

Editor : Yosep Awaludin
#Sambal Inong #Universitas Pakuan #kuliner #inovasi