RADAR BOGOR - Di tengah kawasan Gading, Ngrame, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur berdiri sebuah warung makan yang tampak sederhana dari luar.
Namun siapa sangka, tempat yang dikenal sebagai Warung Ngrame 1 itu justru menjadi destinasi kuliner favorit warga lokal hingga wisatawan dari berbagai daerah.
Setiap hari, warung ini nyaris tak pernah sepi pengunjung.
Area parkirnya yang luas bahkan mampu menampung rombongan kendaraan besar seperti bus pariwisata.
Tak heran jika Warung Ngrame menjadi salah satu tujuan wajib bagi pecinta kuliner khas Mojokerto.
Begitu memasuki area warung, pengunjung langsung disambut deretan menu tradisional yang menggugah selera.
Mulai dari sate komo, rawon, sop buntut, empal, pecel, asem-asem bandeng hingga aneka olahan jeroan sapi tersedia lengkap.
Bertahan Lebih dari Empat Dekade, Berawal dari Jualan Rujak Keliling
Di balik kesuksesan Warung Ngrame, terdapat sosok Rumani, pemilik sekaligus generasi perintis usaha tersebut.
Rumani menceritakan, usaha kuliner yang dirintisnya telah berjalan selama lebih dari 40 tahun.
Sebelum memiliki warung makan sebesar sekarang, dirinya memulai usaha dari berjualan rujak sederhana.
"Perjalanannya panjang," ucap Rumani.
Perjalanan panjang itulah yang kemudian mengantarkan Warung Ngrame menjadi salah satu ikon kuliner legendaris di Mojokerto.
Hingga kini, Rumani masih aktif mengawasi proses produksi makanan yang disajikan kepada pelanggan setiap hari.
Rahasia Sate Komo yang Bikin Pelanggan Rela Antre
Salah satu menu paling diburu di Warung Ngrame adalah sate komo.
Berbeda dengan sate pada umumnya, sate komo di tempat ini menggunakan bagian daging sapi pilihan yang dikenal dengan sebutan "lulur".
Baca Juga: BPNT Tahap 2 Juni 2026 Cair di KKS Bank BNI, Berbagai Daerah Laporkan Saldo Masuk Rp600.000
Bagian tersebut dipercaya memiliki tekstur lebih empuk dibanding potongan daging lainnya.
Sebelum diolah, daging dipukul terlebih dahulu agar semakin lunak, kemudian dibumbui dan dimarinasi hingga cita rasanya meresap sempurna.
Proses pengolahan dilakukan secara tradisional dengan melibatkan banyak tenaga kerja yang telah berpengalaman.
Tak heran jika hasil akhirnya menghasilkan tekstur daging yang lembut dan mudah dikunyah.
Selain sate komo sapi, tersedia pula sate komo ayam yang menjadi alternatif bagi pelanggan yang menginginkan cita rasa berbeda.
Dapur Raksasa yang Mengolah Dua Ekor Sapi Setiap Hari
Kesibukan dapur Warung Ngrame menjadi pemandangan menarik tersendiri. Berbagai bagian sapi seperti paru, babat, usus, lidah hingga buntut diproses setiap hari dalam jumlah besar.
Untuk menghasilkan cita rasa maksimal, babat direbus selama sekitar empat jam sebelum diolah lebih lanjut.
Sementara berbagai jenis jeroan lainnya dibersihkan secara teliti agar menghasilkan rasa yang bersih tanpa aroma yang mengganggu.
Baca Juga: 5 Pusat Belanja Fashion Murah di Bogor dengan Produk Bermerk, Model Kekinian, Kualitas Grade A
Dalam sehari, dapur Warung Ngrame mampu mengolah hingga dua ekor sapi untuk memenuhi kebutuhan pelanggan.
Saat akhir pekan maupun musim liburan, jumlah tersebut bisa meningkat karena tingginya permintaan.
Sop Buntut dan Rawon Jadi Primadona Pengunjung
Selain sate komo, sop buntut menjadi salah satu menu unggulan yang paling sering dipesan pelanggan.
Kuah bening yang kaya kaldu menjadi daya tarik utama.
"Enak banget semua menu di sini," ucap Anjarwo (41) salah satu pelanggan.
Meski tampil sederhana, rasa gurih yang dihasilkan mampu memberikan sensasi hangat dan segar dalam setiap suapan.
Potongan buntut sapi yang besar dan empuk semakin menambah kenikmatan menu ini.
Tidak sedikit pelanggan yang menjadikan sop buntut sebagai menu wajib setiap kali berkunjung.
Di sisi lain, rawon khas Mojokerto juga tak kalah populer.
Kuah hitam pekat dari kluwek menghasilkan rasa gurih yang kuat namun tetap seimbang. Perpaduan aroma rempah dan kaldu sapi menciptakan karakter rasa yang khas dan sulit ditemukan di tempat lain.
Menu rawon bahkan dapat dipadukan dengan sate komo maupun empal, sehingga menghadirkan pengalaman kuliner yang lebih lengkap.
Harga Ramah Kantong, Buka Setiap Hari Sejak Subuh
Salah satu alasan Warung Ngrame selalu ramai adalah harga menu yang relatif terjangkau.
Pengunjung dapat menikmati berbagai hidangan mulai dari kisaran Rp13.000.
Sementara menu premium seperti sop buntut dibanderol sekitar Rp51.000 untuk makan di tempat.
Warung ini juga melayani pembelian lauk dan sayur secara terpisah sehingga pelanggan memiliki banyak pilihan sesuai kebutuhan.
Menariknya lagi, Warung Ngrame 1 buka setiap hari mulai pukul 05.00 hingga 21.00 WIB.
Warung hanya tutup saat bulan Ramadan, sementara pada hari-hari besar termasuk libur nasional tetap melayani pelanggan seperti biasa.
Kuliner Legendaris Mojokerto yang Wajib Dicoba
Perpaduan resep turun-temurun, bahan baku berkualitas, serta proses memasak tradisional menjadi alasan mengapa Warung Ngrame mampu bertahan selama puluhan tahun.
Sate komo berbahan daging lulur, rawon khas Mojokerto yang kaya rempah, hingga sop buntut berkuah bening menjadi bukti bahwa kuliner tradisional masih memiliki tempat istimewa di hati masyarakat.
Bagi pencinta wisata kuliner yang berkunjung ke Mojokerto, Warung Ngrame layak masuk dalam daftar destinasi wajib.
Selain menawarkan cita rasa autentik, tempat ini juga menghadirkan pengalaman menikmati masakan rumahan khas Jawa Timur yang sulit dilupakan. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim