Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Pengen Merasakan Liburan Berbeda di Jogja? Coba 5 Wisata Air Terjun Ini, Ada yang Airnya Berwarna Toska

Kholikul Ihsan • Senin, 8 Juni 2026 | 10:15 WIB
Wisata air terjun Kedung Pedut dengan warna airnya yang hijau toska. (Foto: Instagram @kedung.pedut)
Wisata air terjun Kedung Pedut dengan warna airnya yang hijau toska. (Foto: Instagram @kedung.pedut)

RADAR BOGOR - Jogja tidak hanya dikenal sebagai kota budaya yang panas dan padat. Faktanya, dibalik hiruk-pikuk Malioboro dan dinginnya pegunungan Merapi, tersimpan ribuan keindahan alam tersembunyi yang sayang untuk dilewatkan. 

Salah satu wisata yang paling mencuri perhatian adalah deretan air terjun eksotis, atau yang biasa disebut curug atau grojogan oleh warga lokal.

Tak hanya sekedar menyegarkan mata, curug-curug di Jogja memiliki keunikan langka yang sulit ditemukan di daerah lain. Mulai dari air terjun yang bertingkat di tengah hamparan sawah, hingga fenomena air tawar yang jatuh langsung ke bibir Samudra Hindia.

Baca Juga: Bikin Ketagihan, Ini 5 Kedai Pempek Palembang Paling Autentik di Sukabumi, Cukonya Mantap dan Ikannya Terasa

Berdasarkan eksplorasi dan data Google maps, berikut ini adalah rekomendasi 5 curug eksotis di Yogyakarta yang wajib masuk dalam bucket list liburan Anda selanjutnya.

1. Air Terjun Sri Gethuk

Jika menginginkan sensasi berbeda sejak dari pintu masuk, Air Terjun Sri Gethuk adalah jawabannya. 

Berbeda dengan curug pada umumnya yang hanya langsung menyuguhkan air terjun di depan mata, di sini para pelancong akan dimanjakan dengan aktivitas menyusuri Sungai Oyo yang berwarna hijau tenang menggunakan rakit tradisional. 

Baca Juga: Tragedi Euro 2021 Kembal Terulang, Christian Eriksen Kolaps Lagi di Laga Denmark vs Ukraina, Begini Kondisinya

Tebing-tebing karst yang menjulang megah di kiri-kanan sungai menciptakan lorong alam yang sejuk dan instagramable.

Begitu tiba di titik utama, pengunjung akan disambut oleh air yang keluar dari celah batu berundak-undak. 

Debit airnya cukup deras, menjadikannya spot sempurna untuk berenang atau sekadar bermain air di bagian tepian. Bagi pencari adrenalin, tersedia wahana flying fox yang melintas tepat di atas aliran sungai.

Baca Juga: Sempat Kabur dari Polsek, Maling Motor di Pakansari Cibinong Bogor Ditangkap di Jakarta Selatan

2. Air Terjun Kedung Pedut

Jauh di kawasan Perbukitan Menoreh, tersembunyi sebuah curug yang dijuluki sebagai Air Terjun Dua Warna. Nama itu bukanlah hiperbola belaka. 

Air Terjun Kedung Pedut memiliki fenomena alam di mana air yang jernih berpadu dengan dasar batuan sungai berwarna putih kapur, menciptakan gradasi warna hijau toska dan putih susu yang sangat estetik.

Suasana disini sangat sejuk karena dikelilingi pepohonan rindang. Pengelola telah membangun beberapa kolam alami terasering yang aman untuk berenang. 

Selain itu, terdapat jembatan bambu yang menjadi spot foto favorit, gardu pandang untuk bersantai, serta wahana flying fox. Ini adalah lokasi yang cocok untuk quality time bersama keluarga atau sekadar healing dari kesibukan kota.

Baca Juga: Mulai Rp20 Ribuan, 5 Restoran Korea di Sukabumi Ini Punya Cita Rasa Otentik yang Pas di Lidah Lokal

3. Air Terjun Kedung Kandang

Apa jadinya jika air terjun bertemu dengan hamparan sawah hijau? Jawabannya ada di Kedung Kandang. 

Curug ini menawarkan lanskap yang sangat berbeda dari biasanya. Airnya mengalir di atas batuan vulkanik hitam yang berbentuk bertingkat-tingkat, persis seperti tangga raksasa, dan berada tepat di tengah-tengah terasering sawah penduduk.

Untuk mencapai lokasi, pengunjung akan diajak trekking santai menyusuri pematang sawah yang asri. Namun, ada satu catatan penting yang wajib diperhatikan, air terjun ini bersifat musiman. 

Waktu terbaik untuk menyaksikan keindahannya adalah saat musim hujan atau peralihan (sekitar November hingga April), karena aliran air akan terlihat penuh dan dramatis. Di puncak musim kemarau, debit airnya cenderung surut.

Baca Juga: Dibuka Rekrutmen 3.053 Formasi Guru Sekolah Rakyat 2026, Berikut Jadwal Pendaftaran, Rincian Gaji dan Tunjangannya

4. Grojogan Watu Purbo

Bagi yang tidak ingin berkendara terlalu jauh hingga ke pelosok tebing, Grojogan Watu Purbo di kaki Gunung Merapi adalah solusi tepat. Aksesnya relatif mudah dan ramah untuk segala usia, termasuk anak-anak. 

Uniknya, curug ini sebenarnya adalah struktur dam bertingkat 6 yang dibangun sejak tahun 1975 untuk menahan lahar dingin Merapi.

Seiring waktu, aliran air yang melewati batuan bertingkat ini bertransformasi menjadi air terjun tirai yang sangat megah dan rapi. 

Dikelilingi oleh taman rumput hijau dan batuan alami, tempat ini memberikan nuansa taman alam yang apik. Cocok untuk piknik santai atau sekadar duduk-duduk menikmati semilir angin pegunungan.

Baca Juga: Bentrokan Antar Kelompok Pemuda Pecah di Jembatan Sarijan Kota Bogor, Satu Orang Dilarikan ke Rumah Sakit

5. Air Terjun Pantai Jogan

Ini adalah destinasi penutup yang paling spektakuler. Air Terjun Pantai Jogan atau sering disebut Jogan Shorefall adalah salah satu fenomena paling langka di Indonesia. 

Bagaimana tidak, aliran air tawar dari perbukitan karst jatuh dari ketinggian tebing setinggi 12 meter dan langsung bermuara ke deburan ombak ganas Samudera Hindia.

Di sini, Anda bisa menikmati dua pemandangan sekaligus dalam satu waktu, dinginnya semprotan air terjun dan hembusan angin laut yang asin. 

Bagi wisatawan yang cukup berani, tersedia aktivitas canyoning (merayap turun menggunakan tali) ditemani pemandu lokal untuk merasakan guyuran air tawar tepat di atas pasir pantai.

Baca Juga: Mulai Rp10 Ribuan, Cek 5 Kuliner Es Terenak di Sukabumi yang Sukses Bikin Ribuan Pengunjung Ketagihan

Yang perlu diperhatikan, keindahan curug di Jogja sangat bergantung pada curah hujan. Warna terbaik dan debit air paling ramah terlihat pada bulan November hingga April.***

Editor : Asep Suhendar
#yogyakarta #wisata #jogja #air terjun