Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Pasar Jambu Dua Bogor Meledak, 500 Kios Kuliner Anak Muda Ludes Diserbu

Fikri Rahmat Utama • Jumat, 19 Juni 2026 | 19:15 WIB
Terlihat kios pusat kuliner di lantai dua Pasar Jambu Dua Bogor mulai  terisi dan mulai ramai dikunjungi pembeli. Foto : Sofiansyah/Radar Bogor
Terlihat kios pusat kuliner di lantai dua Pasar Jambu Dua Bogor mulai terisi dan mulai ramai dikunjungi pembeli. Foto : Sofiansyah/Radar Bogor

RADAR BOGOR – Kuliner Pasar Jambu Dua Kota Bogor, kini tengah mengalami lonjakan aktivitas ekonomi setelah menjadi sorotan di media sosial. 

Sekitar 500 kios dan lapak di Pasar Jambu Dua Bogor dilaporkan telah terisi oleh pelaku usaha, mayoritas bergerak di sektor kuliner kekinian yang digandrungi anak muda.

Direktur Utama Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ) Jenal Abidin menyampaikan, bahwa geliat perdagangan di Pasar Jambu Dua Bogor tersebut mulai meningkat signifikan. Beragam tenant makanan dan minuman mulai meramaikan area pasar yang sebelumnya cenderung sepi.

Baca Juga: Dugaan Korupsi RSUD Bogor Utara, Kejari Sebut Proyek Bermasalah Sejak Tahap Perencanaan

“Alhamdulillah, Pasar Jambu Dua sudah mulai ramai. Banyak pedagang yang sudah mulai berjualan, dari berbagai kuliner dan minuman,” kata Jenal, Jumat, 19 Juni 2026.

Ia menjelaskan, area lantai bawah lebih dahulu terisi karena diisi pedagang eksisting. Sementara itu, antusiasme terbesar justru terjadi di lantai atas yang kini dipenuhi tenant baru dengan konsep yang lebih menyasar kalangan muda.

“Lantai bawah sudah lebih awal penuh karena pedagang eksisting. Untuk lantai atas sekitar 260 kios los sudah sold out,” jelasnya.

Baca Juga: 3 Cara Cek Desil Bansos PKH dan BPNT Secara Online maupun Offline, Ketahui Status Anda Sekarang

Secara keseluruhan, total kios dan lapak yang kini terisi di Pasar Jambu Dua telah mencapai sekitar 500 unit di seluruh area. Kondisi ini menjadi indikator positif bagi kebangkitan pasar tradisional yang mulai bertransformasi menjadi pusat kuliner.

“Total terisi kurang lebih sudah 500-an kios los, atas bawah,” tambahnya.

Sementara itu, pelaku usaha sekaligus kreator konten, Yohanes Handoyo atau Uncle Jo, menilai Pasar Jambu Dua memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai destinasi kuliner baru di Kota Bogor. Ia bahkan turut berinvestasi dengan membuka dua kios di lokasi tersebut.

Baca Juga: 1.000 Sopir Angkot Bogor Terdampak Penertiban Berpeluang Ikut Program Padat Karya

“Menurut gue, potensi Pasar Jambu Dua itu sangat besar. Bahkan gue sendiri berinvestasi di situ dengan mengambil dua kios,” ujarnya.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa kondisi ramai dan status “sold out” bukan jaminan keberhasilan jangka panjang. Menurutnya, pengelolaan menjadi faktor utama agar pengunjung tetap kembali.

“Sold out itu bukan akhir, tapi awal. Yang menentukan ke depan itu manajemennya, apakah orang mau balik lagi atau tidak,” katanya.

Baca Juga: Terungkap 3 Cara Mudah Cek Desil Tahun 2026, KPM Bansos di Bogor Wajib Tahu

Ia juga menyoroti pentingnya kebersihan, pengelolaan sampah, dan kenyamanan pengunjung agar pasar tetap menjadi destinasi yang menarik.

“Hal-hal seperti kebersihan dan kenyamanan harus diperhatikan karena sangat berpengaruh ke pengalaman pengunjung,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, PPJ memastikan telah melakukan evaluasi rutin terkait pengelolaan kebersihan dan fasilitas pasar. Perbaikan terus dilakukan agar kawasan tetap nyaman dan tertata.

Baca Juga: Wamenko Pangan Ungkap Potensi Besar SISKA, Integrasi Sawit-Sapi Bisa Kurangi Impor Daging Nasional

“Kami lakukan monitoring dan evaluasi berkala. Kebersihan harus lebih baik,” tegas Jenal.

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
#bogor #kuliner #Pasar Jambu Dua