RADAR BOGOR – Surakarta atau yang lebih populer dengan nama Kota Solo merupakan kota kecil yang kaya akan warisan sejarah namun tetap tumbuh dinamis mengikuti zaman.
Di kota ini, pesona nuansa klasik dan modern berpadu dengan harmonis. Keberagaman budaya dan masyarakatnya yang heterogen melahirkan akulturasi yang sangat nyata, salah satunya tercermin dalam keunikan ragam kuliner di dalamnya.
Bagi Anda yang sedang berkunjung ke Solo, berikut adalah 7 rekomendasi kuliner legendaris yang wajib kamu coba:
Baca Juga: Program KAMI Mendengar, Bupati Bogor Rudy Susmanto Jaga Generasi Emas Indonesia
Nasi Liwet
Nasi Liwet adalah primadona kuliner Solo yang selalu diburu oleh para pencinta masakan tradisional.
Keunikannya terletak pada penyajiannya yang menggunakan daun pisang berbentuk pincuk.
Hidangan ini terdiri dari nasi gurih (yang dimasak dengan santan), sayur labu siam iris, suwiran ayam kampung, tim ayam, telur pindang, dan siraman kumut (santan kental) serta beberapa cabai rawit rebus.
Rekomendasi Tempat: Nasi Liwet Bu Sarmi (Jl. Kapten Mulyadi, Kedung Lumbu, Surakarta).
Baca Juga: Wisata Situ Rawa Gede Sukamakmur Bogor, Surga Tersembunyi di Kaki Gunung Panjang
Tengkleng Solo
Bagi pencinta olahan kambing, Tengkleng adalah menu yang wajib dicoba. Kuliner ini memanfaatkan tulang-tulang kambing yang masih memiliki sedikit daging yang menempel.
Kuahnya mirip dengan gulai, namun bertekstur lebih encer, kaya rempah (bawang, kunyit, jahe, serai, kemiri), dan memiliki cita rasa yang cenderung pedas.
Rekomendasi Tempat: Sate Kambing & Tengkleng Rica-Rica Pak Manto (Jl. Honggowongso No. 39, Sriwedari, Solo.
Baca Juga: Warga Bogor Pengen Liburan Keluarga Tanpa Macet, Jangkar Ecopark di Puncak Dua Solusinya
Selat Solo
Selat Solo merupakan bukti nyata akulturasi antara kuliner Barat (Eropa) dan Timur (Jawa). Hidangan segar ini menyajikan kombinasi wortel, buncis, mentimun, kentang goreng, selada, telur kecap, dan daging sapi.
Semuanya disiram dengan kuah semur encer manis dan diberi sedikit mayones jawa untuk memberikan sentuhan rasa segar.
Karena sering dijadikan menu sarapan atau makan siang, warung selat biasanya buka dari pagi hingga sore.
Rekomendasi Tempat: Warung Selat Mbak Lies (Jl. Yudhistira No.9, Serengan, Surakarta)
Cabuk Rambak
Sesuai namanya, kuliner unik ini memadukan cabuk dan rambak. Cabuk merupakan saus kental yang terbuat dari parutan kelapa tumbuk, wijen sangrai, serta bumbu pelengkap seperti kencur dan daun jeruk.
Sementara rambak tradisional yang terbuat dari kulit sapi, kini umumnya digantikan oleh kerupuk karak (kerupuk nasi).
Hidangan ini disajikan di atas pincuk daun pisang bersama irisan ketupat gendar.
Rekomendasi Tempat: Sekitar Pasar Gede dan Stadion Manahan, Solo.
Baca Juga: Lewat Mini Soccer Bupati Bogor Cup, Sentul City Satukan Jurnalis Lintas Organisasi
Serabi Notosuman
Meskipun berstatus sebagai camilan atau makanan pendamping, ketenaran Serabi Notosuman sudah melenggang hingga ke tingkat nasional.
Kudapan manis ini terbuat dari adonan tepung beras, gula, dan santan. Proses memasaknya pun masih tradisional, yaitu menggunakan wajan tanah liat kecil di atas tungku api.
Rekomendasi Tempat: Mrs. Lidia’s Serabi Notosuman (Jl. Muhammad Yamin No. 28, Serengan, Solo).
Baca Juga: Lewat Mini Soccer Bupati Bogor Cup, Sentul City Satukan Jurnalis Lintas Organisasi
Tahu Kupat
Hidangan mengenyangkan ini memadukan potongan ketupat dan tahu goreng yang disiram dengan kuah kecap manis encer bumbu bawang.
Isiannya kian ramai dengan tambahan mie basah, tauge, bakwan goreng, kacang goreng, dan irisan cabai rawit bagi pencinta pedas.
Salah satu variasi unik di Solo adalah menambahkan telur ceplok ke dalamnya.
Rekomendasi Tempat: Tahu Kupat Solo (Jl. Gajahmada No.100-94, Ketelan, Surakarta.
Baca Juga: Lewat Mini Soccer Bupati Bogor Cup, Sentul City Satukan Jurnalis Lintas Organisasi
Timlo
Timlo adalah sup berkuah bening dan segar yang kaya akan isian seperti suwiran ayam, ati ampela, telur pindang (telur bebek hitam), dan sosis solo.
Berbeda dengan sosis modern, sosis solo berbentuk seperti martabak mini berbahan kulit dadar tepung dengan isian daging ayam suwir yang digoreng.
Rekomendasi Tempat: Timlo Maestro (Jl. Ahmad Dahlan No. 60, Keprabon, Solo)
Setiap suapan dari kuliner khas Solo ini tidak hanya memanjakan lidah dengan cita rasa yang unik, tetapi juga membawa kita menyelami cerita sejarah dan kehangatan budaya masyarakatnya.
Baca Juga: Proyek PSEL Kayumanis Bogor Terganggu, Aki dan Kabel Alat Berat Diduga Dicuri
Jadi, saat Anda menginjakkan kaki di Kota Solo, pastikan untuk meluangkan waktu dan menjelajahi setiap sudut rasa yang ditawarkan.***
Editor : Asep Suhendar