RADAR BOGOR - Kota Solo tidak hanya dikenal dengan kekayaan budaya dan keramahan warganya, tetapi juga menjadi surga tersembunyi bagi para pencinta kuliner, termasuk gudeg.
Salah satu kuliner yang tidak boleh dilewatkan saat berkunjung ke Kota Batik Solo ini adalah gudeg.
Berbeda dengan gudeg Yogyakarta yang cenderung dominan manis, gudeg khas Solo umumnya menyajikan perpaduan rasa manis dan gurih yang pas, lengkap dengan siraman kuah areh yang kental.
Baca Juga: Menteri ESDM Pastikan Pasokan Batu Bara Aman, Minta PLN Segera Atasi Pemadaman Listrik Bergilir
Jika Anda sedang berada di Solo dan bingung mencari tempat makan yang recommended, berikut adalah 5 rekomendasi warung gudeg terbaik dengan rating tinggi di Google Maps yang siap memanjakan lidah Anda:
1. Gudeg Mbak Tutik, Lojiwetan (Rating Google Maps: 4,8)
Terletak di kawasan Pasar Kliwon, warung ini mengusung konsep lesehan pinggir jalan yang sangat merakyat.
Di tempat ini, Anda menikmati Gudeg beralaskan tikar dengan penerangan lampu temaram yang syahdu khas Solo.
Baca Juga: Warga Hambalang Bogor Tak Bergantung Bantuan Air Bersih, Pilih Andalkan Sumber Mata Air saat Kemarau
Gudegnya disajikan lengkap dengan ayam kampung dan siraman kuah areh yang sangat kental.
· Alamat: Jl. Kapten Mulyadi, Kedung Lumbu, Kec. Ps. Kliwon, Kota Surakarta, Jawa Tengah 57133
2. Gudeg Solo Mbak Sulandari (Rating Google Maps: 4,7)
Hidden gem yang berlokasi tidak jauh dari Pasar Gede. Uniknya, warung ini beroperasi langsung di dalam rumah pemiliknya, sehingga suasananya terasa sangat akrab seperti makan di rumah sendiri.
Baca Juga: BPBD Pastikan Belum Ada Wilayah Terdampak Kekeringan di Kota Bogor
Tempat ini menyajikan gudeg semi-kering dengan rasa yang cenderung gurih dominan. Porsinya banyak, mengenyangkan, dan harganya sangat ramah di kantong.
· Alamat: Jl. Hasanudin No.109 C, Punggawan, Jawa Tengah, Kota Surakarta, Jawa Tengah 57132
3. Gudeg Koyor Mbah So (Rating Google Maps: 4,7)
Bagi Anda pencinta jeroan atau bagian daging sapi yang unik, warung kecil di daerah Mangkubumen ini wajib masuk daftar kunjungan.
Keunikan gudeg di tempat ini yaitu menjadikan koyor (urat/tendon sapi) sebagai lauk unggulan.
Baca Juga: Hidden Gem Tempat Wisata di Garut, Leuwi Tonjong Punya Ngarai Eksotis dan Air Hijau Toska
Koyornya dimasak dalam waktu lama hingga teksturnya menjadi sangat empuk, lembut, dan kenyal pas saat digigit.
· Jam Buka: 02.00 – 07.00 WIB
· Alamat: Mangkubumen, Banjarsari, Surakarta City, Central Java 57139
4. Gudeg Ujung Keprabon Tempo Dulu (Rating Google Maps: 4,7)
Warung pinggir jalan di kawasan Jalan Yos Sudarso ini sukses membawa nuansa nostalgia lewat cara memasak dan penyajiannya yang mempertahankan gaya lama.
Anda bisa memesan gudeg kemasan khusus yang menggunakan besek (wadah dari anyaman bambu tradisional) yang estetik. Rasa krecek dan ayam kampungnya sangat otentik.
Baca Juga: Pohon Setinggi 20 Meter Tumbang, Rusak Dapur Warga di Kedungbadak Kota Bogor
· Alamat: Jl. Yos Sudarso, Gajahan, Kec. Ps. Kliwon, Kota Surakarta, Jawa Tengah 57153
5. Gudeg Ceker Margoyudan Bu Kasno (Rating Google Maps: 4,5)
Inilah salah satu legenda kuliner malam Solo yang paling kesohor dan sering disebut wajib dicoba sekali seumur hidup.
Berlokasi di Solo Utara, warung ini selalu ramai oleh wisatawan maupun warga lokal.
Keunikan gudeg di tempat ini yaitu mereka mengkombinasikan gudeg nangka dengan ceker ayam bacem yang super empuk.
Ceker ayamnya dimasak hingga bumbunya meresap sampai ke tulang, langsung lumer begitu masuk ke mulut.
Baca Juga: Ini 5 Warung Gudeg Pagi di Solo yang Punya Rating Tinggi di Google Maps, Wajib Masuk List Sarapanmu
· Jam Buka: 1.30-7.00 dan 13.00 – 23.00 WIB
· Alamat: Jalan Wolter Monginsidi No.41-43, Setabelan, Kec. Banjarsari, Kota Surakarta, Jawa Tengah 57134
Setiap warung gudeg di Solo ternyata memiliki keunikan dan cita rasa tersendiri, mulai dari konsep lesehan malam yang syahdu, variasi lauk koyor yang kenyal, hingga kuliner ceker legendaris yang lumer di mulut.
Jadi, warung gudeg mana yang paling membuat Anda penasaran dan ingin segera Anda kunjungi saat ke Solo nanti?
Editor : Rani Puspitasari Sinaga