RADAR BOGOR – Kalau bicara kuliner Jakarta, banyak orang langsung teringat kerak telor atau soto Betawi.
Padahal, kuliner khas Betawi sebenarnya jauh lebih beragam dan menarik untuk dijelajahi.
Bahkan, ada beberapa makanan khas Betawi yang kini sudah cukup sulit ditemukan dan hanya dijual di tempat-tempat tertentu.
Bagi yang ingin mengenal kuliner Betawi lebih dekat, itinerary dari unggahan Instagram @rachmayaustinw ini bisa menjadi referensi.
Dalam satu hari, pengunjung dapat mencicipi berbagai makanan khas yang telah lama menjadi bagian dari budaya Jakarta.
1. Sarapan Soto Betawi Globe H. Oji
Perjalanan bisa dimulai dari semangkuk Soto Betawi Globe H. Oji yang cocok dinikmati saat pagi hari.
Baca Juga: Mau Dapat Bansos Tahap Ketiga? Pastikan 3 Hal Ini Sebelum Juli 2026
Menariknya, soto Betawi Globe H Oji ternyata memiliki beberapa variasi warna kuah.
Di tempat ini, kuahnya berwarna merah kecokelatan dengan cita rasa yang kaya. Kuah yang gurih berpadu dengan potongan daging membuat menu ini pas untuk mengawali hari.
Soto Betawi sendiri baru mulai dikenal dengan nama tersebut sekitar tahun 1970-an di Jakarta.
Soto Betawi Globe H. Oji berlokasi di Jl. Samanhudi No.4, Pasar Baru, Sawah Besar, Jakarta Pusat.
2. Menyegarkan Mulut dengan Asinan Betawi Jaelani
Setelah sarapan, perjalanan kuliner bisa dilanjutkan ke Asinan Betawi Jaelani yang berada di kawasan Kemanggisan, Palmerah, Jakarta Barat.
Meski namanya asinan, makanan ini bukan berarti didominasi rasa asin. Istilah “asinan” disebut berasal dari kata Belanda azijnen yang berarti cuka.
Karena itu, cita rasa yang paling menonjol justru perpaduan asam, manis, pedas, dan segar.
Asinan Betawi biasanya berisi aneka sayuran yang disiram kuah bumbu khas. Cocok dijadikan selingan sebelum melanjutkan petualangan kuliner berikutnya.
3. Makan Siang Nasi Uduk Bu Amah
Memasuki waktu makan siang, perjalanan kuliner bisa dilanjutkan ke Nasi Uduk Bu Amah yang berlokasi di kawasan Pekojan, Tambora, Jakarta Barat.
Aroma santan dari nasi uduknya langsung terasa begitu disajikan. Menariknya, nasi uduk di sini tidak hanya mengandalkan nasi dan sambal.
Baca Juga: Siap-Siap Tahap 3 KPM, Ini Penentu Bansos PKH dan BPNT Cair Lagi Juli-September
Ada banyak lauk pendamping yang bisa dipilih, mulai dari ayam, tahu, hingga taburan bawang goreng yang membuat rasanya semakin lengkap.
Perpaduan nasi yang gurih dengan sambal dan berbagai lauk ini menjadi alasan mengapa nasi uduk masih menjadi salah satu makanan favorit masyarakat Betawi hingga sekarang.
4. Menutup Hari dengan Rujak Juhi Hasan
Destinasi terakhir sekaligus yang paling unik adalah Rujak Juhi Hasan di kawasan Pinangsia, Jakarta Barat.
Nama rujak tentu sudah tidak asing, tetapi tidak semua orang pernah mendengar rujak juhi.
Juhi sendiri merupakan cumi atau sotong kering yang diolah dan menjadi bahan utama dalam hidangan ini.
Kehadiran juhi membuat rasa rujak menjadi lebih kompleks. Tidak hanya manis, pedas, dan segar seperti rujak pada umumnya, tetapi juga memiliki sentuhan gurih dan sedikit aroma khas seafood yang membuatnya berbeda dari rujak lainnya.
Bagi sebagian orang, rujak juhi mungkin terdengar tidak biasa. Namun justru keunikan itulah yang membuat makanan khas Betawi ini layak dicoba setidaknya sekali.
Dari semangkuk soto Betawi di pagi hari hingga seporsi rujak juhi di sore hari, perjalanan ini seperti mengajak kembali mengenal Jakarta lewat rasa-rasa yang sudah ada jauh sebelum tren kuliner bermunculan.
Beberapa mungkin masih mudah ditemukan, sebagian lainnya mulai jarang terlihat, tetapi semuanya menyimpan cita rasa khas yang membuat kuliner Betawi tetap punya tempat di hati para penikmatnya.(Adinda/IBI Kesatuan)
Editor : Yosep Awaludin