RADAR BOGOR – Kota Salatiga tidak hanya terkenal dengan udara sejuk dan pesona kota bersejarahnya, tetapi juga menjadi salah satu destinasi kuliner yang menawarkan beragam makanan legendaris dengan cita rasa autentik.
Sejumlah kuliner khas di Kota Salatiga ini bahkan tetap bertahan selama puluhan tahun dan masih menjadi favorit wisatawan dari berbagai daerah.
Beragam rekomendasi kuliner di Kota Salatiga diulas dalam program "Bikin Ngiler Jalan-Jalan" di kanal YouTube Rumah Canda Melki.
Perjalanan kuliner ini mengajak penonton menikmati berbagai sajian khas Salatiga, mulai dari sate sapi berbumbu rempah, jajanan tradisional, minuman hangat legendaris, hingga oleh-oleh berbahan dasar singkong.
Julukan Salatiga sebagai The De Schoonste Stad van Midden-Java atau kota terindah di Jawa Tengah pada masa Hindia Belanda seolah semakin lengkap dengan kekayaan kulinernya yang masih terjaga hingga kini.
Sate Sapi Suruh, Kuliner Legendaris dengan Daging Empuk
Perjalanan kuliner diawali di Warung Sate Sapi Suruh, salah satu tempat makan yang telah lama menjadi favorit masyarakat maupun wisatawan.
Baca Juga: Pineus Wetan Resort Sentul, Destinasi Glamping Estetik yang Menyatu dengan Alam Bogor
Berbeda dari sate sapi pada umumnya, menu ini menawarkan perpaduan rasa gurih, manis, dan sedikit pedas yang meresap hingga ke dalam daging.
Nama Suruh sendiri diambil dari lokasi awal berdirinya warung yang berada di kawasan Pasar Suruh, Salatiga.
Tekstur daging yang lembut menjadi daya tarik utama. Pengunjung juga dapat memesan sate tanpa lemak bagi yang menginginkan sajian lebih rendah gajih.
Sate disajikan bersama ketupat bertekstur pulen dan siraman bumbu kacang kaya rempah yang semakin memperkaya cita rasanya. Menu ini cocok dinikmati sebagai sarapan maupun makan siang.
Ketan Serundeng Legendaris di Pasar Raya Salatiga
Perjalanan berikutnya berlanjut ke kawasan Pasar Raya Salatiga untuk berburu jajanan tradisional yang masih eksis hingga sekarang.
Salah satu kuliner yang menarik perhatian adalah Ketan Serundeng, makanan sederhana yang selalu diburu pembeli.
Baca Juga: Waga Bogor Coba Yuk, 5 Wisata Ekstrem di Sumedang Ini Dijamin Seru Banget
Meski baru mulai dijual sekitar pukul 12.00 WIB, dagangannya kerap habis dalam waktu singkat.
Hidangan ini memadukan ketan putih hangat dengan taburan serundeng kelapa yang gurih.
Sebagai pelengkap, pembeli dapat memilih berbagai lauk baceman seperti koyor, babat, maupun iso yang memiliki cita rasa manis dan gurih khas masakan Jawa.
Ronde Jago, Minuman Hangat Favorit Sejak Tahun 1960-an
Bagi pecinta minuman tradisional, Ronde Jago menjadi destinasi berikutnya yang tidak boleh dilewatkan.
Kedai yang telah beroperasi sejak era 1960-an ini dikenal sebagai salah satu ikon kuliner Salatiga dan pernah menjadi langganan sejumlah tokoh serta kalangan artis.
Pengelola tetap mempertahankan aturan operasional dengan mulai melayani pembeli pada pukul 13.00 WIB.
Baca Juga: Inilah 7 Pusat Aki Motor dengan Layanan Antar, Garansi Resmi di Bogor
Keistimewaan Ronde Jago terletak pada isiannya yang lebih beragam dibanding wedang ronde pada umumnya.
Dalam satu mangkuk terdapat bola ronde berisi kacang tanah, kolang-kaling, sagu delima, manisan jeruk, buah pala, hingga kayu manis.
Semua bahan tersebut dipadukan dengan kuah jahe hangat yang kaya rempah sehingga memberikan sensasi hangat yang cocok dinikmati di tengah udara sejuk Salatiga.
Getuk Ketek, Oleh-Oleh Khas Salatiga Berbahan Singkong
Menjelang akhir perjalanan, wisata kuliner ditutup dengan mengunjungi Getuk Ketek, salah satu oleh-oleh khas Salatiga yang telah dikenal luas.
Tempat produksi getuk ini berada di kawasan yang dikenal sebagai Kampung Singkong.
Nama Ketek, yang dalam bahasa Jawa berarti monyet, berasal dari keberadaan monyet peliharaan di area depan rumah produksi pada masa awal usaha tersebut berdiri.
Baca Juga: Seharian Jelajah Kuliner di Solo! Cicipi Nasi Kare Pak Di hingga Tengkleng Legend Pasar Klewer
Berbeda dengan getuk modern, Getuk Ketek dibuat menggunakan cara tradisional.
Singkong kukus ditumbuk hingga menghasilkan tekstur yang lembut dan halus saat disantap.
Varian original menawarkan cita rasa gurih alami berkat perpaduan kelapa parut dan santan.
Selain itu tersedia pula getuk goreng dengan balutan tepung tipis yang renyah di bagian luar.
Getuk kukus dapat bertahan sekitar delapan jam pada suhu ruang, sedangkan varian goreng mampu bertahan hingga satu hari sehingga cocok dijadikan buah tangan bagi wisatawan yang berkunjung ke Salatiga.
Dengan beragam pilihan kuliner legendaris tersebut, Salatiga menjadi destinasi yang layak dikunjungi bagi pencinta wisata kuliner.
Mulai dari Sate Sapi Suruh, Ketan Serundeng, Ronde Jago, hingga Getuk Ketek menawarkan cita rasa khas yang tetap bertahan dan menjadi bagian dari identitas kuliner Kota Salatiga. (Dimas/Unpak)