RADAR BOGOR – Kabupaten Klaten tak hanya dikenal sebagai daerah agraris yang berada di antara Yogyakarta dan Surakarta, tetapi juga menyimpan beragam kuliner legendaris yang masih bertahan hingga kini.
Cita rasa autentik yang diwariskan lintas generasi menjadikan Klaten sebagai salah satu destinasi kuliner yang layak masuk daftar kunjungan para pelancong.
Keunikan kuliner khas Klaten tersebut diulas dalam program "Bikin Ngiler Jalan-Jalan" episode ke-43 di kanal YouTube Rumah Canda Melki.
Dalam perjalanan selama satu hari, Melki Bajaj mengunjungi sejumlah tempat makan bersejarah yang menjadi favorit masyarakat setempat.
Mulai dari menu sarapan tradisional, olahan ayam berbumbu khas, hingga sentra oleh-oleh yang telah berdiri sejak era kolonial.
Sop Manten Mbah Atmo, Sajian Hajatan yang Kini Jadi Kuliner Favorit
Perjalanan kuliner dimulai dari Warung Sop Manten Mbah Atmo, salah satu kuliner khas Klaten yang memiliki cerita sejarah unik.
Baca Juga: Warga Bogor Lagi di Kota Sukabumi? Ini 3 Cafe dengan Rating Tertinggi
Dahulu, Sop Manten hanya disajikan dalam acara pernikahan atau hajatan adat Jawa.
Seiring waktu, hidangan tersebut berkembang menjadi menu harian yang dapat dinikmati masyarakat luas.
Warung yang telah beroperasi hampir dua dekade ini menyajikan semangkuk sop berisi makaroni, wortel, jamur, dan suwiran ayam kampung yang disiram kuah bening kaya rempah.
Perpaduan rasa gurih dan segar semakin nikmat ketika disantap bersama sambal kecap pedas dan petai cina.
Sebagai pelengkap, pengunjung biasanya memesan ayam kampung goreng, tempe bacem, maupun telur asin.
Ayam Panggang Nyonya Anggraini, Kuliner Tersembunyi Sejak Era 1960-an
Menjelang siang, perjalanan berlanjut ke Ayam Panggang Nyonya Anggraini, rumah makan legendaris yang berada di dalam gang dan telah beroperasi sejak tahun 1960-an.
Meski lokasinya tersembunyi, tempat makan ini tetap menjadi tujuan banyak pencinta kuliner.
Sistem penyajiannya pun berbeda karena ayam baru diproses setelah pelanggan melakukan pemesanan sehingga kualitasnya tetap terjaga.
Ayam pejantan berukuran besar terlebih dahulu dimasak menggunakan santan dan aneka rempah khas Jawa Tengah sebelum dipanggang perlahan di atas bara api.
Teknik memasak tradisional tersebut menghasilkan daging yang lembut, mudah terlepas dari tulang, dan dipadukan dengan kuah areh santan yang kental serta sambal pedas khas.
Hingga kini, usaha kuliner tersebut masih dikelola oleh generasi ketiga keluarga pendiri, sehingga cita rasa autentiknya tetap dipertahankan.
Jenang Ayu Niten, Oleh-Oleh Legendaris Sejak Tahun 1928
Wisata kuliner di Klaten belum lengkap tanpa membawa pulang oleh-oleh khas. Salah satu yang paling terkenal adalah Jenang Ayu Niten, produsen jenang tradisional yang telah berdiri sejak tahun 1928.
Usaha keluarga ini bahkan telah melewati beberapa generasi dan kini dijalankan oleh generasi keenam.
Nama Ayu Niten berasal dari nama pendiri yang dikenal berparas cantik serta lokasi usaha yang berada di Desa Niten, Klaten.
Di rumah produksi tersebut, pengunjung dapat melihat langsung proses pembuatan jenang secara tradisional menggunakan kuali besar.
Jenang yang dihasilkan memiliki tekstur kenyal dengan rasa manis khas, menyerupai dodol, dan mampu bertahan hingga sekitar tiga bulan sehingga cocok dijadikan buah tangan.
Selain jenang klasik, tersedia pula produk khas lain bernama Kerasikan atau Terasikan.
Kudapan ini dibuat dari campuran tepung ketan sangrai, gula merah, dan santan sehingga menghasilkan tekstur lebih padat dengan cita rasa gurih-manis yang khas.
Dengan beragam kuliner legendaris tersebut, Klaten menawarkan pengalaman wisata rasa yang tidak hanya menggugah selera, tetapi juga menyimpan nilai sejarah dan budaya yang masih terjaga hingga sekarang.
Mulai dari Sop Manten Mbah Atmo, Ayam Panggang Nyonya Anggraini, hingga Jenang Ayu Niten menjadi destinasi kuliner yang layak dicoba saat berkunjung ke Kabupaten Klaten. (Dimas/Unpak)