RADAR BOGOR – Kabupaten Tuban, Jawa Timur, kembali menghadirkan destinasi kuliner yang mencuri perhatian para pecinta makanan tradisional.
Berada di kawasan pegunungan Desa Jaten Cilik, Kecamatan Rengel, sebuah warung sederhana sukses menjadi buruan wisatawan.
Warung ini menyajikan menu khas bernama Godeh Pero yang selalu habis terjual hanya dalam waktu sekitar satu jam setiap hari.
Meski lokasinya tersembunyi dan harus ditempuh melalui jalur yang cukup menantang, warung makan ini tak pernah sepi pengunjung.
Banyak pembeli rela datang dari berbagai daerah demi menikmati sajian rumahan dengan cita rasa khas yang masih mempertahankan resep tradisional.
Godeh Pero, Kuliner Khas Tuban dengan Rasa Pedas Gurih yang Khas
Menu yang menjadi andalan di warung tersebut adalah Godeh Pero, singkatan dari Sego Lodeh Tempe Loro, yaitu nasi dengan sayur lodeh yang disajikan bersama dua potong tempe goreng.
Baca Juga: 7 Destinasi Wajib di Cirebon, Kuliner Legendaris hingga Wisata Sejarah dalam Satu Perjalanan
Keistimewaan hidangan ini terletak pada kuah lodehnya yang menggunakan tewel atau nangka muda sebagai bahan utama, dipadukan dengan racikan bumbu tradisional yang kaya rempah.
Selain itu, sang pemilik juga menambahkan ale, yakni kecambah dari biji pohon klampis, serta irisan daun bawang segar yang membuat cita rasanya semakin khas.
Perpaduan berbagai bahan tersebut menghasilkan kuah lodeh dengan sensasi pedas yang kuat, kemudian diikuti rasa gurih yang kaya sehingga memberikan pengalaman makan yang menggugah selera sejak suapan pertama.
Tetap Memasak dengan Pawon Kayu Bakar
Daya tarik lain dari warung ini adalah konsistensinya mempertahankan cara memasak tradisional.
Pemilik yang telah menjalankan usaha selama belasan tahun masih menggunakan pawon atau tungku kayu bakar untuk mengolah seluruh menu yang dijual.
Aktivitas memasak bahkan sudah dimulai sejak dini hari agar seluruh hidangan siap disajikan dengan kualitas terbaik saat warung dibuka pada pagi hari.
Selain sayur lodeh, tempe goreng berukuran besar juga menjadi favorit pelanggan.
Tempe dibuat dengan campuran daun bawang yang melimpah sehingga menghasilkan tekstur renyah di bagian luar namun tetap lembut di dalam.
Bagi pengunjung yang menginginkan lauk tambahan, tersedia pula ikan pindang goreng berukuran besar yang menjadi pelengkap hidangan.
Suasana tradisional semakin terasa karena makanan disajikan menggunakan alas daun jati, memberikan aroma alami yang menambah kenikmatan saat menyantap hidangan.
Baca Juga: Prediksi Portugal vs Kroasia 3 Juli 2026, Ronaldo Hadapi Generasi Emas Kroasia
Harga Murah, Porsi Mengenyangkan
Meski menawarkan kualitas rasa yang autentik dan bahan baku yang terjaga, harga makanan di warung ini tetap ramah di kantong.
Dalam satu paket lengkap, pengunjung sudah mendapatkan nasi hangat, sayur lodeh, dua potong tempe goreng jumbo, ikan pindang goreng, serta segelas minuman hanya dengan mengeluarkan uang belasan ribu rupiah.
Perpaduan panorama pegunungan yang masih asri, aroma khas masakan dari tungku kayu bakar, serta cita rasa tradisional yang sulit ditemukan di tempat lain membuat Godeh Pero menjadi salah satu kuliner khas Tuban yang layak masuk daftar destinasi wisata kuliner saat berkunjung ke Jawa Timur.
Tak heran jika setiap hari seluruh dagangan di warung ini selalu habis dalam waktu singkat. (Dimas/Unpak)
Editor : Yosep Awaludin