RADAR BOGOR – Anak yang sulit makan sayur menjadi persoalan yang kerap dihadapi banyak orang tua.
Kebiasaan memilih makanan atau picky eater sering membuat asupan gizi si kecil tidak optimal.
Meski demikian, para ahli menilai ada sejumlah cara yang lebih efektif untuk mengenalkan sayuran kepada anak tanpa harus menggunakan paksaan.
Sejumlah hasil penelitian yang dirangkum BBC menyebutkan bahwa pendekatan yang positif dan dilakukan secara konsisten mampu membantu anak menerima berbagai jenis sayuran.
Sebaliknya, memaksa anak menghabiskan makanan justru berisiko menimbulkan hubungan yang kurang sehat dengan makanan di kemudian hari.
Dalam artikel yang ditulis koresponden kesehatan senior BBC, Melissa Hogenboom, dijelaskan bahwa anak secara alami lebih menyukai rasa manis.
Baca Juga: Buka 24 Jam! Steak Premium Mulai Rp79 Ribuan, Bonus Lasagna Bikin Makan Makin Puas
Hal tersebut dipengaruhi oleh Air Susu Ibu (ASI) yang memang mengandung gula alami sehingga memiliki cita rasa manis.
Karena itu, tidak sedikit anak membutuhkan waktu lebih lama untuk menerima rasa sayuran yang cenderung pahit atau tidak semanis makanan lain.
Padahal, buah dan sayuran memiliki peran penting dalam menunjang pertumbuhan fisik, perkembangan otak, kemampuan berkonsentrasi, hingga menjaga kesehatan anak dalam jangka panjang.
Berdasarkan berbagai penelitian yang dikutip BBC, berikut enam cara yang dapat diterapkan orang tua agar anak lebih mudah menyukai sayuran.
1. Perkenalkan Sayuran Secara Berulang
Mengenalkan sayuran sejak usia dini secara berulang menjadi salah satu strategi yang terbukti efektif. Anak umumnya tidak langsung menyukai makanan baru pada percobaan pertama.
Sejumlah penelitian menunjukkan seorang anak bisa membutuhkan sekitar lima hingga 15 kali kesempatan mencoba sebelum akhirnya bersedia mengonsumsi jenis makanan yang sebelumnya ditolak.
2. Sajikan Sayur Sebelum Menu Utama
Memberikan sayuran lebih dulu sebelum makanan utama juga dapat meningkatkan peluang anak untuk mencobanya.
Saat rasa lapar masih tinggi, anak cenderung lebih terbuka menerima makanan yang tersedia dibandingkan ketika perut sudah mulai kenyang setelah menyantap hidangan lain.
3. Tambahkan Porsi Sayuran dalam Menu Harian
Orang tua dapat meningkatkan konsumsi sayuran dengan menambahkannya ke berbagai hidangan sehari-hari.
Misalnya, sayuran bisa dijadikan lauk, dicampurkan ke dalam saus, atau disajikan dalam porsi yang lebih banyak di atas piring.
Baca Juga: Besok, Ada Gangguan Air di Bogor dari jam 1 Siang hingga 6 Sore, Ini Wilayah Terdampak
Berbagai penelitian menunjukkan cara ini mampu meningkatkan jumlah buah dan sayuran yang dikonsumsi anak.
4. Sajikan dengan Tampilan yang Menarik
Penampilan makanan juga berpengaruh terhadap selera makan anak. Sayuran yang dipotong menjadi bentuk lucu, disusun dengan warna-warna cerah, atau ditempatkan pada wadah yang menarik dapat memancing rasa penasaran sehingga anak lebih terdorong untuk mencicipinya.
5. Biasakan Makan Bersama Keluarga
Anak cenderung meniru kebiasaan orang tuanya, termasuk dalam memilih makanan.
Penelitian menunjukkan anak yang rutin makan bersama keluarga dan melihat orang tua menikmati buah maupun sayuran memiliki kemungkinan lebih besar untuk ikut menyukai makanan sehat tersebut.
6. Bangun Suasana Makan yang Menyenangkan
Para peneliti mengingatkan bahwa memaksa anak menghabiskan makanan bukanlah solusi yang tepat.
Sebaliknya, orang tua dianjurkan menciptakan pengalaman makan yang menyenangkan, misalnya dengan mengajak anak memasak bersama, mengenalkan berbagai bahan makanan, mencium aromanya, hingga membiarkan mereka berinteraksi secara aman dengan makanan.
Cara tersebut dinilai dapat membuat anak lebih terbuka mencoba makanan baru. Para ahli menegaskan bahwa membentuk kebiasaan makan sehat tidak dapat dilakukan secara instan.
Dibutuhkan kesabaran, konsistensi, dan pendekatan yang menyenangkan agar anak perlahan menerima sayuran sebagai bagian dari pola makan sehari-hari.
Dengan strategi yang tepat, kebiasaan makan sayur dapat terbentuk tanpa tekanan sehingga anak memperoleh manfaat nutrisi yang dibutuhkan untuk tumbuh dan berkembang secara optimal. (Ran/Tazkia)
Editor : Yosep Awaludin