RADAR BOGOR – Jakarta tidak hanya dikenal sebagai kota metropolitan, tetapi juga menyimpan banyak destinasi kuliner legendaris. Salah satunya Rumah Makan Ampera 2 Tak.
Berlokasi kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Rumah Makan Ampera 2 Tak telah menjadi langganan para pencinta masakan Sunda, termasuk kreator konten kuliner Tanboy Kun.
Mengusung konsep prasmanan dengan puluhan pilihan lauk khas Sunda, rumah makan yang telah berdiri sejak era 1990-an ini tetap mempertahankan cita rasa autentik dan kualitas sajian yang menjadi daya tarik utama bagi pelanggan dari berbagai daerah.
Konsep Unik 2 Tak, Lauk Digoreng Dua Kali agar Selalu Hangat
Di balik namanya yang unik, ternyata Ampera 2 Tak tidak memiliki kaitan dengan mesin kendaraan bermotor.
Nama tersebut berasal dari metode penyajian makanan yang menjadi ciri khas rumah makan ini.
Seluruh lauk sebenarnya telah dimasak hingga matang. Namun setelah dipilih pelanggan, lauk akan kembali digoreng untuk kedua kalinya sehingga tersaji dalam kondisi hangat, renyah di luar, namun tetap lembut di bagian dalam.
Baca Juga: Film Bila Esok Ibu Tiada Jadi Perbincangan, Kisah Haru Ibu dan Anak Sentuh Hati Penonton
Teknik tersebut menjadi salah satu alasan mengapa kualitas makanan tetap terjaga meski menggunakan konsep prasmanan.
Rumah makan ini mulai beroperasi sejak pukul 08.00 hingga 21.00 WIB dan menawarkan sekitar 40 pilihan lauk yang dapat dipilih sesuai selera.
Tak hanya itu, pelanggan juga dimanjakan dengan fasilitas mengambil sendiri nasi putih, lalapan segar including daun popohan serta sayur asem sepuasnya tanpa dikenakan biaya tambahan.
Tanboy Kun Pilih Beragam Lauk Favorit
Saat berkunjung ke RM Ampera 2 Tak, Tanboy Kun mengaku awalnya berniat makan secukupnya. Namun deretan lauk yang tersaji membuat niat tersebut berubah.
Berbagai menu akhirnya dipilih dalam porsi besar, mulai dari usus sapi (iso), empal sapi, kulit ayam, kulit leher ayam, pete goreng, sotong, hingga paru sapi bacem.
Salah satu menu yang paling mencuri perhatian adalah paru bacem, yang memiliki tekstur empuk dengan bumbu meresap hingga ke bagian dalam sehingga tidak terasa alot saat disantap.
Selain itu, gurame goreng juga menjadi salah satu menu favorit pelanggan karena memiliki tekstur renyah di luar dengan daging yang tetap lembut.
Untuk menikmati hidangan tersebut, Tanboy Kun bersama tim menghabiskan sekitar Rp540 ribu, nominal yang dinilai sepadan dengan banyaknya pilihan lauk dan kualitas rasa yang disajikan.
Sayur Asem Otentik dan Sambal Jadi Andalan
Tidak hanya lauk-pauknya, sayur asem di RM Ampera 2 Tak juga mendapat perhatian khusus.
Berbeda dengan sebagian besar sayur asem yang banyak dijumpai di Jakarta dan cenderung bercita rasa manis, sayur asem di rumah makan ini menghadirkan perpaduan rasa asam, gurih, dan segar yang lebih kuat sehingga terasa lebih autentik.
Baca Juga: Lawan Argentina, Suporter Cape Verde Optimis Vozinha Bisa Redam Lionel Messi
Seluruh lauk berbumbu kuning juga dinilai memiliki cita rasa yang kaya karena bumbu meresap hingga ke serat daging.
Untuk melengkapi santapan, tersedia dua pilihan sambal. Pertama adalah sambal terasi matang yang dapat dinikmati sepuasnya oleh pelanggan.
Sedangkan pilihan kedua berupa sambal dadak yang diulek saat akan disajikan. Sambal ini memiliki tingkat kepedasan yang lebih tinggi dan menjadi favorit bagi penikmat makanan pedas.
Kuliner Sunda Legendaris yang Tetap Bertahan
Bertahan lebih dari 30 tahun bukan perkara mudah bagi sebuah rumah makan. Namun RM Ampera 2 Tak berhasil menjaga eksistensinya berkat konsistensi dalam menyajikan makanan berkualitas, pelayanan yang sederhana namun nyaman, serta cita rasa khas Sunda yang tetap dipertahankan hingga kini.
Dengan puluhan pilihan lauk, konsep penyajian yang unik, serta menu pelengkap seperti sayur asem dan sambal khas, RM Ampera 2 Tak masih menjadi salah satu rekomendasi utama bagi pencinta kuliner Sunda di Jakarta. (Dimas/Unpak)
Editor : Yosep Awaludin