RADAR BOGOR – Kabupaten Majalengka, kembali mencuri perhatian para pencinta kuliner tradisional.
Lewat kreator konten kuliner Nex Carlos, rumah makan di Majalengka bernama Sangu Akel Cigale jadi sorotan berkat sajian khas Sunda yang mempertahankan cara memasak turun-temurun dan menghadirkan menu-menu langka.
Keunikan rumah makan di Majalengka ini tidak hanya terletak pada pilihan hidangannya, tetapi juga pada proses penyajian nasi yang masih mempertahankan tradisi masyarakat Sunda.
Kombinasi cita rasa autentik dan penggunaan bahan pangan lokal menjadikan tempat makan ini sebagai salah satu destinasi kuliner yang banyak diburu wisatawan saat berkunjung ke Majalengka.
Tradisi Ngakel Nasi yang Masih Dipertahankan
Nama Sangu Akel berasal dari istilah "ngakel", yakni proses mendinginkan nasi yang baru matang dengan menggunakan kipas anyaman bambu atau hihid. Pada proses ini, nasi diaduk secara perlahan agar uap panas cepat keluar.
Cara tradisional tersebut dipercaya mampu menghasilkan nasi yang lebih pulen, harum, serta tidak mudah basi.
Baca Juga: Argentina Dibuat Ketar-Ketir oleh Cape Verde, Lolos Dramatis ke 16 Besar
Hingga kini, metode itu tetap dipertahankan sebagai ciri khas rumah makan sekaligus bentuk pelestarian budaya kuliner Sunda.
Suasana rumah makan yang sederhana dan kental dengan nuansa tradisional semakin menambah pengalaman bersantap yang berbeda bagi para pengunjung.
Deretan Menu Langka Khas Majalengka
Salah satu daya tarik utama Sangu Akel Cigale adalah ragam menu tradisional yang menggunakan bahan-bahan lokal yang jarang dijumpai di restoran pada umumnya.
Dalam kunjungannya, Nex Carlos mencicipi beberapa hidangan khas yang menjadi favorit pelanggan.
Menu pertama adalah Pencok Katel, makanan khas Majalengka yang menggunakan pucuk daun kacang kedelai atau daun katel sebagai bahan utama.
Daun muda tersebut diulek bersama sambal terasi dan kencur segar sehingga menghasilkan perpaduan rasa gurih, pedas, sekaligus sensasi renyah yang khas.
Hidangan berikutnya adalah Bunga Belalang, yakni bunga segar yang digoreng menggunakan racikan bumbu khusus hingga teksturnya menjadi sangat renyah.
Nama tersebut diberikan karena bentuk dan kerenyahannya setelah digoreng menyerupai belalang goreng.
Tak kalah unik, tersedia pula Perkedel Beton, yaitu perkedel yang dibuat dari biji nangka atau yang dikenal masyarakat setempat sebagai beton.
Berbeda dari perkedel berbahan kentang, hidangan ini memiliki tekstur lebih padat dengan cita rasa gurih yang menyerupai kacang-kacangan.
Baca Juga: Tak Perlu ke Blok M! Gultik Viral di Bogor Ini Punya Kuah Gurih
Lengkap dengan Lauk Khas Sunda
Selain menu andalan tersebut, rumah makan ini juga menawarkan beragam lauk tradisional Sunda yang menggugah selera.
Pengunjung dapat menikmati bebek goreng berbumbu meresap, ayam bakar khas Majalengka dengan balutan kecap manis, ikan nila yang disiram kuah cobek kencur, ampas tahu atau ampas kecap, hingga iwak wader goreng yang renyah.
Beragam pilihan lauk tersebut semakin melengkapi pengalaman menikmati nasi hangat yang dimasak menggunakan cara tradisional.
Raih Stiker Rekomendasi Asli Enak dari Nex Carlos
Setelah mencicipi berbagai menu yang disajikan, Nex Carlos memberikan apresiasi khusus kepada Sangu Akel Cigale dengan menyematkan stiker "Rekomendasi Asli Enak".
Penghargaan tersebut diberikan karena rumah makan ini dinilai mampu mempertahankan cita rasa autentik, mengolah bahan pangan lokal yang mulai langka, serta tetap menjaga tradisi kuliner Sunda di tengah perkembangan zaman.
Pengakuan dari kreator kuliner tersebut semakin mengukuhkan Sangu Akel Cigale sebagai salah satu destinasi wisata kuliner yang layak dikunjungi saat berada di Kabupaten Majalengka, khususnya bagi pencinta makanan tradisional khas Jawa Barat. (Dimas/Unpak)
Editor : Yosep Awaludin