Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Kisah Inspiratif Sate Jando Galuh Ageng Bogor, Bangkit dari Modal Rp200 Ribu

Yosep Awaludin • Sabtu, 11 Juli 2026 | 13:00 WIB
Menu Sate Jando Galuh Ageung Bogor. (Foto: Kanal Youtube @boengkoes)
Menu Sate Jando Galuh Ageung Bogor. (Foto: Kanal Youtube @boengkoes)

RADAR BOGOR - Wisata kuliner di Kota Bogor kini semakin kaya dengan kehadiran destinasi baru yang menawarkan cita rasa autentik tanpa harus jauh-jauh pergi ke Bandung.

Sate Jando Galuh Ageng, sebuah kedai sate yang terletak di dalam area perumahan yang cukup tersembunyi tidak jauh dari Stasiun Bogor.

Tempat makan ini menawarkan menu andalan berupa sate jando dan sate maranggi dengan perpaduan bumbu maranggi khas Purwakarta serta saus kacang dan sambal oncom khas Bogor. 

Menu ini sukses memikat lidah para pengunjung, termasuk pembuat konten kuliner terkenal dari kanal YouTube @Boengkoes 

Kisah Perjuangan dan Kebangkitan

Di balik kelezatan hidangan yang disajikan, sate ini menyimpan kisah perjuangan yang sangat inspiratif dari pemiliknya, Nurmansah.

Sebelum sukses dengan sate jando, ia sempat membuka usaha kuliner Jepang (yakitori) pada 2023 di kawasan Semeru dan Pandu Raya.

Baca Juga: Digosipkan Sering ke Gunung Kawi, Luna Maya Beri Respon Santai

Namun, usaha tersebut mengalami kebangkrutan total. Dengan sisa modal yang sangat terbatas, yakni Rp200 ribu, Nurmansah memutuskan untuk bangkit pada pertengahan 2024.

Karena modal yang minim, ia memanfaatkan baja ringan bekas sebagai panggangan sate dan hanya mampu membeli seperempat kilogram daging untuk diperkenalkan kepada orang-orang. 

Berkat konsistensi dan bantuan promosi dari para pembuat konten (influencer) di Instagram dan TikTok, usaha sate ini mulai dikenal luas hingga sempat mencatatkan penjualan hingga 2.000 tusuk per hari pada masa puncaknya.

Cita Rasa yang Menggugah Selera

Sate Jando Galuh Ageng menawarkan tekstur jando (lemak susu sapi) yang kenyal, manis, dan gurih dengan bumbu maranggi yang meresap sempurna. 

Keunikan utama dari sate jando di sini adalah metode penyajiannya yang menggabungkan bumbu maranggi dengan siraman bumbu kacang yang kental serta sambal oncom yang gurih dan pedas.

Terdapat dua pilihan ukuran sate yang ditawarkan, yaitu ukuran Alit (kecil) dan ukuran Ageng (besar).

Berdasarkan ulasan, sate jando ukuran Ageng sangat direkomendasikan karena potongan dagingnya yang tebal, padat, dan memberikan kepuasan maksimal dalam setiap gigitan.

Selain sate jando, kedai ini juga menyediakan Sate Maranggi Daging Sapi yang memiliki tekstur daging sangat empuk, meskipun bumbu marangginya cenderung lebih tipis dibandingkan sate jando.
 
Pengunjung dapat menikmati hidangan sate ini dengan nasi putih hangat atau ketan bakar yang gurih.

Lokasi dan Jam Operasional

Sate Jando Galuh Ageng berlokasi di dalam kawasan perumahan yang berjarak tidak jauh dari Stasiun Bogor, Kota Bogor. Kedai ini beroperasi setiap hari tanpa libur, mulai pukul 10.00 hingga 21.00 WIB.

Baca Juga: Aturan Baru Penyaluran Bansos Triwulan 3 2026, Data Penerima PKH dan BPNT Diperketat

Cara pemesanannya pun cukup unik dan teratur, di mana pengunjung mengambil kertas pesanan di kotak biru yang telah disediakan, menuliskan pesanan, lalu menyerahkannya langsung kepada pelayan.

Harga yang ditawarkan di Sate Jando Galuh Ageng tergolong sangat terjangkau untuk ukuran sate dengan kualitas rasa premium:

• Sate Jando/Sapi Porsi Alit (Kecil): Mulai dari Rp24.000 per porsi (isi 10 tusuk).
• Sate Maranggi Jando/Daging Ageng (Besar): Rp60.000 per porsi (isi 10 tusuk) atau sekitar Rp6.000 per tusuk.
• Menu Pelengkap: Tersedia pula varian sate ayam serta pelengkap hidangan seperti ketan bakar dan nasi bakulan untuk bersantap bersama keluarga.(Irsyad/Unpak)

Editor : Yosep Awaludin
#Sate Jando Galuh Ageng #kota bogor #wisata kuliner