RADAR BOGOR – Menikmati ikan lele kini tak lagi harus repot berurusan dengan duri dan kepala.
Sebuah warung makan di kawasan Pondok Labu, Jakarta Selatan, menghadirkan inovasi lele fillet crispy tanpa duri yang sukses menarik perhatian para pencinta kuliner.
Berkat menu unik tersebut, pemilik warung bahkan mampu menjual sekitar 200 porsi setiap harinya.
Berdasarkan tayangan di kanal YouTube Boengkoes, warung bernama Ayam Penyet Pondok Labu memang dikenal menawarkan berbagai pilihan lauk yang menggugah selera.
Meski mengusung nama ayam penyet, salah satu menu yang paling banyak diburu pelanggan justru lele fillet crispy.
Berbeda dengan penyajian lele pada umumnya yang masih utuh lengkap dengan kepala dan durinya, warung ini mengolah ikan lele menjadi fillet yang dibalut tepung renyah sehingga lebih praktis disantap.
Berawal dari Uji Coba pada 2011
Pemilik warung, Reza, menceritakan bahwa ide menghadirkan lele fillet muncul karena ingin menawarkan sesuatu yang berbeda dibanding warung penyetan lainnya.
Menurutnya, banyak pelanggan menyukai lele, tetapi enggan karena harus memisahkan duri saat makan.
"Awalnya kami hanya mencoba menjual sekitar 10 hingga 20 potong pada 2011. Ternyata setiap hari selalu habis. Akhirnya kami memilih membuat variasi lele fillet daripada hanya menjual lele utuh," ujar Reza dalam wawancaranya bersama YouTuber kuliner Boengkoes.
Ia mengakui proses fillet membutuhkan waktu dan tenaga lebih banyak dibanding mengolah lele biasa.
Namun, keputusan tersebut justru menjadi identitas sekaligus daya tarik utama warungnya. "Sekarang justru penjualan lele fillet sudah melampaui lele biasa," ungkapnya.
Saat ini, Ayam Penyet Pondok Labu rata-rata menyiapkan sekitar 200 porsi lele fillet setiap hari untuk memenuhi permintaan pelanggan.
Lele Fillet Crispy dengan Sambal Pedas Jadi Favorit
Satu porsi lele fillet crispy lengkap dengan nasi hangat dibanderol Rp22.000. Daging ikan dibalut tepung renyah sehingga menghasilkan tekstur yang garing di luar namun tetap lembut di bagian dalam.
Konsep penyajiannya sekilas menyerupai fish and chips, tetapi dipadukan dengan cita rasa khas penyetan Indonesia melalui sambal dan kremesan yang menjadi pelengkap utama.
Tak hanya lele fillet, warung ini juga menawarkan menu lain seperti bandeng presto buatan sendiri seharga Rp13.000 tanpa nasi atau Rp18.000 dengan nasi, serta ayam penyet yang juga menjadi favorit pelanggan.
Baca Juga: Sudaryono Bersih-Bersih BGN, Lebih dari 800 Dapur MBG Dibekukan
Sambal penyet racikan warung ini dikenal memiliki sensasi pedas yang kuat tanpa dominasi rasa manis, sehingga banyak digemari pencinta kuliner pedas.
Lokasi dan Jam Operasional
Ayam Penyet Pondok Labu berada di sekitar kawasan Pasar Pondok Labu, Jakarta Selatan.
Warung tersebut melayani pelanggan setiap hari mulai pukul 17.30 hingga 24.00 WIB tanpa hari libur.
Selain dapat dinikmati langsung di lokasi, menu lele fillet crispy juga tersedia melalui layanan pesan antar di aplikasi ojek online sehingga memudahkan pelanggan yang ingin menikmatinya dari rumah. (Irsyad/Unpak)
Editor : Yosep Awaludin