RADAR BOGOR - Sambal tomat dengan terasi ini adalah sambal serbaguna yang bisa menemani berbagai hidangan, mulai dari ayam goreng, nasi dan lauk sehari-hari, hingga ketupat lebaran.
Karena dimasak hingga matang sempurna, sambal ini bisa disimpan sebagai stok di kulkas dan tahan lebih lama.
Tambahan tomat bukan sekadar pelengkap, tomat memberikan rasa segar, tekstur yang menarik, sekaligus menambah volume sehingga hasil akhirnya lebih banyak dengan bahan yang lebih efisien.
Baca Juga: Surga Kuliner Dalam Mal, Batavia Food Festival Harco Glodok Hadirkan Cita Rasa Otentik Khas Jawa
Bahan (untuk 2 jar @250ml):
- 80 gr bawang merah
- 35 gr bawang putih
- 350 gr tomat merah
- 70 gr cabai merah tanjung
- 1 sdm terasi
- 120 gr cabai rawit merah
- 3 lembar daun jeruk
- 100-150 ml minyak goreng
- 50 ml air
- ¾ sdt garam
- 2 sdm gula pasir
- 1 sdt kaldu jamur atau MSG
- 1 buah jeruk limau (opsional, jika langsung disajikan)
Baca Juga: Resep Chicken Mushroom Donkkaseu, Katsu Ayam Jumbo dengan Saus Jamur Gurih ala Korea
Cara Membuat:
- Panaskan minyak goreng dalam wajan. Iris bawang merah dan bawang putih menjadi beberapa bagian agar matang merata, lalu goreng terlebih dahulu hingga harum. Angkat dan sisihkan ke dalam food processor.
- Iris cabai merah tanjung dan belah dua cabai rawit merah sebelum digoreng karena cabai utuh berisiko meledak di minyak panas dan cabai yang diiris lebih cepat lunak. Goreng cabai dengan api kecil hingga layu dan lunak namun tidak gosong. Api kecil juga menjaga warna sambal tetap cerah dan menarik.
Baca Juga: Resep Khanom Krok Pancake Thailand, Kenyal Wangi Pandan yang Lagi Hits di Singapura
- Tambahkan terasi ke dalam food processor bersama bawang yang sudah digoreng. Blender bersama-sama hingga halus, terutama jika menggunakan terasi blok agar tidak mengganggu tekstur sambal. Masukkan juga cabai yang sudah digoreng, lalu blender hingga halus sesuai selera. Menghaluskan semua bahan kecuali tomat membuat sambal mendapatkan teksturnya dari potongan tomat.
- Potong dadu tomat merah tanpa diblender. Tomat yang dipotong dadu akan memberikan tekstur dan tampilan yang lebih menggugah selera. Jika tomat diblender, kandungan airnya yang tinggi akan membuat sambal menjadi terlalu lengket.
- Goreng tomat dalam sisa minyak bekas menggoreng bawang dan cabai tadi dengan api besar karena kandungan air tomat yang tinggi. Terus masak hingga minyak berubah warna menjadi merah dan tomat matang serta harum.
Baca Juga: Bakery Baru di Bogor Ini Langsung Viral, Salt Bread dan Sourdough Mulai Rp11 Ribuan
- Masukkan cabai yang sudah dihaluskan dan daun jeruk ke dalam wajan. Tambahkan garam, gula pasir, dan kaldu jamur atau MSG. Untuk sambal, hindari menggunakan kaldu ayam karena bisa membuat rasanya menjadi kurang pas. Jika tidak ada kaldu jamur, lebih baik gunakan MSG.
- Masak dengan api sedang-kecil, jangan terlalu besar agar tidak gosong. Jika khawatir gosong, tambahkan sedikit air. Untuk sambal yang langsung disajikan, konsistensi bisa lebih encer. Untuk stok, masak lebih lama hingga kandungan airnya berkurang dan minyaknya banyak agar sambal lebih tahan lama.
- Jika sambal akan langsung disajikan, tambahkan perasan jeruk limau untuk kesegaran ekstra. Jika untuk stok di kulkas, lewati langkah ini karena tomat sudah memberikan rasa segar alami.
Baca Juga: Nongkrong Estetik di Nulam Coffee, Tempat Ngopi dengan View Gunung di Bogor Timur
- Dinginkan sambal sebelum dimasukkan ke dalam jar yang sudah disterilkan. Tutup rapat dan simpan di kulkas.
Tips:
Sambal tomat ini tahan 1-2 minggu di kulkas dan 1-2 bulan di freezer jika dimasak dengan benar, yaitu kandungan airnya rendah dan minyaknya cukup banyak.
Jar harus disterilkan dan ditutup rapat agar tidak terkontaminasi selama penyimpanan di kulkas.
Baca Juga: Warkop Pondok Jati Cileungsi, Ngopi Asyik di Tengah Kebun Jati yang Viral
Perbandingan cabai merah dan cabai rawit bisa disesuaikan. Untuk yang suka lebih pedas, perbanyak cabai rawit.
Bawang merah dan bawang putih harus dalam jumlah yang cukup agar aroma sambal keluar sempurna, tidak terlalu banyak maupun terlalu sedikit.***
Editor : Eli KustiyawatiSumber : YouTube Devina Hermawan