Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

4 Kuliner Legendaris Bekasi yang Masih Eksis, Nomor Terakhir Sajikan Buah Langka Nusantara

Yosep Awaludin • Kamis, 2 Juli 2026 | 10:40 WIB
Rekomendasi kuliner di Kota Industri Bekasi. (Foto : YouTube: Rumah Canda Melki)
Rekomendasi kuliner di Kota Industri Bekasi. (Foto : YouTube: Rumah Canda Melki)

RADAR BOGOR – Bekasi tak hanya dikenal sebagai kawasan industri dan kota penyangga Jakarta.

Di balik geliat perkotaannya, Bekasi juga menyimpan beragam kuliner legendaris yang masih bertahan hingga kini.

Mulai dari jajanan tradisional, hidangan khas Sunda, hingga rujak dengan racikan buah-buahan langka, semuanya menjadi daya tarik tersendiri bagi para pencinta wisata kuliner.

Keunikan tersebut diulas dalam program "Bikin Ngiler Jalan-Jalan" di kanal YouTube Rumah Canda Melki.

Dalam penjelajahannya, komedian Melki Bajaj mengajak penonton menelusuri berbagai destinasi kuliner khas Bekasi yang tidak hanya menawarkan cita rasa autentik, tetapi juga menyimpan kisah sejarah dan budaya lokal.

Perjalanan ini membuktikan bahwa di tengah pesatnya pembangunan kota, Bekasi masih mampu menjaga eksistensi kuliner tradisional yang telah menjadi bagian dari identitas masyarakat.

Baca Juga: Resmi! Empat Marketplace Ditunjuk Pungut PPh Pedagang Online, Ini Penjelasan DJP

1. Bakso Tusuk Legendaris

Petualangan kuliner dimulai dari kawasan Mushola Kampung Kincir, lokasi yang dikenal sebagai salah satu tempat syuting sinetron religi legendaris Para Pencari Tuhan (PPT).

Melki Bajaj memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengenang masa ketika dirinya memerankan tokoh Chelsea dalam serial tersebut.

Sebelum berburu makanan utama, ia terlebih dahulu mencicipi bakso tusuk kuah saus kecap yang dijajakan pedagang kaki lima di sekitar lokasi.

Dengan harga sekitar Rp1.000 per tusuk, jajanan sederhana ini menjadi bukti bahwa kuliner kaki lima tetap memiliki tempat di hati masyarakat.

Menariknya, pedagang tersebut diketahui telah menjalankan usahanya sejak sebelum masa pandemi dan masih mempertahankan pelanggan setianya hingga sekarang.

2. Pancong Balap 1, Kuliner Malam Legendaris Bekasi Sejak Era 1980-an

Destinasi berikutnya adalah Pancong Balap 1 yang berada di Jalan Kiai Agus Salim. Kedai yang telah berdiri sejak dekade 1980-an ini dikenal sebagai salah satu ikon kuliner malam di Bekasi dan beroperasi selama 24 jam.

Meski zaman terus berubah, Pancong Balap 1 tetap mempertahankan resep tradisional yang menjadi ciri khasnya.

Menu favorit pengunjung adalah Kue Pancong Setengah Matang, baik varian original maupun yang diberi taburan cokelat.

Dengan harga berkisar Rp5.000 hingga Rp8.000 per porsi, kue pancong tersebut memiliki tekstur lembut di bagian tengah sehingga memberikan sensasi lumer saat disantap.

Rasa gurih berpadu manis alami dari adonan membuatnya semakin nikmat ketika dinikmati bersama secangkir kopi hitam atau teh hangat.

Baca Juga: Belgia Melaju ke 16 Besar Piala Dunia 2026, Comeback Dramatis Usai Hajar Senegal 3-2

3. Pecak Ayam Kampung Jadi Andalan Warung Nasi Haji Ami

Perjalanan berlanjut ke Warung Nasi Khas Sunda Ibu Haji Ami, salah satu rumah makan yang menawarkan konsep prasmanan dengan aneka lauk tradisional khas Sunda.

Selain menyediakan berbagai pilihan menu rumahan, warung ini juga menyajikan sayur tumis jantung pisang yang kini mulai sulit ditemukan di kawasan perkotaan.

Menu unggulan yang paling banyak diburu pelanggan adalah Pecak Ayam Kampung dan Sop Iga Sapi.

Keistimewaan pecak di tempat ini terletak pada penggunaan ayam kampung asli yang menghasilkan tekstur daging lebih padat dan cita rasa gurih alami.

Sementara itu, sambal dadakan yang baru diulek saat pesanan datang menjadi pelengkap utama.

Pengunjung dapat memilih sambal goang dengan atau tanpa terasi yang dipadukan dengan kuah pecak segar sehingga menghasilkan sensasi pedas, gurih, sekaligus menyegarkan.

4. Rujak Kang Gobang, Kuliner Viral dengan Racikan Buah Langka Nusantara

Sebagai penutup, Melki mengunjungi Rujak Kang Gobang di kawasan Jalan Tegal Gede, Kabupaten Bekasi, tidak jauh dari gerbang kawasan industri Jababeka.

Meski baru beroperasi sekitar dua hingga tiga tahun, kedai ini sukses menarik perhatian pecinta kuliner karena menawarkan rujak ulek dengan bahan-bahan yang jarang dijumpai di kota besar.

Satu porsi rujak seharga Rp18.000 berisi aneka buah segar yang dipadukan dengan buah lobi-lobi serta kecombrang atau honje.

Kecombrang yang diulek langsung bersama bumbu kacang menghadirkan aroma khas yang kuat dengan perpaduan rasa asam dan sedikit sepat.

Baca Juga: Main ke PIK Tak Harus Mahal! Ini 10 Destinasi Gratis Buat Jalan Santai dan Berburu Foto

Tekstur bumbu yang masih menyisakan serat alami dari kecombrang memberikan pengalaman menikmati rujak yang berbeda dibandingkan rujak pada umumnya.

Kehadiran buah-buahan langka tersebut menjadi daya tarik utama sekaligus menunjukkan bahwa kuliner tradisional Bekasi masih menyimpan banyak kekayaan rasa yang patut dijelajahi.

Rangkaian perjalanan kuliner ini memperlihatkan bahwa Bekasi bukan hanya menawarkan geliat kawasan industri, tetapi juga memiliki kekayaan kuliner yang mampu memadukan cita rasa tradisional, sejarah, dan inovasi.

Mulai dari jajanan legendaris yang telah bertahan puluhan tahun hingga sajian unik berbahan buah langka Nusantara, semuanya layak menjadi destinasi bagi wisatawan maupun pecinta kuliner yang ingin menikmati sisi lain Kota Bekasi. (Dimas/Unpak)

Editor : Yosep Awaludin
#bekasi #kuliner legendaris #jajanan