Sate Ayam Kak Nabi Bertahan 40 Tahun, Harga Mulai Rp13 Ribu

Yosep Awaludin • Dipublikasikan Sabtu, 8 Agustus 2026 | 10:40 WIB
Tampilan sate ayam dari Warung Sate Ayam Kak Nabi. (Foto: Kanal YouTube Budiono Sukses)
Tampilan sate ayam dari Warung Sate Ayam Kak Nabi. (Foto: Kanal YouTube Budiono Sukses)

RADAR BOGOR – Mencari kuliner malam di Surabaya? di kawasan Sidosermo, terdapat warung sate sederhana yang telah bertahan selama empat dekade dan masih menjadi pilihan warga untuk menikmati sate ayam khas Madura.

Warung tersebut adalah Sate Ayam Kak Nabi, milik pria asal Madura yang telah berjualan di Jalan Sidosermo, tepatnya di seberang Indomaret Fresh/Alfamidi.

Kisah perjalanan kuliner Sate Ayam Kak Nabi tersebut turut diulas oleh seorang konten kreator kuliner melalui kanal YouTube Budiono Sukses. 

Warung sederhana itu menjadi salah satu gambaran bagaimana usaha kuliner tradisional mampu bertahan melewati perubahan zaman.

Jualan Sate Sejak 40 Tahun Lalu

Kak Nabi diketahui telah menjajakan sate ayam khas Bangkalan di kawasan Sidosermo selama sekitar 40 tahun.

Saat pertama kali memulai usaha, kondisi kawasan tersebut masih jauh berbeda dengan sekarang.

Baca Juga: Bunga Citra Lestari Tetap Eksis, Ini Aktivitas Terbarunya di Dunia Hiburan

Jalan di sekitar lokasi warung masih berupa tanah setapak dan belum mendapatkan lapisan aspal.

Meski jumlah pembeli tidak lagi sebanyak masa kejayaannya, ketika penjualan sate bisa mencapai ribuan tusuk dalam sehari, Kak Nabi tetap menjalankan aktivitasnya secara rutin.

Setiap sore, ia masih menyiapkan dan membakar sate dengan penuh ketekunan. Konsistensi itulah yang membuat warung tersebut tetap bertahan hingga sekarang.

Rahasia Sate Ayam Kak Nabi Tetap Empuk

Salah satu daya tarik Sate Ayam Kak Nabi berada pada penggunaan bahan segar dan proses pengolahan yang cukup panjang.

Daging ayam dipotong dalam ukuran yang relatif tebal dan memanjang. Potongan tersebut kemudian dicelupkan ke dalam perpaduan bumbu kacang murni dan kecap manis sebelum dipanggang di atas bara arang batok.

Proses pembakaran tidak dilakukan hanya sekali. Setelah sate mencapai tingkat kematangan awal, daging kembali diolesi kecap manis sebelum dibakar untuk tahap berikutnya.

Teknik tersebut membuat bumbu semakin meresap hingga ke bagian dalam daging sehingga menghasilkan sate dengan cita rasa yang lebih kuat.

Masih Gunakan Kipas Bambu

Di tengah perkembangan teknologi dan peralatan memasak modern, Kak Nabi justru tetap mempertahankan cara tradisional saat membakar sate.

Proses menjaga bara api dilakukan secara manual menggunakan kipas bambu. Teknik sederhana tersebut menjadi bagian dari karakter khas warung sate yang telah dijalankan selama puluhan tahun.

Bumbu kacangnya juga memiliki tekstur yang pekat dengan rasa gurih. Racikan tersebut dibuat tanpa menggunakan campuran gula merah.

Baca Juga: Bansos PKH Tahap 3 Mulai Cair di Bank Mandiri, Bagaimana dengan Bank Himbara Lainnya?

Untuk melengkapi sajian, sate dapat disantap bersama lontong berukuran besar yang dibungkus daun pisang. Sambal dari cabai rawit murni juga tersedia bagi pencinta rasa pedas.

Harga Sate Ayam Kak Nabi Mulai Rp13 Ribu

Selain cita rasa dan proses tradisionalnya, harga menjadi salah satu alasan kuliner ini menarik untuk dicoba.

Satu porsi Sate Ayam Kak Nabi yang berisi 10 tusuk dibanderol Rp13.000. Sementara itu, lontong berukuran besar dan tebal dijual seharga Rp5.000 per lonjor.

Warung sate tersebut buka setiap hari mulai pukul 15.30 WIB hingga malam. Lokasinya menjadi salah satu pilihan warga sekitar yang ingin mencari kuliner malam dengan harga terjangkau.

Kuliner Legendaris Surabaya yang Layak Dicoba

Keberadaan Sate Ayam Kak Nabi memperlihatkan bahwa usaha kuliner sederhana tetap mampu bertahan selama puluhan tahun apabila konsisten menjaga rasa dan kualitas.

Empat dekade perjalanan menjadi bukti panjangnya usaha Kak Nabi mempertahankan sajian sate ayam khas Bangkalan di tengah perkembangan kawasan Sidosermo.

Bagi warga Surabaya maupun wisatawan yang sedang berada di Kota Pahlawan, Sate Ayam Kak Nabi dapat menjadi salah satu pilihan kuliner malam untuk mencicipi sate ayam khas Madura dengan harga yang ramah di kantong.(Angga/Unpak)

Editor : Yosep Awaludin
Sate Ayam surabaya Kuliner Malam