Soto Legendaris Jagakarsa Berdiri Sejak 1963, Semangkuk Mulai Rp17 Ribu

Yosep Awaludin • Dipublikasikan Minggu, 9 Agustus 2026 | 16:00 WIB
Tampilan dua varian menu soto kuah bening dan soto kuah santan dari Warung Soto Bapak Haji Amin Ligut. (Foto: Kanal YouTube Bang Mpin)
Tampilan dua varian menu soto kuah bening dan soto kuah santan dari Warung Soto Bapak Haji Amin Ligut. (Foto: Kanal YouTube Bang Mpin)

RADAR BOGOR – Bagi pencinta kuliner tradisional, ada satu warung soto legendaris di Jagakarsa, Jakarta Selatan, yang menarik untuk masuk daftar kunjungan.

Warung Soto Bapak Haji Amin Ligut telah bertahan lebih dari 60 tahun dan masih mempertahankan cita rasa khas yang menjadi daya tariknya.

Kisah panjang warung tersebut bermula pada 1963. Saat itu, Amin Ligut baru berusia 13 tahun dan sudah mulai berjualan soto dengan cara berkeliling.

Ia membawa dagangannya dengan dipikul dari satu tempat ke tempat lain, melewati kawasan Kampung Kandang, Setu Babakan, hingga lingkungan sekolah di sekitarnya.

Perjalanan puluhan tahun kemudian membawa usaha tersebut memiliki tempat berjualan tetap.

Di usia yang kini mencapai 76 tahun, Pak Amin masih aktif melayani pelanggan secara langsung dengan keramahan yang menjadi bagian dari pengalaman bersantap di warung tersebut.

Baca Juga: Nasi Goreng Orassyid 55 Banda Aceh, Kuliner Malam Ulee Kareng yang Wajib Dicoba

Kisah dan cita rasa Soto Bapak Haji Amin Ligut juga diulas melalui kanal YouTube Bang Mpin yang menyoroti perjalanan kuliner legendaris tersebut.

Dua Pilihan Kuah Soto

Salah satu keistimewaan Soto Bapak Haji Amin Ligut adalah pengunjung dapat memilih jenis kuah sesuai selera.

Tersedia kuah bening dengan rasa segar dan aroma kunyit yang mengingatkan pada karakter soto mi.

Pilihan lainnya adalah kuah santan berwarna kuning dengan tekstur lebih creamy serta rasa gurih yang kuat khas soto Betawi.

Tidak hanya menawarkan pilihan kuah, isian soto juga menjadi daya tarik tersendiri.

Sajian tersebut menggunakan potongan daging sapi yang cukup tebal dan tidak dicampur tetelan.

Daging kemudian disajikan bersama mi kuning, bihun, kentang, serta potongan risol yang memberikan tekstur renyah pada hidangan.

Perpaduan kuah berbumbu dengan daging yang tebal membuat semangkuk soto terasa cukup mengenyangkan.

Buka Sejak Pukul 05.00 WIB

Warung Soto Bapak Haji Amin Ligut juga memiliki waktu operasional yang cukup unik. Kedai tersebut mulai melayani pelanggan sejak pukul 05.00 WIB hingga 16.00 WIB.

Warung buka mulai Sabtu hingga Kamis, sehingga menjadi salah satu pilihan bagi masyarakat yang membutuhkan makanan berkuah hangat pada pagi hari.

Baca Juga: Jangan Asal Servis! 4 Kebiasaan Merawat Motor Ini Justru Bisa Bikin Mesin Rusak

Jam buka yang sangat pagi juga membuat warung ini cocok bagi pekerja malam yang baru menyelesaikan aktivitas maupun masyarakat yang ingin sarapan sebelum memulai pekerjaan.

Harga Soto Mulai Rp17 Ribu

Meski menawarkan potongan daging sapi yang cukup melimpah dan mempertahankan resep yang telah digunakan selama puluhan tahun, harga makanan di warung ini masih relatif terjangkau.

Untuk satu porsi soto mi, pengunjung cukup membayar sekitar Rp17.000. Sementara itu, menu soto daging dengan pilihan kuah bening maupun santan tersedia mulai Rp30.000.

Penggunaan bahan yang segar serta racikan bumbu yang meresap menjadi salah satu alasan warung tersebut tetap memiliki pelanggan setia hingga saat ini.

Bagi pencinta kuliner Nusantara yang sedang mencari makanan tradisional di Jakarta Selatan, Warung Soto Bapak Haji Amin Ligut di Jagakarsa dapat menjadi salah satu pilihan.

Termasuk bagi warga Bogor yang sedang melintas atau memiliki agenda di wilayah Jakarta Selatan, kuliner legendaris yang telah hadir sejak 1963 ini layak dicoba untuk menikmati semangkuk soto dengan kuah gurih dan potongan daging sapi yang tebal. (Angga/Unpak)

Editor : Yosep Awaludin
Jagakarsa soto kuliner tradisional