RADAR BOGOR – Di kawasan Barito, Jakarta Selatan, terdapat warung Soto Betawi yang telah berjualan sejak 1978 dan hingga kini masih mempertahankan sajian khasnya.
Usaha kuliner Soto Betawi tersebut kini dilanjutkan oleh generasi kedua keluarga almarhum Bapak M. Abas.
Meski lokasinya berupa tenda sederhana di tepi jalan dan berada agak tersembunyi di balik trotoar, warung Soto Betawi ini tetap menjadi salah satu tujuan bagi pencinta Soto Betawi.
Daya tarik utamanya terletak pada pilihan isian yang berlimpah. Pengunjung dapat memilih berbagai bagian daging maupun jeroan untuk mengisi semangkuk Soto Betawi sesuai selera.
Pilihan Jeroan Beragam, Bisa Habiskan 30 Kg Sehari
Menu Soto Betawi di warung ini menyediakan berbagai jenis isian. Pilihannya meliputi daging sengkel, sampil tanpa lemak, lidah, hingga aneka jeroan.
Untuk jeroan, tersedia kikil, urat, jantung, limpa, babat, paru, dan usus. Banyaknya pilihan tersebut menjadi salah satu alasan warung ini tetap menarik perhatian pencinta kuliner.
Baca Juga: Daftar Lengkap Kategori Penerima dan Besaran Indeks Bantuan PKH Tahun 2026
Konsumsi jeroannya pun terbilang tinggi. Dalam satu hari, warung tersebut dapat menghabiskan lebih dari 30 kilogram jeroan.
Dari seluruh pilihan tersebut, paru menjadi salah satu yang paling banyak digunakan. Jumlah paru yang dapat dihabiskan dalam sehari mencapai sekitar 15 kilogram.
Selain isiannya yang melimpah, karakter kuah juga menjadi pembeda. Soto Betawi ini menggunakan santan penuh tanpa tambahan susu.
Penggunaan santan dan perpaduan berbagai rempah menghasilkan kuah dengan rasa gurih dan tekstur creamy. Aroma rempah yang kuat juga membuat kuah semakin menggoda selera.
Daging Tebal dan Empuk, Harga Rp37 Ribu Sudah dengan Nasi
Salah satu porsi Soto Betawi yang dicicipi memiliki potongan daging cukup tebal dan jumlah yang melimpah.
Dalam satu mangkuk, sajian tersebut juga dilengkapi kentang, tomat, emping, daun bawang, dan bawang goreng.
Cita rasa kuah dapat dibuat semakin kompleks dengan tambahan sejumlah pelengkap.
Pengunjung bisa menambahkan jeruk limau, kecap, serta sambal goreng sesuai selera.
Tambahan tersebut menghasilkan perpaduan rasa yang semakin kaya. Gurihnya santan berpadu dengan kesegaran jeruk limau, manisnya kecap, serta sensasi pedas dari sambal.
Tekstur daging yang empuk juga menjadi salah satu daya tarik. Potongannya cukup tebal dengan porsi yang mengenyangkan, terlebih ketika dinikmati bersama nasi hangat.
Baca Juga: Kebakaran Hutan di Almeria Spanyol, 14 Orang Meninggal, 5.200 Hektare Lahan Terbakar
Untuk menikmati satu porsi Soto Betawi tersebut, pengunjung cukup membayar Rp37 ribu, dan harga tersebut sudah termasuk nasi.
Dengan sejarah panjang sejak 1978, pilihan daging dan jeroan yang beragam, kuah berbahan santan penuh, serta porsi yang cukup mengenyangkan, warung Soto Betawi ini menjadi salah satu pilihan kuliner legendaris.
Lokasi: Jl. Percetakan II No. 5, RT 5/RW 4, Kramat Pela, Kecamatan Kebayoran Baru, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12130, kawasan Barito.(Dimas/Unpak)
Editor : Yosep Awaludin