Lontong Kupang Ning Astravio, Kuliner Tersembunyi di Gang yang Jadi Langganan Katering Pejabat

Yosep Awaludin • Dipublikasikan Minggu, 16 Agustus 2026 | 11:40 WIB
Lontong Kupang Ning Astravio punya cita rasa khas Sidoarjo dengan harga mulai Rp22 ribu. (Foto : YouTube @NexCarlos)
Lontong Kupang Ning Astravio punya cita rasa khas Sidoarjo dengan harga mulai Rp22 ribu. (Foto : YouTube @NexCarlos)

RADAR BOGOR – Tak perlu jauh-jauh ke Jawa Timur untuk mencicipi lontong kupang khas Sidoarjo.

Di kawasan Kembangan, Jakarta Barat, terdapat warung sederhana yang menyajikan lontong kupang cita rasa khas Jawa Timur meski lokasinya tersembunyi di dalam sebuah gang.

Warung tersebut bernama Lontong Kupang Ning Astravio. Lokasinya berada di seberang kantor JNE Kembangan dan telah beroperasi sejak 2021.

Meski menempati tempat yang sederhana, warung rumahan milik Bang Rio ini ternyata memiliki pelanggan dari berbagai kalangan.

Tak hanya pembeli yang datang langsung, Lontong Kupang Ning Astravio juga menerima pesanan katering untuk sejumlah pejabat dan instansi pemerintah.

Beberapa di antaranya disebut berasal dari Kementerian Agama, DPR, hingga lingkungan kepolisian, termasuk Kapolda.

Baca Juga: Hujan Ekstrem Landa Jepang, Ribuan Penumpang Terjebak di Bandara Naira

Lontong Kupang dengan Baby Kerang dari Pasuruan

Salah satu sajian yang menjadi menu unggulan adalah lontong kupang. Hidangan khas Jawa Timur ini menggunakan kupang atau kerang berukuran kecil yang didatangkan langsung dari Pasuruan.

Dalam penyajiannya, lontong kupang dilengkapi potongan lontong, tahu, lentho berupa gorengan berbahan singkong, serta kuah petis dengan cita rasa yang relatif ringan.

Untuk menambah kenikmatan, hidangan tersebut dapat disantap bersama sate kerang yang memiliki rasa manis.

Jumlah kerang dalam semangkuk lontong kupang juga cukup melimpah sehingga hampir setiap suapan memberikan sensasi gurih dan tekstur khas kupang.

Harga satu porsi lontong kupang dibanderol Rp30 ribu tanpa sate kerang. Sementara jika ditambah sate kerang, harganya menjadi Rp42 ribu.

Lontong Balap Khas Sidoarjo

Selain lontong kupang, Lontong Kupang Ning Astravio juga menyediakan lontong balap yang menjadi salah satu kuliner khas Jawa Timur.

Menu tersebut terdiri dari lontong, toge segar, lentho, serta siraman kuah berbumbu petis khas Sidoarjo.

Karakter petis pada lontong balap terasa lebih menonjol dibandingkan pada lontong kupang.

Namun, cita rasa keseluruhannya tetap dibuat ringan dan tidak terlalu kuat sehingga bumbu tidak mendominasi rasa bahan lainnya.

Seporsi lontong balap tanpa sate kerang dibanderol mulai Rp22 ribu. Jika ingin menambahkan sate kerang, pengunjung perlu membayar sekitar Rp32 ribu.

Baca Juga: 70 Alumni USU Penulis Buku Berkumpul di Jakarta, Book Party AUJP Jadi Ajang Berbagi Ilmu

Tahu Tek Telur Jadi Menu Favorit

Menu lain yang tak kalah menarik adalah tahu tek telur. Sajian ini terdiri atas tahu, telur dadar, lontong, toge, serta kerupuk.

Seluruh bahan kemudian disiram dengan racikan bumbu kacang yang dipadukan dengan petis dan kecap.

Kombinasi tersebut menghasilkan rasa yang dinilai cukup seimbang, dengan bumbu yang tidak terlalu mendominasi.

Menu tahu tek telur bahkan menjadi pilihan favorit YouTuber kuliner Nex Carlos ketika berkunjung ke warung tersebut.

Untuk menikmati satu porsi tahu tek telur, pengunjung cukup mengeluarkan biaya sekitar Rp26 ribu.

Berawal dari Rumah Kontrakan

Perjalanan Lontong Kupang Ning Astravio dimulai dari sebuah rumah kontrakan pada 2021.

Dari tempat sederhana yang berada di dalam gang, usaha Bang Rio perlahan berkembang dan dikenal oleh pelanggan dari berbagai latar belakang.

Selain melayani konsumen yang datang langsung, warung tersebut juga mengembangkan layanan katering.

Pesanannya bahkan telah menjangkau sejumlah pejabat dan instansi pemerintahan.

Baca Juga: Resep Risoles Mayo Isi Smoked Beef Keju, Lembut dan Creamy

Meski sudah memiliki pelanggan tetap, Bang Rio masih memiliki keinginan untuk mengembangkan usahanya.

Ke depan, ia berharap dapat menyewa atau membuka kedai yang berada di tepi jalan utama.

Lokasi yang lebih strategis diharapkan membuat pelanggan lebih mudah menemukan warung tersebut tanpa harus masuk ke gang.

Langkah tersebut sekaligus menjadi harapan agar Lontong Kupang Ning Astravio semakin dikenal masyarakat dan mampu memperkenalkan kuliner khas Jawa Timur, khususnya Sidoarjo, kepada lebih banyak pencinta kuliner di Jakarta. (Dimas/Unpak)

Editor : Yosep Awaludin
Lontong kupang sidoarjo jawa timur