RADAR BOGOR – Karawang tak hanya dikenal sebagai daerah industri, tetapi juga memiliki kekayaan kuliner tradisional yang masih bertahan hingga kini.
Salah satunya Sangtau, hidangan legendaris berbahan nasi dan tahu yang telah dijajakan sejak era 1980-an. Kuliner unik ini berada di kawasan Jalan Tuparev, Kota Karawang.
Meski lokasinya tersembunyi di dalam gang, Sangtau tetap menjadi salah satu kuliner tradisional yang menarik untuk dicoba. Informasi mengenai kuliner tersebut dilansir dari kanal YouTube @NexCarlos.
Sangtau, Perpaduan Sangu dan Tahu
Nama Sangtau ternyata berasal dari bahasa Sunda. Istilah tersebut merupakan gabungan dari kata sangu yang berarti nasi dan tahu.
Dalam penyajiannya, nasi atau ketupat dipadukan dengan tahu bertekstur sangat lembut.
Hidangan tersebut kemudian disiram menggunakan bumbu kacang khas yang menjadi salah satu daya tarik utamanya.
Baca Juga: 319 Ormas Terdata di Kota Bogor, Kesbangpol Temukan Banyak yang tak Lagi Beraktivitas
Bumbu kacang untuk Sangtau dibuat melalui proses yang cukup berbeda. Kacang terlebih dahulu disangrai, kemudian kulitnya dikupas sebelum diolah menjadi bumbu.
Proses tersebut menghasilkan bumbu kacang dengan cita rasa gurih yang khas dan memberikan karakter berbeda dibandingkan bumbu kacang pada umumnya.
Sudah Eksis Sejak 1980-an
Kuliner Sangtau di Karawang bukanlah usaha baru. Warung tersebut telah berdiri sejak 1980-an dan saat ini sudah dikelola oleh generasi kedua, yakni Ibu Iyah.
Usaha kuliner ini pada awalnya dirintis oleh sang nenek yang kemudian diteruskan kepada generasi berikutnya.
Dahulu, penjual Sangtau berjualan di tepi jalan raya. Namun, lokasi tersebut kemudian dipindahkan ke sebuah gang sempit di samping Toko Nusantara Karawang setelah adanya penataan ketertiban umum serta masukan dari pemilik toko di sekitar lokasi.
Karena berada di tempat yang cukup tersembunyi, warung Sangtau tersebut bahkan belum tercantum di peta digital.
Pengunjung yang ingin mencarinya biasanya menjadikan toko-toko di sekitar lokasi sebagai patokan agar lebih mudah menemukan warung legendaris tersebut.
Tak Hanya Sangtau, Ada Gulai Tangkar hingga Ayam Goreng
Selain menu utama berupa Sangtau, warung ini juga menawarkan sejumlah lauk dan makanan pendamping.
Salah satunya adalah ayam goreng kunyit yang memiliki cita rasa gurih dan asin. Ada pula telur asin serta perkedel jagung yang bisa menjadi pelengkap makanan.
Menu lain yang tak kalah menarik adalah gulai tangkar. Hidangan berkuah ini berisi bagian urat dan sengkel sapi yang dimasak hingga memiliki tekstur empuk.
Baca Juga: Bansos BPNT Tahap 3 Kembali Cair Lewat KKS BNI, Kali Ini Giliran Daerah-daerah Ini
Beragam pilihan tersebut membuat pengunjung bisa menyesuaikan menu sesuai selera, baik untuk menikmati Sangtau maupun mencoba lauk lainnya.
Harga Mulai Rp2.000
Meski merupakan kuliner tradisional yang telah bertahan selama puluhan tahun, harga makanan di warung ini masih cukup terjangkau.
Satu porsi Sangtau dibanderol Rp15.000, sedangkan satu mangkuk gulai tangkar juga dihargai Rp15.000.
Untuk makanan pendamping, harga perkedel jagung hanya sekitar Rp2.000, telur asin Rp5.000, dan ayam goreng kunyit Rp10.000 per potong.
Warung Sangtau tersebut buka setiap hari mulai pukul 08.00 WIB hingga 12.00 WIB.
Namun, pembeli sebaiknya datang lebih awal karena makanan kerap habis sebelum jam operasional berakhir, terutama ketika jumlah pengunjung sedang ramai.
Keberadaan Sangtau menjadi salah satu gambaran bagaimana kuliner tradisional Karawang mampu bertahan lintas generasi.
Meski lokasinya tersembunyi di sebuah gang sempit dan belum banyak diketahui masyarakat luas, cita rasa serta sejarah panjangnya membuat kuliner ini layak masuk daftar buruan bagi pencinta makanan tradisional. (Irsyad/Unpak)
Editor : Yosep Awaludin