Mengenal Sosok Nancy, Perempuan di Balik Aroma Kopi Bah Sipit, Kopi Legendaris dari Bogor

Muhamad Rifki Fauzan • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:31 WIB
Nancy generasi ketiga Kopi Bah Sipit, kopi legendaris asal Bogor. (Fauzan/Radar Bogor)
Nancy generasi ketiga Kopi Bah Sipit, kopi legendaris asal Bogor. (Fauzan/Radar Bogor)

RADAR BOGOR - Kopi Bah Sipit nama yang tak lagi asing terdengar, usaha yang didirikan oleh Yoe Hong Keng itu sudah menjadi bagian dari sejarahnya Kota Bogor.

Kopi Bah Sipit berdiri sejak 1925, meski kini menjamur kedai-kedai kopi kekinian, tetapi eksistensinya tak pernah surut dan lekang dimakan zaman.

Di balik kesuksesan Kopi Bah Sipit, terdapat sosok penting yang terus konsisten melakukan berbagai inovasi, guna merawat kehangatan aroma kopinya.

Dia adalah Nancy Wahyuni, ibu tiga anak itu merupakan generasi ketiga yang kini memegang kendali penuh atas eksistensi Kopi Bah Sipit di tanah air.

Nancy sendiri lahir pada Mei 1978 silam, sejak kecil, aroma kopi sudah sangat akrab menyapa hidungnya tetapi dibenaknya tidak pernah tebesit meneruskan usaha itu.

Baca Juga: Kopi Bah Sipit Sudah Ada Sejak 1925, Kopi Legendaris dan Tertua di Kota Bogor yang Kini Berusia 100 Tahun Berikut Sejarah dan Perjalanannya

Ia lebih pilih menempu jalan hidupnya sendiri, hobi menggambar Nancy justru lebih membuatnya tertarik pada dunia arsitektur.

“Saya tidak suka ekonomi, jadi saya kuliah pilih di jurusan teknik sipil, tidak nyambung emang dengan kondisi saya sekarang,” terang Nancy kepada Radar Bogor.

Latar belakang pendidikannya itu membuat Nancy semula bergelut dalam dunia development cluster rumah selama belasan tahun.

Kariernya dalam menggeluti usaha tersebut cukup moncer tetapi kondisi itu justru tidak membuatnya nyaman dan Nancy seolah ditarik untuk melanjutkan bisnis keluarga.

“Kalau dulu masih berkeras hati karena masih mau mencoba banyak hal, jadi kayak masih punya ego pribadi lah ya,” ujar Nancy.

Nancy baru memgang kuasa atas bisnis Kopi Bah Sipit sejak tahun 2020 silam dan menjalankan bisnis yang sudah lekat dengan warga Kota Bogor bukan hal mudah.

Banyak hal yang kerap mengancam tokonya untuk gulung tikar, baik internal maupun eksternal, alapagi industri kopi kini kian menjamur.

Kondisi itu seperti halnya yang terjadi pada lima tahun silam, Kopi Bah Sipit nyaris bangkrut, ini disebabkan karena sang ayah sebagai generasi penerus kedua mengalami sakit yang cukup parah.

“Ayah saya mulai sakit, ibu saya nemenin ayah, 2020 lalu hampir juga tidak ada yang meneruskan saat itu akhirnya saya merasa terpanggil untuk meneruskan, sayang banget kalau tidak banyak warga Bogor yang suka,” terang Nancy.

Kemurnian kopi yang disajikan pada bungkus Kopi Bah Sipit membuat penikmatnya enggan berpaling dan ini menjadi kunci rahasia bisnis tersebut tetap berjalan hingga saat ini.

Nancy menuturkan sajian Kopi Bah Sipit tidak menggunakan bahan campuran, sektor itulah yang dari awal berdiri sampai sekarang tetap dipertahankan.

“Yang berubah paling kemasannya aja, kalau dulu pakai kertas sekarang kami sudah menggunakan kemasan premium karena ini menjaga kesegaran kopi,” ucap Nensih.

Tidak hanya pada kemasan, strategi penjualan juga mengalami pengembangan, dulu Kopi Bah Sipit hanya dijual dari warung klontong, tapi sekarang sudah disediakan tempat untuk para pembeli menikmati langsung.

“Kemudian kami juga sudah mulai menjajaki penjualan lewat digital, kami aktif menjual kopi lewat online-online shop, beruntung industri kopi saat ini kembali berkembang pesat yah,” pungkasnya. (bay)

Editor : Eka Rahmawati
Nancy bogor Kopi Bah Sipit