RADAR BOGOR - Jajanan tradisional mulai kembali dilirik di tengah menjamurnya kuliner kekinian. Salah satunya Colenak Khas Bogor yang kini dikenalkan Harca.
Pemilik Harca, Heni mengatakan, colenak merupakan makanan khas Sunda yang berarti “dicocol enak”. Namun, Colenak Khas Bogor memiliki sajian yang berbeda.
“Kalau di Bandung, colenak dibuat dari tape yang dipanggang atau dibakar, lalu dikasih kuah gula merah yang kental sama sangrai kelapa. Nah, untuk versi Bogor ini, kita pakainya tape sama pisang,” kata Heni.
Baca Juga: Festival Kopi Legendaris Kembali Hadir pada FMP 2026, Jadi Ajang Nostalgian Kuliner di Kota Bogor
Colenak Khas Bogor menggunakan tape dan pisang yang dipanggang, kemudian ditaburi kelapa kukus dan disiram kuah gula merah serta santan. Satu porsi colenak tersebut dibanderol Rp15 ribu.
Usaha Harca sendiri baru berjalan sekitar lima bulan. Heni mengatakan, pemasaran dilakukan dengan memanfaatkan sejumlah kanal, mulai dari penjualan langsung di Surken, mengikuti event dan bazar, hingga pemasaran secara online.
“Kita sebenarnya ada booth di Suryakencana. Selain itu, kita rajin ikut event atau bazar kayak gini, terutama yang temanya sesuai seperti makanan jadul. Kita juga jualan secara online dan mengenalkan ke teman-teman,” ujarnya.
Heni menilai, pemasaran melalui event menjadi salah satu cara untuk mengenalkan kembali colenak kepada generasi muda. Sebab, tidak sedikit masyarakat yang sudah jarang menemukan jajanan tradisional tersebut.
Hal itu terlihat dari respons pengunjung saat mencicipi Colenak Khas Bogor di event Festival Kopi Legndaris. Sejumlah pembeli bahkan mengaku baru mengetahui bahwa colenak masih dijual di Kota Bogor.
“Alhamdulillah Tadi sampai ada yang bilang, ‘Emang ada ya?’ Berarti kan memang sudah jarang banget yang jual. Ada juga yang nanya, ‘Emang colenak di Bogor ada?’ Saya jawab ada di Surken,” ungkapnya.
Animo tersebut turut berdampak pada penjualan Harca. Dalam satu kegiatan, sekitar 40 porsi colenak telah terjual sejak persiapan dilakukan pada pagi hari.
“Tadi kita datang sekitar jam 8 pagi untuk persiapan. Sampai saat ini sudah habis sekitar 40 porsi. Penjualannya alhamdulillah bagus banget,” pungkasnya. (bay)
Editor : Eka Rahmawati