Sate dan Gule Matuh, Kuliner Legendaris Sejak 1970-an dengan Sate Domba Empuk

Yosep Awaludin • Dipublikasikan Minggu, 30 Agustus 2026 | 08:00 WIB
Sate domba Garut legendaris sejak 1970-an. (Foto : YouTube Nex Carlos)
Sate domba Garut legendaris sejak 1970-an. (Foto : YouTube Nex Carlos)

RADAR BOGOR – Jika berkunjung ke Garut, Jawa Barat, wisata kuliner menjadi salah satu pengalaman yang sayang untuk dilewatkan.

Selain kaya akan cita rasa khas Sunda, daerah ini juga memiliki sejumlah tempat makan legendaris yang mampu bertahan hingga puluhan tahun.

Salah satunya adalah Sate dan Gule Matuh, rumah makan yang dikenal dengan sajian sate dan gulai berbahan dasar domba khas Garut.

Nama “Matuh” diambil dari bahasa Sunda yang memiliki arti “tetap”. Penyebutan tersebut menjadi gambaran perjalanan usaha kuliner ini yang sejak pertama kali berdiri tetap menempati lokasi yang sama.

Berjualan Sejak Era 1970-an

Sate dan Gule Matuh diketahui telah melayani pelanggan di tempat yang sama sejak era 1970-an.

Lebih dari setengah abad menjalankan usaha, rumah makan tersebut masih mempertahankan menu utama berupa sate dan gulai domba sebagai sajian andalannya.

Baca Juga: Kabar Gembira, Sejumlah KPM Bakal Cair Dobel Bansos hingga Rp1,5 Juta di Tahap 3 2026

Konsistensi rasa dan menu yang dipertahankan selama puluhan tahun membuat Sate dan Gule Matuh memiliki pelanggan dari beragam latar belakang.

Rumah makan ini bahkan disebut kerap dikunjungi sejumlah tokoh, pejabat, hingga orang-orang yang berkaitan dengan dunia sepak bola.

Sate Domba Garut dengan Dua Pilihan Bumbu

Salah satu menu yang menjadi favorit pengunjung adalah Sate Domba Garut.

Potongan daging domba ditusuk kemudian dibakar sampai matang sehingga menghasilkan aroma khas sate yang menggugah selera.

Untuk menikmati sate tersebut, pelanggan bisa memilih dua pilihan bumbu, yakni bumbu kecap atau bumbu kacang.

Daging dombanya dikenal memiliki tekstur yang lembut dengan rasa gurih. Selain itu, aroma prengus pada daging relatif tidak terlalu kuat sehingga membuat sate lebih nyaman untuk disantap.

Gulai Domba dengan Kuah Santan Gurih

Tidak hanya sate, Sate dan Gule Matuh juga menyediakan gulai domba sebagai pilihan menu lainnya.

Gulai tersebut berisi perpaduan daging dan jeroan domba yang disajikan bersama kuah santan bercita rasa gurih.

Meski menggunakan santan, kuah gulainya disebut tidak terlalu kental atau creamy. Karakter tersebut membuat kuah terasa lebih ringan ketika disantap.

Sebelum dimasak menjadi gulai, daging domba terlebih dahulu direbus sehingga menghasilkan tekstur yang empuk.

Baca Juga: Ada Pencairan Ganda Bansos PKH BPNT Tahap 3, Nominal Bisa Rp1,3 Juta

Kombinasi daging, jeroan, dan kuah santan gurih menjadikan gulai domba ini cocok dinikmati bersama sate.

Harga Sate dan Gulai Mulai Rp55 Ribu

Bagi yang ingin mencicipi kuliner legendaris tersebut, harga makanan di Sate dan Gule Matuh masih berada pada kisaran puluhan ribu rupiah.

Satu porsi sate campur lemak dibanderol sekitar Rp55.000. Sementara sate polos yang menggunakan daging sepenuhnya ditawarkan dengan harga sekitar Rp65.000 per porsi.

Adapun satu porsi gulai domba dibanderol sekitar Rp55.000.

Sate dan Gule Matuh berlokasi di Jalan Cimanuk Nomor 229, Paminggir, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Rumah makan ini melayani pelanggan setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 17.00 WIB.

Dengan usia usaha yang telah melewati lima dekade, Sate dan Gule Matuh bisa menjadi salah satu pilihan bagi pencinta kuliner Sunda. (Dimas/Unpak)

Editor : Yosep Awaludin
sate kuliner legendaris garut