RADAR BOGOR - Perkedel biasanya identik dengan bahan dasar kentang, namun kali ini ada variasi menarik menggunakan umbi kimpul.
Kimpul sendiri merupakan jenis umbi-umbian yang di beberapa daerah juga dikenal dengan sebutan bote yang kini sedang viral di media sosial.
Perkedel kimpul ini punya keunikan tersendiri, yaitu bagian luarnya renyah dan bisa membentuk tekstur seperti renda atau lace, mirip seperti gorengan wu gok dim sum, sementara bagian dalamnya tetap lembut dan pulen.
Cocok dinikmati sebagai camilan begitu saja, atau sebagai pendamping soto maupun sop.
Baca Juga: Up2Date Signature Bogor Hadir dengan Konsep Baru, Ada Area Kids Friendly dan Private Wedding
Berikut bahan dan cara membuatnya untuk 12 sampai 15 potong perkedel kimpul ala Chef Devina Hermawan.
Bahan:
- 500 gram kimpul
- 4 siung bawang putih
- 5 siung bawang merah
- 1/4 sendok teh kunyit bubuk (opsional, hanya untuk warna)
- 1 sendok teh garam
- 1/2 sendok teh gula pasir
- 1 sendok teh kaldu jamur
- 1/4 sendok teh merica
- 50 sampai 100 ml air
- 1 batang daun bawang
- 1 batang seledri
- Minyak secukupnya untuk menggoreng
Baca Juga: Kolato Bogor Pindah ke Jalan Dadali, Punya Tap Bar Minuman hingga Area DIY Yeppo
Cara Membuat:
Pertama, rebus kimpul dalam keadaan utuh bersama kulitnya hingga benar-benar matang. Merebus dalam keadaan utuh bertujuan agar kimpul tidak terlalu basah saat dihaluskan nanti.
Perlu diperhatikan, kimpul mengandung kristal kalsium oxalat yang bisa menyebabkan gatal di tenggorokan apabila belum benar-benar matang, sehingga pastikan proses merebus dilakukan dengan air yang cukup hingga kimpul benar-benar empuk.
Sebagai alternatif, kimpul juga bisa dikukus, namun sebelumnya perlu direndam dalam air garam terlebih dahulu untuk menghilangkan getahnya.
Baca Juga: Red Barn Sukamakmur, Tempat Kuliner Bernuansa Eropa dengan Panorama Perbukitan Bogor
Setelah matang dan empuk, diamkan kimpul sebentar hingga cukup dingin untuk dipegang, lalu kupas kulitnya.
Selanjutnya, iris kasar bawang putih dan bawang merah, lalu tumis hingga harum dan layu. Bumbu ini penting untuk memberikan aroma, mengingat kimpul sendiri memiliki rasa dan aroma yang cenderung netral atau hambar.
Ulek atau haluskan bawang yang sudah ditumis bersama kunyit bubuk, garam, gula pasir, kaldu jamur, dan merica hingga menjadi bumbu halus.
Haluskan kimpul selagi masih dalam keadaan hangat agar lebih mudah lembut, karena jika sudah dingin teksturnya akan lebih keras dan sulit dihaluskan.
Baca Juga: Kafein Ciapus, Spot Nongkrong Lengkap dengan Harga Mulai 15 Ribuan
Kimpul bisa dihaluskan menggunakan ulekan maupun langsung di dalam mangkuk.
Campurkan kimpul yang sudah halus dengan bumbu halus tadi, lalu tambahkan air sedikit demi sedikit sambil terus diaduk hingga mendapatkan tekstur adonan yang pas, tidak terlalu padat namun juga tidak terlalu encer.
Takaran air perlu disesuaikan tergantung cara memasak kimpul sebelumnya. Jika direbus dalam keadaan utuh dengan kulit, teksturnya cenderung lebih kering sehingga aman dari risiko hancur.
Namun jika kimpul direbus dalam keadaan sudah dipotong-potong, biasanya kandungan airnya lebih banyak, sehingga bisa disiasati dengan menambahkan sedikit tepung terigu agar teksturnya tetap pas.
Baca Juga: Jus Antara, Tempat Nongkrong Murah dan Sehat Baru di Sukaraja Cibinong
Setelah adonan tercampur rata, masukkan irisan daun bawang dan seledri, aduk hingga merata ke seluruh adonan.
Selain menambah aroma, campuran ini juga membuat tampilan perkedel menjadi lebih menarik.
Bentuk adonan menjadi bulatan pipih menggunakan tangan, atau bisa dibantu dengan scoop es krim agar ukurannya lebih seragam.
Panaskan minyak goreng hingga benar-benar panas, kemudian goreng perkedel hingga berwarna golden brown.
Baca Juga: Kenzo Kitchen Sentul, Bakmi Ayam Kampung Otentik yang Selalu Dicari
Perlu diperhatikan, minyak yang kurang panas bisa menyebabkan perkedel mudah hancur saat digoreng.
Selama proses menggoreng, bagian luar perkedel akan membentuk tekstur berenda yang renyah, sementara bagian dalamnya tetap lembut karena sebenarnya kimpul sudah matang sejak proses perebusan di awal.
Setelah berwarna golden brown dan matang sempurna, angkat dan tiriskan perkedel kimpul dari minyak.
Sajikan selagi hangat sebagai camilan, atau sebagai pelengkap hidangan berkuah seperti soto dan sop.
Baca Juga: Festival Kuliner Pecinan Viral Vol. 2 Hadirkan 60 Tenant dan 300 Menu, Catat Jadwalnya
Bagi yang ingin menyimpan perkedel untuk dimasak nanti, adonan yang belum digoreng bisa disimpan terlebih dahulu di dalam kulkas atau freezer, tinggal digoreng kapan saja saat ingin disantap.
Perkedel kimpul ini punya tekstur yang cukup berbeda dibandingkan perkedel kentang pada umumnya.
Jika perkedel kentang cenderung memiliki tekstur agak berpasir dan mudah pecah, perkedel kimpul justru terasa pulen dengan sedikit kekenyalan, sehingga setiap gigitannya terasa lebih padat namun tetap lembut.
Perpaduan aroma bawang, daun bawang, dan seledri membuat rasa hambar dari kimpul menjadi lebih gurih dan menggugah selera, cocok dinikmati kapan saja bersama keluarga.***
Editor : Eli KustiyawatiSumber : YouTube Devina Hermawan