RADAR BOGOR - Indonesia memiliki varietas durian lokal, dengan karakter yang menarik untuk dikenal lebih luas.
Salah satunya adalah Durian Nanga, durian asal Sebatik, Kalimantan Utara, yang menawarkan perpaduan rasa manis, tekstur pulen, hingga porsi daging buah yang tergolong tinggi.
Berdasarkan laman Kementerian Pertanian, varietas ini telah didaftarkan pada 2015.
Dengan bobot buah sekitar 1,5-2 kilogram, Durian Nanga memiliki ukuran yang relatif praktis untuk dinikmati, tetapi tetap menyimpan keunggulan yang membuatnya menarik bagi pencinta durian maupun pekebun.
Daging Berwarna Tembaga Jadi Ciri Khas
Salah satu hal yang langsung mencuri perhatian dari Durian Nanga adalah warna daging buahnya.
Jika umumnya daging durian identik dengan warna putih kekuningan hingga kuning, Durian Nanga memiliki warna tembaga yang kental.
Baca Juga: 88 Seoul Bandung, Korean Dining Set Halal dengan Konsep Satu Tray Lengkap
Tampilan tersebut, memberikan karakter tersendiri ketika buah dibelah.
Namun, daya tariknya bukan hanya pada warna.
Daging Durian Nanga memiliki cita rasa manis dengan tekstur yang padat dan pulen.
Seratnya juga relatif sedikit sehingga memberikan sensasi yang lebih lembut saat disantap.
Kombinasi rasa dan tekstur tersebut menjadi salah satu keunggulan yang membuat Durian Nanga patut diperhitungkan sebagai salah satu varietas durian lokal dari Kalimantan Utara.
Bijinya Kempes, Daging Buahnya Lebih Banyak
Keistimewaan lain terdapat pada bagian bijinya. Durian Nanga memiliki biji yang kempes, sehingga ruang yang biasanya digunakan untuk biji dapat lebih banyak diisi oleh daging buah.
Hal ini semakin menarik jika melihat persentase bagian buah yang bisa dimakan. Porsi edible atau bagian yang dapat dikonsumsi dari Durian Nanga mencapai sekitar 49-51 persen.
Baca Juga: E20 Segera Disiapkan, Apa Bedanya dengan Pertamax Green 95?
Angka tersebut tergolong tinggi.
Dengan kata lain, hampir separuh dari bobot buah dapat dinikmati sebagai daging durian.
Karakter tersebut tentu menjadi nilai tambah tersendiri, terutama bagi konsumen yang menginginkan durian dengan porsi daging lebih banyak.
Bobot 1,5-2 Kilogram dan Produktivitas Menjanjikan
Dari sisi ukuran, buah Durian Nanga memiliki bobot sekitar 1,5-2 kilogram.
Ukuran ini cukup ideal bagi konsumen yang mencari buah dengan ukuran tidak terlalu besar.
Sementara bagi pekebun, produktivitas tanaman menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan potensi sebuah varietas.
Durian Nanga memiliki tingkat produksi sedang hingga tinggi, sehingga berpeluang untuk dikembangkan sebagai tanaman buah bernilai ekonomi.
Tentu, produktivitas di lapangan tetap dipengaruhi oleh kondisi lingkungan, perawatan tanaman, serta kesesuaian lahan dengan kebutuhan tumbuh durian.
Potensi Durian Lokal dari Sebatik
Durian Nanga menjadi salah satu contoh kekayaan varietas durian lokal Indonesia yang berasal dari wilayah perbatasan.
Sebatik, Kalimantan Utara, ternyata menyimpan varietas dengan karakter buah yang cukup unik.
Warna daging tembaga, rasa manis, tekstur padat dan pulen, biji kempes, serta porsi edible yang bisa mencapai 51 persen menjadi kombinasi yang menarik.
Baca Juga: Apa Sebab Bansos PKH BPNT Tidak Cair Tiap Triwulanan? Kemensos Buka Jalur Sanggah
Dengan karakter tersebut, Durian Nanga tidak hanya memiliki daya tarik bagi penikmat buah, tetapi juga menyimpan potensi untuk dikembangkan lebih luas.
Keberadaan varietas ini sekaligus menunjukkan bahwa eksplorasi durian lokal Indonesia masih menyimpan banyak kejutan.
Di balik setiap daerah, ada varietas dengan karakter berbeda yang berpotensi menjadi kekayaan buah unggulan Nusantara. (*)
Editor : Siti Dewi Yanti