Hari Hari Pasar Swalayan, Tempat Berburu Jajanan Legendaris yang Bertahan Sejak 1989

Yosep Awaludin • Dipublikasikan Rabu, 7 Oktober 2026 | 09:20 WIB
Beragam jajanan pasar tersedia di Hari Hari Pasar Swalayan dengan pilihan kue tradisional yang bisa menjadi teman bersantai maupun dibawa pulang. (Foto : TikTok @anharjalanjalan)
Beragam jajanan pasar tersedia di Hari Hari Pasar Swalayan dengan pilihan kue tradisional yang bisa menjadi teman bersantai maupun dibawa pulang. (Foto : TikTok @anharjalanjalan)

RADAR BOGOR – Jajanan pasar tradisional ternyata masih memiliki tempat tersendiri di tengah maraknya minimarket, supermarket modern, hingga toko kue kekinian.

Salah satu tempat yang masih mempertahankan daya tarik tersebut adalah Hari Hari Pasar Swalayan, swalayan yang telah lama dikenal warga Jakarta.

Selain menyediakan berbagai kebutuhan sehari-hari, Hari Hari juga menjadi salah satu tempat yang menarik bagi pencinta jajanan pasar.

Beragam kue tradisional masih dapat ditemukan dan tersusun rapi di dalam etalase toko.

Keberadaan Hari Hari sendiri memiliki sejarah panjang. Nama swalayan tersebut berkaitan dengan sosok Hari Darmawan, yang sebelumnya dikenal luas sebagai pendiri Matahari Department Store.

Setelah bisnis Matahari berpindah kepemilikan akibat krisis moneter yang terjadi pada 1997-1998, Hari Darmawan kembali membangun bisnis ritel melalui PT Griya Pesona Mentari.

Baca Juga: KPM Terblokir Bansos Bisa Pulih, Ini Proses Setelah Sanggahan Diterima

Perusahaan tersebut kemudian mengembangkan jaringan swalayan yang dikenal masyarakat dengan nama Hari Hari Pasar Swalayan.

Berdiri Sejak 1989

Perjalanan Hari Hari Pasar Swalayan dimulai ketika gerai pertamanya dibuka pada 25 November 1989.

Gerai perdana tersebut berlokasi di Lantai 1 Lokasari Plaza, Jakarta Barat. Dari satu gerai, jaringan Hari Hari kemudian berkembang dan membuka sejumlah cabang di wilayah Jabodetabek.

Beberapa lokasi yang pernah menjadi bagian dari jaringan Hari Hari di antaranya ITC Roxy Mas, Kalideres, Duta Harapan Indah, ITC Fatmawati, hingga kawasan Bekasi dan Bintaro.

Selama bertahun-tahun, Hari Hari tidak hanya menawarkan kebutuhan rumah tangga.

Berbagai produk segar hingga barang elektronik juga tersedia untuk memenuhi kebutuhan konsumen.

Namun, ada satu hal yang membuat swalayan ini memiliki daya tarik tersendiri, yakni keberadaan jajanan pasar tradisional.

Onde-onde Jadi Salah Satu Jajanan Favorit

Di salah satu bagian toko, aneka jajanan pasar ditata di dalam etalase. Deretan kue tersebut menawarkan pilihan rasa yang beragam dan dapat menjadi camilan maupun teman menikmati teh atau kopi.

Salah satu jajanan yang cukup mudah dikenali adalah onde-onde. Kue berbentuk bulat ini dibuat menggunakan bahan dasar tepung ketan dan bagian luarnya dilapisi biji wijen.

Teksturnya yang kenyal dengan cita rasa manis pada bagian isian membuat onde-onde tetap digemari oleh berbagai generasi.

Baca Juga: KPM Terblokir Bansos Bisa Pulih, Ini Proses Setelah Sanggahan Diterima

Onde-onde juga memiliki perjalanan sejarah yang panjang. Jajanan tersebut disebut memiliki akar dari kuliner Tiongkok yang kemudian beradaptasi dengan budaya dan cita rasa Nusantara hingga menjadi salah satu makanan tradisional yang dikenal luas di Indonesia.

Selain onde-onde, etalase jajanan pasar di Hari Hari juga menawarkan beragam kue tradisional lainnya.

Pilihan tersebut terdiri dari makanan bercita rasa manis dan legit hingga jajanan dengan rasa gurih.

Kemasannya yang praktis membuat makanan tersebut mudah dibawa pulang maupun langsung disantap di tempat.

Jajanan Tradisional Tetap Bertahan di Tengah Tren Kuliner Modern

Keberadaan jajanan pasar di swalayan modern menjadi salah satu cara makanan tradisional tetap dekat dengan masyarakat perkotaan.

Pembeli tidak harus datang ke pasar tradisional untuk mendapatkan kue-kue yang sudah lama menjadi bagian dari kuliner Indonesia.

Cukup datang ke swalayan, berbagai pilihan jajanan tersebut dapat ditemukan dalam kondisi siap dibawa pulang.

Hal tersebut juga menunjukkan bahwa makanan tradisional masih memiliki pasar tersendiri meskipun tren kuliner terus berubah.

Baca Juga: Honda HRC Pakai Livery Red Bull di MotoGP 2027, Tampilannya Mirip KTM?

Dengan perjalanan panjang sejak akhir dekade 1980-an serta keberadaan jajanan pasar yang tetap dipertahankan, Hari Hari Pasar Swalayan bukan hanya berfungsi sebagai tempat memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Swalayan ini juga menjadi bagian dari perjalanan ritel Jakarta sekaligus salah satu tempat yang ikut menjaga keberadaan jajanan pasar di tengah semakin banyaknya kafe, toko kue modern, dan berbagai pilihan kuliner kekinian. (Ara/Tazkia)

Editor : Yosep Awaludin
Hari Hari Pasar Swalayan kue tradisional jajanan