Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Rose Rilis Album Penuh Perdana, Jurnal Patah Hati dan Kerapuhan

Lucky Lukman Nul Hakim • Sabtu, 7 Desember 2024 | 08:11 WIB
Roseanne Park alias Rose merilis album penuh perdana.
Roseanne Park alias Rose merilis album penuh perdana.

RADAR BOGOR – ’’Kami dilatih untuk selalu menampilkan diri kami dengan cara yang sangat, sangat sempurna. Ketika harus berinteraksi dengan fans secara daring, memberikan jawaban yang sempurna, hingga apa yang mereka mau," ujar Roseanne Park alias Rose.

Mengawali karier sebagai personel BLACKPINK sejak 2016, Rose terbiasa menjalani hari-harinya dengan tuntutan serbaketat. Bahkan sejak dia masih menjadi trainee.

’’Ada beberapa bagian yang diglamorisasi. Banyak yang berpikir itu adalah impian semua orang, tapi perihal kesepian tidak dibahas," tambah pelantun On The Ground itu.

Ketika rehat dari aktivitasnya sebagai personel BLACKPINK sejak setahun lalu, Rose berkontemplasi mencari apa yang dia inginkan.

Musisi asal Selandia Baru itu ingin membuat karya musik yang jujur.

Dia ingin menampilkan dirinya sebagai manusia dengan berbagai emosi dan kelemahan, alih-alih sebagai idola sempurna.

’’Aku siap menjadi rapuh dan terbuka agar orang-orang tidak salah paham dan menerima aku apa adanya," ujar Rose.

Proses setahun dilalui Rose dengan sangat sibuk. Terbang bolak-balik antara AS-Korea Selatan dilakoninya untuk sesi penulisan lagu dan bertemu produser.

’’Aku terbiasa melakukan apa yang telah disiapkan untukku alih-alih menyiapkan segalanya sendiri sejak awal," tulisnya dalam sebuah unggahan di Instagram.

Impian Rose merilis album penuh jadi kenyataan.

Tanggal 6 Desember tepat pukul 00.00 WIB, album penuh perdananya di bawah THE BLACKLABEL dan Atlantic Records, rosie, dirilis di berbagai platform.

Sebuah album yang disebut Rose sebagai jurnal pribadi, yang membuat siapa pun yang mendengar seolah lebih dekat dengan Rose.

Album rosie berisi 12 track. Selain lagu kolaborasi dengan Bruno Mars, APT., Rose memasukkan lagu-lagu pop, balada, R&B, dan soft rock.

Semua liriknya ditulis Rose, dengan tema patah hati, kerapuhan, dan romansa.

Sisi yang jarang terungkap mengingat budaya K-pop punya peraturan tidak tertulis bahwa sang idola tak boleh lemah hingga punya kehidupan asmara.

’’Aku tidak pernah benar-benar berbicara tentang itu karena aku merasa tidak perlu mengonfirmasi atau berbicara apa pun. Tapi, itu yang membuat album ini spesial, karena itu semua adalah inspirasi karyaku," jelas Rose, yang sempat merasa ragu dan takut saat menulis lirik yang sesuai perasaannya.

Masing-masing lagu punya cerita personal.

Pengalaman Rose punya hubungan toksik dan kekecewaannya kepada mantan kekasih tertuang dalam lagu pop Toxic Till The End, yang klip videonya dirilis Jumat (6/12) siang.

’’Saya dan teman-teman saya sering ngomongin soal mantan kekasih. Jadi, ya tinggal menunggu waktu saja kami membuat lagu soal mantan, ujarnya dalam wawancara bersama Zane Lowe di Apple Music.

Selain Toxic Till The End, ungkapan patah hati muncul di Call It The End, yang mana Rose bingung dengan sebuah hubungan tanpa akhir yang jelas.

Atau di Two Years, lagu gagal move on tentang mantan kekasih Rose yang disebutnya ’’diketahui penggemar. Not The Same berisi tentang hubungan yang berubah, sedangkan Stay A Little Longer adalah lagu permohonan ketika berpisah dengan kekasih.

Sementara itu, Number One Girl menyuarakan kerapuhan Rose yang terbebani dengan komentar negatif di media sosial hingga dia terjaga sampai subuh.

Karakter vokalnya memang cocok membawakan lagu-lagu balada.

Kritikus musik Kim Yoon-ha melalui artikel di Channel Yes menilai bahwa suara husky Rose sangat tepat untuk menyampaikan penderitaan dan kesedihan.

Beberapa lagu memberi nuansa dan emosi positif.

Selain APT. yang viral, ada track pemungkas Dance All Night yang lebih santai.

Secara musik, rosie menawarkan hal baru. Setelah 7 tahun Rose banyak membawakan musik dance, hiphop, atau elektronik bersama BLACKPINK, kini dia bisa membawakan genre yang lebih sesuai dengan karakter vokalnya. Tanpa koreografi, pula.

Bagi mereka yang menyukai lagu-lagu balada, rosie bisa menjadi salah satu album yang cocok. Bagi sebagian orang, sebagaimana yang disebut kolumnis musik AP Cristina Jaleru, rosie terdengar menyentuh hati, tapi agak membuat mengantuk.

Apa pun itu, rosie adalah bukti bahwa Rose menggunakan masa aktifnya sebagai solois untuk menghasilkan karya otentik di luar kesibukannya sebagai idola K-pop pujaan banyak orang. (c7/len)

Editor : Lucky Lukman Nul Hakim
#Rose #roseanne park #blackpink