RADAR BOGOR - Grup K-Pop NewJeans tak bisa lagi melakukan aktivitas secara mandiri. Pengadilan memutuskan untuk mendukung pihak agensi ADOR dalam perkara hukum yang tengah berlangsung.
Pada 17 Juni 2025, Pengadilan Tinggi Seoul (Divisi Sipil ke-25-2) menolak banding yang diajukan oleh kelima anggota NewJeans terkait putusan sebelumnya tentang larangan melakukan kontrak iklan maupun kegiatan yang melanggar status ADOR sebagai agensi resmi.
Sebelumnya, pada bulan Maret lalu, pengadilan mengabulkan seluruh permohonan larangan yang diajukan oleh ADOR terhadap para anggota NewJeans.
Upaya keberatan dan banding yang diajukan para anggota pun ditolak seluruhnya.
Pengadilan tidak menerima klaim pihak NewJeans yang menyebutkan bahwa kontrak eksklusif mereka tidak lagi sah karena HYBE telah memperlakukan Min Hee-jin (mantan CEO ADOR) secara tidak adil dan memecatnya.
Lebih lanjut, pengadilan menyatakan bahwa walaupun Min Hee-jin menolak untuk tetap memproduseri NewJeans, ADOR tetap berusaha mencari produser lain untuk mereka.
Oleh karena itu, tidak bisa dikatakan bahwa kepercayaan antara kedua pihak benar-benar rusak hanya karena para anggota NewJeans tetap bersikeras ingin dipimpin oleh Min Hee-jin.
Pengadilan juga menekankan bahwa jika para anggota NewJeans melakukan kegiatan secara mandiri di luar ADOR, mereka bisa menikmati semua hasil secara sepihak, sementara ADOR akan mengalami kerugian besar karena kehilangan semua hasil investasinya.
Salah satu contoh pelanggaran adalah konser bertajuk NJZ yang digelar di Hong Kong pada bulan Maret lalu.
Pengadilan menilai bahwa kegiatan semacam ini bisa membuat publik salah paham bahwa kontrak eksklusif telah berakhir, serta merusak citra merek NewJeans secara serius.
Sebelumnya, Pengadilan Negeri Seoul Pusat juga sudah menyatakan bahwa ADOR telah memenuhi sebagian besar kewajiban dalam kontrak eksklusif, termasuk soal pembagian keuntungan.
Maka dari itu, sebelum putusan akhir keluar, ada alasan kuat untuk melarang para anggota melakukan kegiatan seperti menyanyi atau mengiklankan sesuatu secara mandiri.
Dengan begitu, pengadilan menegaskan bahwa ADOR masih memiliki status sah sebagai agensi yang mewakili NewJeans.
Para anggota pun tidak diperbolehkan melakukan aktivitas hiburan tanpa persetujuan dari ADOR.
Sebagai informasi, pada November tahun lalu, NewJeans menggelar konferensi pers mendadak dan menyatakan ingin memutus kontrak karena merasa kepercayaan mereka terhadap ADOR dan HYBE sudah rusak.
Sebagai respons, ADOR mengajukan gugatan untuk mempertahankan status kontrak eksklusif dan melarang segala bentuk kontrak iklan atau aktivitas hiburan yang dilakukan tanpa seizin agensi.
Setelah pengadilan menyetujui permintaan tersebut, NewJeans pun tak bisa lagi melanjutkan kegiatan mandiri dan sempat menghentikan aktivitas mereka setelah konser di Hong Kong.
Dengan keputusan terbaru ini, NewJeans tidak dapat menjalani kegiatan hiburan apa pun sampai kasus hukum ini berakhir, kecuali jika mereka mencapai kesepakatan baru dengan ADOR.***
Editor : Eli Kustiyawati