RADAR BOGOR - CRSL Land Festival 2025 kembali meramaikan Yogyakarta dengan suguhan festival musik yang istimewa. Festival musik tersebut akan digelar pada 27–28 September 2025 di Lapangan Kenari.
CRSL Land Festival 2025 akan menghadirkan 27 musisi dengan berbagai genre. Tahun ini, CRSL juga memperingati 8 tahun perjalanan mereka di industri musik dengan meluncurkan kolaborasi merchandise limited edition bersama delapan musisi tanah air.
Sebagai salah satu festival musik yang dinanti banyak orang, CRSL Land Festival 2025 selalu konsisten untuk dapat menjadi wadah perayaan musik lintas generasi dan genre.
Dari indie rock, hip hop, hingga pop alternatif, penonton akan disuguhkan deretan musisi yang mewarnai kancah musik tanah air.
Total ada 27 musisi yang akan tampil dan menjadikan festival ini salah satu yang terbesar di Yogyakarta pada tahun 2025.
CRSL Land Festival tahun ini semakin spesial karena bertepatan dengan perayaan ulang tahun kedelapan CRSL.
Momen tersebut dirayakan dengan menghadirkan kolaborasi merchandise eksklusif bersama delapan musisi Tanah Air.
Delapan musisi tersebut diantaranya The Panturas, 510, The Jeblogs, White Chorus, Gledeg, Jogja Hip Hop Foundation x Tuan13, Skandal Rawk, dan Perunggu.
Nama-nama ini bukan hanya mewakili genre berbeda, tapi juga memiliki pengaruh kuat di kalangan penggemar musik Indonesia.
Kolaborasi tersebut hadir dalam bentuk merchandise limited edition yang hanya tersedia selama festival berlangsung.
Penonton yang hadir dapat membeli koleksi eksklusif ini di booth resmi CRSL yang telah dibuat khusus untuk menjual merchandise kolaborasi tersebut.
Dengan konsep limited edition, merchandise ini di hadirkan dengan memadukan karakter ikonik dari CRSL dengan identitas tiap musisi.
Merchandise kolaborasi ini dipastikan akan menjadi buruan para penggemar musik dan fashion.
Koleksi tersebut tidak akan dijual di luar festival, sehingga memberikan nilai eksklusivitas bagi para pemiliknya.
Untuk produknya, CRSL menghadirkan dua pilihan utama yaitu kaos dan totebag. Desainnya dibuat dengan sentuhan khas masing-masing musisi yang berkolaborasi, sehingga setiap merchandise memiliki identitas berbeda.
Harga yang ditawarkan untuk merchandise kolaborasi tersebut cukup terjangkau. Kaos dibanderol mulai dari Rp199 ribu hingga Rp229 ribu, sementara totebag dijual dengan harga Rp199 ribu.
Dengan kualitas bahan yang premium, harga tersebut dinilai sepadan dengan nilai koleksi yang ditawarkan.
Tak hanya itu, CRSL juga menyiapkan kejutan khusus berupa surprise drop merchandise. Koleksi ini hadir dalam bentuk kaos eksklusif hasil kolaborasi bersama Poris, yang hanya akan dirilis secara terbatas selama festival berlangsung.
Kehadiran surprise drop ini dipastikan akan menambah antusiasme pengunjung untuk berburu produk istimewa.
Kehadiran merchandise ini juga mencerminkan konsistensi CRSL dalam menggabungkan musik dengan kultur lifestyle.
Lebih dari sekadar festival, CRSL Land Festival ingin memberikan pengalaman yang melekat bagi para penikmat musik Tanah Air.
Selain menjadi ajang hiburan, CRSL Land Festival juga menjadi ruang pertemuan antara musisi, brand, dan penonton dalam sebuah ekosistem industri kreatif.
Kolaborasi dengan delapan musisi tanah air serta tambahan surprise drop bersama Poris membuktikan bahwa CRSL tak hanya merayakan musik, tetapi juga turut mendorong perkembangan ekosistem kreatif lokal.
Ini sekaligus mempertegas posisi Yogyakarta sebagai salah satu kota penting dalam skena musik di Indonesia.
Dengan penampilan dari 27 musisi, perayaan delapan tahun perjalanan, serta kolaborasi merchandise special dengan banyak musisi, CRSL Land Festival 2025 siap menjadi momentum besar bagi skena musik di Indonesia.
Bagi para penikmat festival musik Tanah Air, festival ini bukan hanya soal menyaksikan penampilan idola mereka di panggung, tetapi juga kesempatan langka untuk membawa pulang merchandise eksklusifnya.
Jadi, jangan lewatkan kesempatan untuk hadir di Lapangan Kenari Yogyakarta pada 27–28 September nanti dan menjadi bagian dari perayaan musik penuh warna ini. (***)
Penulis : Muhammad Zaidan Rizky / Magang Universitas BSI Depok
Sumber : Instagram @crsl.landfest dan Instagram @kulturdomestik