Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Booze and Glory, Band Punk Asal Inggris Remake Lagu Indonesia Over Distortion Karya Band Asal Sleman

Yosep Awaludin • Kamis, 25 September 2025 | 11:00 WIB
Foto para personil band Booze and Glory saat melaksanakan tour di Berlin.
Foto para personil band Booze and Glory saat melaksanakan tour di Berlin.

RADAR BOGOR - Sebuah band punk asal Inggris, Booze and Glory, baru saja mengejutkan para pendengar musik punk Indonesia dengan karya terbaru mereka.

Booze and Glory, band yang dikenal dekat dengan kultur sepakbola tersebut, melakukan remake terhadap salah satu lagu dari band punk Indonesia asal Sleman, yaitu Over Distortion.

Booze and Glory sendiri bukan nama baru di dunia musik punk. Band ini terbentuk pada tahun 2009 di London, Inggris, dan sejak awal sudah memperlihatkan warna musik yang khas.

Lirik-lirik mereka kerap menggambarkan persahabatan, semangat kelas pekerja, hingga kecintaan mendalam pada sepakbola. Tak heran bila mereka begitu lekat dengan identitas supporter.

Lebih dari sekadar band punk, Booze and Glory juga dikenal sebagai salah satu pendukung klub sepakbola West Ham United.

Identitas ini membuat mereka menonjol, karena karya-karyanya sering dipenuhi nuansa terrace culture yang kental.

Semangat solidaritas antar supporter menjadi salah satu ciri utama yang membuat band ini digemari.

Pada tanggal 12 September 2025, Booze and Glory merilis album baru mereka yang berjudul Whiskey Tango Foxtrot.

Album tersebut berisi 11 lagu yang merepresentasikan semangat khas mereka. Namun, ada satu lagu yang paling mencuri perhatian di album ini, yaitu track berjudul Legends.

Lagu dengan judul Legends tersbut ternyata bukan karya orisinal dari Booze and Glory semata, melainkan hasil remake dari lagu milik band punk asal Sleman, Over Distortion, yang sebelumnya berjudul Selebrasi.

Hal ini sontak menjadi perbincangan hangat, terutama di kalangan penikmat musik punk Indonesia.

Selebrasi sendiri adalah lagu yang begitu kental dengan nuansa sepakbola Indonesia, khususnya dari atmosfer tribun PSS Sleman di Stadion Maguwoharjo, Yogyakarta.

Lagu ini menggambarkan bagaimana dukungan tanpa henti para supporter, teriakan di tribun, dan euforia ketika mendukung tim kesayangan mereka.

Dengan di-remake menjadi Legends, Booze and Glory membawa semangat yang sama ke panggung internasional.

Mereka memberikan energi dari tribun Stadion Maguwoharjo Sleman ke dalam gaya khas punk Inggris, sehingga menjadikan lagu ini seperti jembatan persahabatan antar supporter dua negara yang berbeda.

Menariknya, Booze and Glory tetap memberikan penghargaan kepada Over Distortion dengan menampilkan nama mereka sebagai pembuat lagu pada hasil remake. Hal ini menunjukkan sikap respek dan apresiasi tinggi terhadap karya musisi Indonesia.

Sementara itu, Over Distortion yang menjadi sumber inspirasi, dikenal sebagai band Dirty Punk asal Sleman.

Band ini lahir dari kultur sepakbola lokal, dengan karya-karyanya yang erat kaitannya dengan kecintaan mereka terhadap klub sepakbola Indonesia yaitu PSS Sleman.

Lagu-lagu mereka bukan hanya tentang sepakbola, tetapi juga memuat pesan perlawanan, kritik sosial, dan tentunya persahabatan.

Dengan identitas kuat tersebut, tidak heran jika karya Over Distortion mampu menembus kancah internasional.

Selebrasi yang lahir dari semangat tribun lokal kini menggema di kancah internasional lewat sentuhan Booze and Glory. Hal ini menjadi bukti bahwa musik punk, dengan segala kesederhanaannya, bisa menjangkau lintas budaya.

Kabar remake ini juga menjadi kebanggaan tersendiri bagi komunitas musik punk Indonesia, khususnya mereka yang berada di Sleman.

Lagu yang sebelumnya hanya berkumandang di tribun Maguwoharjo, kini mendapat panggung lebih luas dan didengarkan oleh penggemar Booze and Glory di berbagai negara.

Remake ini juga memperlihatkan betapa eratnya hubungan antara musik dan sepakbola. Dua hal yang sering berjalan beriringan, kini kembali dipersatukan oleh kolaborasi tak langsung antara Booze and Glory dan Over Distortion.

Punk tetap menjadi medium untuk menyuarakan identitas supporter, baik di Inggris maupun Indonesia.

Dengan membawakan ulang lagu Selebrasi, mereka tidak hanya memperkenalkan Over Distortion ke publik internasional, tetapi juga memberi spotlight pada kultur sepakbola Indonesia.

Booze and Glory dan Over Distortion sama-sama membuktikan bahwa punk bukan sekadar musik, melainkan identitas, solidaritas, dan persahabatan tanpa batas. (***)

Penulis : Muhammad Zaidan Rizky / Magang Universitas BSI Depok
Sumber : Instagram @boozeandglory dan Instagram @over_distortion

Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post
Editor : Yosep Awaludin
#inggris #band punk #Booze and Glory