Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Perselisihan Soal Desain Lightstick yang Melibatkan The Boyz dan QWER Berakhir di Meja Hijau

Yosep Awaludin • Sabtu, 27 September 2025 | 09:20 WIB
Desain lightstick yang melibatkan kontraversi The Boyz dan QWER.
Desain lightstick yang melibatkan kontraversi The Boyz dan QWER.

RADAR BOGOR - Kontroversi desain lightstick yang melibatkan The Boyz dan QWER akhirnya mencapai puncak setelah kedua pihak membawa masalah ini ke jalur hukum.

Perselisihan soal lightstick yang awalnya muncul di kalangan penggemar, kini berkembang menjadi konflik serius antara dua agensi besar.

Agensi The Boyz, One Hundred, menyampaikan permintaan maaf atas kebingungan yang dialami penggemar.

Mereka menegaskan bahwa lightstick The Boyz memiliki nilai simbolis yang erat dengan identitas grup serta fandom “The B”. Karena itu, mereka tidak bisa menoleransi adanya kemiripan desain dari pihak lain.

Dalam pernyataannya pada 25 September, pihak One Hundred menjelaskan bahwa mereka sempat melakukan diskusi dengan agensi QWER.

Mereka meminta agar desain lightstick QWER diubah, namun tidak menemukan kesepakatan. Hal ini membuat mereka siap menempuh jalur hukum untuk menjaga hak eksklusif The Boyz.

One Hundred juga menambahkan bahwa langkah tegas ini bertujuan mencegah terulangnya kasus serupa di masa depan.

Mereka ingin memastikan simbol yang dibangun bersama penggemar tidak kehilangan makna akibat perdebatan hak cipta.

Di sisi lain, agensi QWER yaitu Threei Corporation dan Prism Filter merasa keberatan dengan langkah One Hundred.

Mereka menilai pengumuman tindakan hukum itu terlalu tiba-tiba padahal diskusi masih berlangsung.

Pihak QWER mengungkapkan bahwa mereka telah berkonsultasi dengan tim hukum dan hasilnya menunjukkan tidak ada pelanggaran hak cipta. Dengan dasar itu, mereka menolak melakukan perubahan desain lightstick.

Masalah ini bermula ketika QWER memperkenalkan lightstick baru menjelang tur dunia perdana mereka.

Fandom The Boyz menilai desain berbentuk megafon milik QWER mirip dengan lightstick The Boyz yang ikonik dengan bentuk hati. Tuduhan penjiplakan pun mulai bergulir.

Penggemar QWER balik membela dengan alasan bahwa megafon merupakan bentuk umum yang tidak bisa dimonopoli.

Mereka berpendapat desain semacam itu tidak bisa dianggap sebagai hasil tiruan dari lightstick grup lain.

Seiring memanasnya perdebatan di dunia maya, tensi antar-fandom meningkat. Tidak sedikit penggemar yang saling menjatuhkan dengan tuduhan dan hinaan. Situasi ini akhirnya mendorong kedua agensi mengambil langkah hukum.

Agensi QWER bahkan melaporkan beberapa akun karena menyebarkan ujaran kebencian serta fitnah terkait kasus ini. Mereka menekankan bahwa keselamatan mental artis dan fandom juga menjadi prioritas.

Reaksi publik K-pop atas sengketa ini terbagi dua. Sebagian menilai QWER tidak menghargai etika industri dengan merilis produk yang mirip dengan milik The Boyz. Komentar tajam muncul dari penggemar yang merasa simbol fandom mereka diremehkan.

Namun ada pula suara yang mendukung QWER. Menurut mereka, kemiripan desain lightstick adalah hal yang lumrah mengingat banyak grup menggunakan pola serupa. Ada juga yang menilai tuduhan The Boyz terlalu berlebihan.

Perdebatan semakin ramai di media sosial. Tagar tentang lightstick kedua grup sempat masuk jajaran trending di berbagai platform. Hal ini menunjukkan bahwa isu tersebut menyita perhatian besar di kalangan pecinta K-pop.

Kini, dengan masuknya perkara ini ke pengadilan, publik menunggu putusan akhir. Keputusan hakim akan menjadi preseden penting bagi industri K-pop dalam mengatur hak cipta desain merchandise.

Satu hal yang pasti, baik The Boyz maupun QWER kini berada di persimpangan besar. Bagaimana hasil sengketa ini akan memengaruhi reputasi dan hubungan mereka dengan penggemar akan menjadi sorotan utama di masa mendatang. (***)

Penulis: Josephine Lahagu | PKL-SV IPB
Sumber: entertain.naver.com

Editor : Yosep Awaludin
#the boyz #lightstick #jalur hukum