RADAR BOGOR - Di balik hiruk-pikuk musik rock, ada seorang bassist yang bukan sekadar pengiring, melainkan senjata rahasia yang selalu dicari band-band besar di seluruh dunia.
Sosok itu tetap menarik bagi kelompok legendaris dari era awal 2000-an. Paz Lenchantin adalah bassist wanita yang dapat menggetarkan panggung dengan energi dan musikalitas yang luar biasa.
Teknik bass yang fleksibel dan kemampuan untuk bermain berbagai alat musik, seperti biola dan vocal, menjadi keunikan tersendiri bagi Paz sebagai seorang bassist.
Ia adalah inti musikal yang memberi warna tanpa menghilangkan ciri khas band yang diperkuatnya. Energi panggungnya selalu segar dan unik.
Paz menjadi terkenal luas setelah bergabung dengan band A Perfect Circle, yang membuka jalannya ke kancah rock alternatif yang besar.
Di sini, ia menunjukkan aspek ekspresif dan teknikal yang menjadi ciri khasnya. Bukan hanya mengisi bass, tetapi membawa warna dan soul asli ke setiap lagu.
Kemudian muncul kesempatan yang sangat menguntungkan untuk bergabung dengan Zwan, proyek Billy Corgan setelah Smashing Pumpkins.
Kolaborasi ini meningkatkan reputasi Paz sebagai bassist yang fleksibel yang dapat beradaptasi dengan berbagai gaya musik tanpa mengganggu karakter band.
Semuanya berubah ketika Paz menjadi bassist Pixies pada tahun 2014, menggantikan Kim Deal, sang legenda.
Karena Pixies memiliki karakteristik kuat yang tidak dapat diimbangi oleh orang lain, peran ini dianggap sebagai tantangan besar.
Namun, Paz menjawab dengan gaya dan musikalitasnya sendiri, membuat penggemar lama tetap setia pada warna musik band.
Paz adalah salah satu bassist perempuan yang mampu dengan cepat beralih dari satu band besar ke band lain.
Itu bukan kebetulan, melainkan kerja keras dan kemampuan luar biasa yang membuatnya tetap relevan dan dicari oleh banyak musisi terkenal.
Ketika band kehilangan anggota penting, nama Paz seringkali menjadi pilihan pertama. Tidak tanpa alasan dia mampu "menyerap" unsur-unsur musik band sekaligus menambahkan sentuhan baru yang menghidupkan kembali penampilan.
Selain kemampuan bermain yang baik, Paz memiliki kelebihan musikalitas yang luas, yang membuat suara dan irama bass-nya tidak pernah monoton.
Selain itu, ia sangat mahir memainkan biola, yang menambahkan elemen baru ke dalam komposisi musik band yang dibelanya.
Tak hanya itu, Paz memiliki aura yang luar biasa di panggung. Ia memiliki karisma yang kuat dan energi ekspresif yang membuat setiap penampilannya tak terlupakan. Itu sebabnya banyak band besar terus menyambutnya.
Dilihat dari rekaman panjangnya, yang mencakup partisipasi dalam grup-grup besar seperti A Perfect Circle, Zwan, dan Pixies, jelas bahwa ia bukanlah bassist biasa. Ia adalah representasi yang sangat dicari dari fleksibilitas dan profesionalisme di industri rock yang dinamis.
Paz memang sangat langka sebagai bassist perempuan di kancah rock global. Ia menunjukkan bahwa menjadi yang terbaik bukanlah halangan, sebaliknya, ia mendorong musisi perempuan lain untuk berani melampaui batas.
Setiap kerja sama yang ia lakukan selalu meninggalkan jejak yang berbeda, yang memungkinkan band tersebut bertahan dan berkembang dengan identitas baru. Paz seperti peluru tajam yang tepat ke inti musik rock.
Jadi, ketika berbicara tentang bassist yang selalu menjadi rebutan band besar di dunia rock, Paz Lenchantin adalah nama yang tidak dapat dilupakan.
Ia telah menjadi legenda modern di panggung musik rock dunia dengan menjadi ratu multi-instrumental selain pemain bass. (***)
Penulis: Mutia Silviani/Magang Univeristas BSI Depok
Sumber: Instagram @binarmusik