Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Perjalanan 20 Tahun The Changcuters: Dari Iseng Hingga Minta Obat Masuk Angin

Yosep Awaludin • Jumat, 10 Oktober 2025 | 19:20 WIB
The Changcuters sudah 20 tahun berkarya di industri musik Tanah Air.
The Changcuters sudah 20 tahun berkarya di industri musik Tanah Air.

RADAR BOGOR - The Changcuters, band rock n' roll ikonis asal Bandung, baru-baru ini membuka kisah perjalanan karier mereka.

Vokalis The Changcuters Tria dan gitaris Qibil hadir dalam Podcast Warung Kopi (PWK) untuk berbagi pengalaman berharga.

Diskusi hangat ini mengupas tuntas rahasia di balik eksistensi The Changcuters selama dua dekade di industri musik Tanah Air.

Band yang dikenal dengan gaya nyentrik dan seragam khasnya ini memulai segalanya tanpa rencana besar.

Tria dan Qibil kompak menyebut bahwa The Changcuters awalnya dibentuk hanya untuk mengisi waktu luang setelah masa kuliah.

Mereka tidak pernah menyangka bahwa keisengan ini akan membawa mereka sejauh ini hingga menghasilkan delapan album penuh.

Qibil mengungkap bahwa konsep visual band, termasuk seragam dan gaya rambut, sudah dipikirkan matang sejak awal.

Penampilan ini dirancang untuk menjadi pembeda dan mendapatkan perhatian sebagai band pendatang baru. Tampilan mereka selalu diperbarui untuk setiap perilisan album.

Keberhasilan mereka tidak instan. Album pertama The Changcuters, "Mencoba Sukses," mereka anggap sebenarnya hanyalah rekaman demo percobaan.

Album ini bahkan sempat menuai kritik pedas dari seorang jurnalis musik yang memberikan review sangat negatif dan subjektif kala itu.

Namun, band ini belajar banyak dari setiap kritik dan tantangan. Mereka memutuskan untuk tidak membiarkan komentar negatif menjatuhkan semangat.

Mereka justru menjadikannya sebagai motivasi untuk menjadi band yang lebih bertanggung jawab dan profesional dalam setiap penampilan publik.

Tria dan Qibil juga menceritakan bagaimana lagu-lagu hits mereka, seperti "I Love U Bibeh" dan "Racun Dunia," ternyata merupakan lagu cadangan yang tidak masuk album pertama.

Kedua lagu ini baru dimasukkan saat The Changcuters bergabung dengan label Sony Music pada 2008.

Di balik panggung yang energik, mereka mengungkap rahasia ketahanan mereka. The Changcuters memiliki sistem manajerial internal yang dijalankan oleh para personel sendiri. Mereka bahkan menerapkan sistem gaji bulanan untuk seluruh anggota band.

Sistem gaji inilah yang menjadi penyelamat finansial utama mereka saat badai pandemi Covid-19 melanda.

Meskipun sempat terjadi penyesuaian dan pengurangan gaji, struktur ini memastikan band tetap solid dan memiliki cadangan dana operasional yang terkelola dengan baik.

Bicara soal panggung, energi Tria memang luar biasa, namun usia tak bisa bohong. Tria pernah mengalami insiden pingsan (blackout) di atas panggung di acara The Sounds Project 2024. Diagnosis menyebutkan hal itu terjadi karena GERD dan kelelahan akut.

Kini, faktor usia mulai memengaruhi daftar permintaan di belakang panggung atau riders. Tria dan Qibil dengan jujur dan penuh humor mengakui bahwa riders mereka kini sudah dilengkapi dengan obat masuk angin dan kebutuhan untuk menjaga kesehatan.

Meskipun demikian, semangat mereka tidak padam. Tria dan Qibil berharap The Changcuters dapat terus eksis seperti band legendaris dunia, The Rolling Stones. Mereka ingin terus berkarya dan menghibur para penggemar hingga usia tua nanti.

Rencananya, The Changcuters akan kembali tampil di panggung besar The Sounds Project 2025 pada tanggal 8, 9, dan 10 Agustus. Kali ini, mereka berjanji akan menyuguhkan penampilan yang totalitas tanpa insiden tak terduga.

Kisah The Changcuters ini membuktikan bahwa dedikasi, manajemen yang baik, dan kemampuan untuk tidak terlalu serius terhadap diri sendiri adalah resep untuk bertahan di industri musik. Mereka telah bertransformasi dari band iseng menjadi icon rock yang patut dihormati. (Arif/BSI)

Editor : Yosep Awaludin
#The Changcuters #industri musik #bandung