Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

The Adams, Band Legendaris dan Formula Kebangkitan Indie Rock di Era Digital

Yosep Awaludin • Jumat, 10 Oktober 2025 | 20:00 WIB
Personel Band Indie Rock Legendaris, The Adams
Personel Band Indie Rock Legendaris, The Adams

RADAR BOGOR - The Adams, band indie rock legendaris, baru-baru ini menjadi sorotan dalam talk show VINDES. Mereka membahas perjalanan band sejak berdiri hingga popularitasnya kini.

Kenaikan daun ini mengejutkan, terutama setelah The Adams sempat mengalami masa vakum yang cukup panjang. Fenomena ini menarik untuk dicermati sebagai studi kasus.

Pembahasan utama berfokus pada formasi awal band The Adams di lingkungan Institut Kesenian Jakarta (IKJ).

The Adams lahir dari kumpul-kumpul santai dan panggung seni kampus sekitar tahun 2000-an. Semangat kebersamaan dan musik menjadi landasan awal, jauh dari ambisi komersial besar.

Gitaris dan vokalis, Saleh Husein (Ale), hadir sebagai narasumber utama. Ia berbagi kisah mengenai lagu-lagu hits yang kini digemari anak muda.

Ale juga aktif sebagai Creative Director festival musik, menunjukkan keterlibatan ganda di industri.

Salah satu topik hangat adalah popularitas masif lagu-lagu lama mereka di era digital. Lagu seperti "Timur" kini telah mencapai jutaan pemutaran di Spotify. Ale mengungkapkan fakta bahwa lagu tersebut sebenarnya terinspirasi oleh nama putranya.

Kebangkitan The Adams terjadi setelah album "After Plus" (2019) dirilis, mengakhiri vakum 13 tahun.

Popularitas mereka didorong oleh tren karaoke dan viral marketing melalui platform seperti TikTok. Ini menunjukkan perubahan cara musik dinikmati.

Video ini juga menyinggung pandangan Ale terhadap industri musik saat ini. Ia menyoroti fenomena festival musik yang terlalu padat. Jadwal manggung yang berdekatan menuntut stamina ekstra dari para musisi.

Ale juga menekankan pentingnya konsep yang kuat daripada sekadar gimmick dalam berkolaborasi.

Menurutnya, kolaborasi sejati harus saling menguatkan. Gimmick yang berlebihan justru berisiko merusak esensi karya.

Diskusi di VINDES diwarnai oleh candaan khas Vincent dan Desta, yang membuat suasana wawancara santai.

Mereka banyak bernostalgia tentang masa kuliah di IKJ. Kenangan masa lalu band kampus menjadi bumbu menarik obrolan.

Keunikan The Adams terletak pada musik mereka yang bergenre power pop dan rock. Harmonisasi vokal yang kuat menjadi salah satu ciri khas. Formula ini ternyata relevan dan diterima dengan baik oleh generasi baru.

Band ini membuktikan bahwa kualitas musik orisinal memiliki daya tahan. Meskipun sempat tidur panjang, karya-karya mereka tetap menemukan jalannya. Keberhasilan comeback mereka patut diapresiasi oleh pelaku industri.

Ale juga sempat menyindir konsep kolaborasi yang asal-asalan. Ia mencontohkan ide kolaborasi yang harusnya unik, seperti kolaborasi dengan Paturai (musisi di lagu "Persona"), yang terjadi karena kebutuhan musikal.

Ke depan, The Adams berencana merilis album baru, meskipun tanpa terburu-buru. Mereka ingin menikmati proses kreatif dan menunggu waktu yang tepat. Konsistensi dalam berkarya menjadi kunci utama band ini.

Secara keseluruhan, episode VINDES ini tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan pelajaran berharga.

The Adams adalah contoh sukses band lama yang mampu beradaptasi dan kembali bersinar di tengah gempuran tren musik digital. (Arif/BSI)

Editor : Yosep Awaludin
#the adams #vindes #band indie