Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Usai 10 Tahun Berkarya di Industri Musik, Kodaline Umumkan Bubar, Siapkan Album Terakhir

Yosep Awaludin • Selasa, 14 Oktober 2025 | 12:40 WIB
Personel Band Kodaline
Personel Band Kodaline

RADAR BOGOR - Band asal Dublin, Kodaline, membuat pengumuman mengejutkan bahwa mereka akan bubar setelah lebih dari 10 tahun berkarya di industri musik.

Dikutip dari Instagram @ussfeeds, keputusan ini disampaikan Kodaline melalui video emosional yang diunggah ke media sosial mereka pada 9 Oktober 2025.

Dalam video tersebut, keempat anggota Kodaline yaitu Steve Garrigan, Vincent May, Mark Prendesgast, dan Jason Boland berbicara dengan nada haru mengenai perjalanan mereka dan alasan di balik keputusan besar ini.

Kodaline menjelaskan bahwa keputusan untuk mengakhiri perjalanan mereka bukanlah hal yang diambil secara mendadak.

Setelah bertahun-tahun tur dunia, rekaman album, dan membangun komunitas penggemar yang besar, mereka merasa sudah waktunya menutup babak penting dalam karier mereka.

“Kami tahu ini mungkin mengejutkan bagi banyak orang, tapi kami ingin mengakhirinya dengan cara yang indah,” ujar Steve Garrigan dalam video pernyataannya.

Meski berpisah, Kodaline memastikan bahwa mereka tidak akan pergi begitu saja. Band ini menginformasikan akan merilis satu album terakhir sebagai bentuk apresiasi kepada para penggemar yang telah mendukung mereka sejak awal.

Album ini disebut sebagai surat cinta terakhir dari Kodaline untuk para pendengarnya di seluruh dunia.

Album tersebut kini tengah dalam tahap persiapan dan rencananya akan dirilis sebelum akhir tahun 2025.

Dalam unggahan yang sama, para personel juga mengungkapkan rasa terima kasih yang mendalam.

Mereka mengenang bagaimana perjalanan Kodaline dimulai dari bermain musik kecil-kecilan di kota Dublin hingga tampil di berbagai panggung besar dunia.

“Kami tidak pernah membayangkan bahwa lagu-lagu kami akan menyentuh hati begitu banyak orang. Ini adalah pengalaman yang akan kami bawa seumur hidup,” tulis mereka dalam pernyataan resmi.

Kodaline pertama kali dibentuk pada 2005 dengan nama awal 21 Demands sebelum akhirnya berganti nama menjadi Kodaline pada 2012.

Pergantian nama itu menjadi titik awal dari perjalanan karier mereka yang sesungguhnya. Setahun kemudian, mereka merilis album debut berjudul In a Perfect World 2013 yang kemudian langsung mendapat perhatian luas.

Lagu Brother dari album Politics of Living menjadi salah satu lagu paling berkesan bagi banyak penggemar karena pesan persaudaraan dan ketulusan yang kuat.

Lagu itu bahkan kerap digunakan dalam acara peringatan atau video kenangan di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Sementara itu, The One dan Wherever You Are menjadi anthem pernikahan dan perjalanan cinta bagi banyak pasangan muda. Musik Kodaline memang dikenal karena kedekatannya dengan emosi pendengarnya.

Kabar bubarnya band ini tentu menimbulkan reaksi besar di kalangan penggemar di seluruh dunia. Di media sosial X (Twitter) dan Instagram, ribuan komentar membanjiri unggahan Kodaline.

Banyak penggemar menulis pesan terima kasih dan kenangan pribadi mereka dengan lagu-lagu Kodaline yang menemani masa-masa sulit.

Di sisi lain, media musik internasional seperti GMA Network dan Far Out Magazine menilai keputusan ini sebagai akhir yang pantas untuk sebuah band yang selalu menjunjung tinggi kejujuran dalam musiknya.

Baca Juga: Bansos Oktober 2025 Cair! Beras 20 Kilogram, Minyak 2 Liter, hingga Dana PIP Rp1,8 Juta Sudah Mulai Disalurkan

Mereka memilih untuk berpisah dalam kondisi baik, tanpa drama, tanpa konflik. Itu menunjukkan kematangan mereka sebagai seniman, tulis Far Out Magazine.

Sebelumnya, Kodaline juga sempat mengisyaratkan bahwa mereka tengah berada di fase refleksi diri.

Dalam wawancara pada awal 2024, Steve Garrigan mengaku sempat merasa kelelahan setelah tur panjang dan merindukan kehidupan normal di rumah.

Ia mengatakan bahwa meskipun mencintai musik, ia juga ingin memberi ruang untuk tumbuh sebagai individu di luar band.

Pengakuan itu kini terlihat sebagai tanda awal dari keputusan perpisahan mereka. Dengan berakhirnya perjalanan ini, Kodaline menegaskan bahwa perpisahan bukan akhir dari segalanya.

Dalam pesan terakhir mereka, band tersebut menulis, “Kami mungkin berhenti bermain sebagai Kodaline, tapi lagu-lagu kami akan selalu milik kalian”.

Bagi jutaan pendengar di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, pesan itu menjadi bentuk perpisahan yang indah dari band yang telah menemani selama satu dekade penuh. (Alya/BSI)

Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post
Editor : Yosep Awaludin
#kodaline #industri musik #bubar