RADAR BOGOR - Ace Frehley, gitaris pendiri band legendaris KISS, telah berpulang pada usia 74 tahun. Dunia musik kehilangan salah satu ikon rock terbesar yang pernah ada.
Ace Frehley dikenal sebagai sosok yang membawa karakter unik, energi luar biasa, dan gaya panggung penuh karisma yang membentuk identitas band KISS.
Dikutip dari entertain.naver.com, kabar meninggalnya Ace Frehley ini disampaikan oleh humasnya, Lori Russalarian, melalui pernyataan resmi pada tanggal 16 Oktober waktu setempat.
Russalarian menyebut bahwa sang gitaris meninggal dunia di rumahnya di Morristown, New Jersey. Ia menambahkan bahwa Frehley meninggal dengan tenang dikelilingi oleh keluarga tercinta.
Penyebab pasti kematian Ace Frehley belum diungkapkan. Namun, pihak keluarga menjelaskan bahwa sang legenda sempat mengalami jatuh di rumah beberapa waktu sebelum kepergiannya.
Meskipun demikian, mereka meminta publik untuk menghormati privasi mereka di masa berduka ini.
Dalam pernyataan keluarga Ace Frehley, mereka mengungkapkan rasa kehilangan yang mendalam.
“Kami sangat terkejut dan berduka, tetapi kami akan selalu mengingat senyumnya yang hangat dan kebaikan yang ia tunjukkan kepada semua orang,” tulis keluarga dalam pernyataan resmi tersebut.
Rekan-rekannya di KISS, Gene Simmons dan Peter Criss, juga menyampaikan belasungkawa mendalam.
Mereka menggambarkan Ace sebagai “pejuang rock yang tak tergantikan” dan sosok penting dalam sejarah band. “Ia akan selalu menjadi bagian dari warisan KISS,” ujar mereka dalam pernyataan bersama.
Ace Frehley lahir dalam keluarga musisi, yang mendorongnya untuk menekuni dunia musik sejak kecil.
Ia mulai bermain gitar pada usia 13 tahun dan menunjukkan bakat luar biasa sejak awal. Pada usia 18 tahun, ia bahkan sempat bergabung dengan grup tur yang terinspirasi oleh gitaris legendaris Jimi Hendrix.
Tahun 1973 menjadi titik balik dalam hidupnya ketika ia membentuk KISS bersama Paul Stanley, Gene Simmons, dan Peter Criss.
Grup ini kemudian menjadi fenomena global dengan gaya panggung eksentrik, riasan wajah hitam-putih, serta kostum mencolok yang menjadi ciri khas mereka.
KISS terkenal karena pertunjukan panggung spektakuler yang menampilkan efek api, ledakan, darah buatan, dan asap.
Semua itu menjadikan band ini sebagai salah satu pelopor dalam menghadirkan pengalaman visual yang mendalam di dunia konser rock.
Pada pertengahan tahun 1970-an, KISS mencapai puncak kejayaan dengan jutaan penjualan album di seluruh dunia.
Lagu “Beth” yang dirilis pada tahun 1976 bahkan berhasil menembus peringkat tujuh di tangga lagu Billboard Top 100, menegaskan posisi mereka sebagai ikon musik rock dunia.
Ace Frehley, yang dikenal dengan julukan “Space Ace” dan “Spaceman,” menjadi simbol dari karakter misterius namun memikat.
Ia memainkan gitar di sejumlah lagu legendaris KISS seperti “Rock and Roll All Nite” dan “I Was Made for Lovin’ You,” yang hingga kini masih menjadi anthem di dunia musik rock.
Setelah bertahun-tahun bersama KISS, Frehley memutuskan untuk meninggalkan band pada tahun 1982 untuk memulai karier solonya.
Keputusan itu tidak mudah, tetapi ia ingin lebih bebas dalam menyalurkan kreativitas dan mengeksplorasi gaya musiknya sendiri.
Meski sempat berpisah, Frehley kembali bergabung dengan KISS pada tahun 1996 untuk tur reuni.
Tur tersebut disambut dengan antusias oleh para penggemar lama dan memperkenalkan generasi baru pada kejayaan musik rock klasik.
Selama perjalanan kariernya, Ace dikenal karena gaya bermain gitar yang eksplosif dan inovatif. Permainannya yang energik memberi inspirasi bagi banyak gitaris muda di seluruh dunia.
Ia menjadi ikon yang mengajarkan bahwa musik rock bukan hanya soal nada, tetapi juga tentang ekspresi dan keberanian tampil beda.
Selain aktif dalam musik, Frehley juga dikenal memiliki kepribadian yang rendah hati di balik penampilan panggungnya yang liar.
Banyak rekan sesama musisi menggambarkannya sebagai sosok yang tulus, humoris, dan penuh semangat hidup.
Sebelum meninggal dunia, Ace Frehley sempat merilis album berjudul 10,000 Volts pada tahun lalu.
Album ini menjadi karya terakhirnya dan dianggap sebagai bukti bahwa semangat rock dalam dirinya tidak pernah padam.
Dunia kini kehilangan salah satu legenda sejati, tetapi musik dan warisan Ace Frehley akan terus hidup di hati para penggemar selamanya. (Josephine/SV IPB)
Editor : Yosep Awaludin