Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Tame Impala Rilis Album Terbarunya Berjudul Deadbeat, Eksperimen Energi Baru dengan Bawakan Psychedelic Pop

Yosep Awaludin • Selasa, 28 Oktober 2025 | 12:20 WIB
Kevin Parker sosok dibalik band solo Tame Impala
Kevin Parker sosok dibalik band solo Tame Impala

RADAR BOGOR - Band solo asal Australia, Tame Impala resmi kembali dengan album kelimanya yang bertajuk Deadbeat. Album ini menjadi rilisan penuh pertama setelah lima tahun sejak The Slow Rush 2020.

Kabar tersebut sangat disambut antusias oleh para penggemar di seluruh dunia, mengingat Kevin Parker dibalik dari Tame Impala yang dikenal dengan sebagai sosok perfeksonis yang selalu bereksperimen dengan warna suara baru di setiap era musiknya.

Dirilis melalui label besar Columbia Records Deadbeat menandai langkah baru Tame Impala dalam mengeksplorasi perpaduan antara musik elektronik, rave, dan psychedelic pop.

Dikutip dari Instagram @tameimpala, album ini berisi 12 lagu dengan total durasi sekitar 56 menit, sekaligus menjadi album pertama Tame Impala di bawah naungan Columbia setelah sebelumnya berkiprah bersama Modular Recordings dan Interscope.

Kevin Parker merekam sebagian besar materi album ini di beberapa studio di Australia an di kota asalnya, Fremantle.

Proses rekaman dilakukan secara independen selama hampir dua tahun, dengan Parker tetap bertanggung jawab penuh atas penulisan, aransemen, dan mixing seperti pada album-album sebelumnya.

Album ini menandai bahwa Tame Impala tidak sekedar mempertahankan identitas psy-pop mereka, tetapi melalui Deadbeat ingin mengeksplorasi sisi lebih berenergi dan klub-oriented.

Dengan latar belakang rekaman di studio terpencil Kevin Parker tampak ingin membawa pengalaman mendengar yang lebih intens dan berbeda bagi pendengar.

Kevin Parker menyebut bahwa pengalaman mengikuti pesta-pesta musik elektronik di tengah padang gurun menjadi titik awal pencarian arah baru bagi Tame Impala.

Dalam wawancaranya, Parker menjelaskan bahwa album ini adalah eksplorasi antara dunia klub dan refleksi pribadi.

Kevin Parker menggambarkan Deadbeat sebagai refleksi terhadap emosi-emosi kecil yang sering terabaikan seperti rasa malas, kebosanan, atau kehilangan semangat.

Dalam wawancara bersama Financial Times, ia menyebut bahwa album ini merupakan bentuk antara produktivitas dan kelelahan emosional, sesuatu yang dirasakan banyak orang setelah pandemi dan perubahan global beberapa tahun terakhir.

Untuk mendukung peluncuran album barunya, Tame Impala mengumumkan tur konser di Amerika Serikat yang dimulai pada 27 Oktober 2025 di Brooklyn, New York.

Setelah itu, Kevin Parker dijadwalkan akan melanjutkan tur ke Inggris dan Eropa pada tahun 2026, termasuk tampil di kota Glasgow untuk pertama kalinya dalam hamper satu dekade.

Tur AS pun menjadi bukti bahwa Tame Impala berambisi kembali tampil secara besar-besaran setelah jeda panjang.

Penampilan live di kota-kota besar AS akan menjadi kesempatan bagi penggemar untuk menyaksikan bagaimana album baru diterjemahkan ke panggung. (Alya/BSI)

Editor : Yosep Awaludin
#tame impala #album #band