RADAR BOGOR - Penyanyi Rossa menghadirkan kejutan di dunia musik Indonesia lewat proyek kolaborasinya bersama produser dan DJ Dipha Barus. Keduanya merilis mini album bertajuk Asmara Dansa di bawah naungan Inpire Music.
Kolaborasi ini memadukan karakter vokal Rossa dengan warna musik elektronik khas dari Dipha Barus, menghasilkan karya yang segar namun tetap menghormati akar musik klasik Indonesia dan Malaysia.
Dikutip dari Instagram @jak101fm, Mini album Asmara Dansa dari Rossa ini berisi sejumlah lagu yang merupakan hasil daur ulang dari karya-karya legendaris era 1980-an dan 1990-an.
Dalam proyek ini, Rossa dan Dipha Barus ingin memperkenalkan kembali lagu-lagu lawas kepada generasi muda dengan sentuhan aransemen modern.
Beberapa di antaranya adalah karya dari Chrisye, Sheila Majid, Erros Djarot, dan Yockie Suryo Prayogo.
Salah satu lagu utama dalam mini album ini adalah Sinaran, yang sebelumnya dipopulerkan oleh penyanyi Malaysia, Sheila Majid.
Versi terbaru dari lagu ini dibawakan Rossa dengan nuansa pop dance yang lebih energik. Dipha Barus menambahkan elemen beat modern tanpa menghilangkan esensi asli lagu tersebut.
Selain Sinaran, mini album ini juga menampilkan lagu Serasa dan Juwita, dua karya klasik yang awalnya diciptakan oleh Erros Djarot, Chrisye, Yockie Suryo Prayogo, dan Junaedi Salat.
Kedua lagu ini dihadirkan dalam satu aransemen gabungan berjudul Serasa X Juwita, yang menjadi salah satu momen istimewa dalam proyek ini.
Menurut Rossa, lagu-lagu tersebut dipilih karena memiliki nilai nostalgia tinggi dan pesan cinta yang masih relevan hingga saat ini.
Rossa menyebutkan bahwa Asmara Dansa lahir dari keinginannya untuk menjaga keberlangsungan lagu-lagu lama yang memiliki nilai sejarah.
"Saya ingin lagu-lagu bagus dari masa lalu tetap didengar oleh generasi sekarang, ujarnya. Ia berharap proyek ini bisa menjadi jembatan antara masa lalu dan masa kini dalam dunia musik Indonesia.
Sementara itu, Dipha Barus mengungkapkan bahwa proses pembuatan album ini menjadi pengalaman menarik baginya. musik pop klasik dan musik elektronik menjadi satu kesatuan.
Dipha menjelaskan bahwa ia berusaha membangun jembatan antara nostalgia dan modernitas lewat setiap aransemen yang ia buat untuk album ini.
Mini album Asmara Dansa secara resmi dirilis pada 10 Oktober 2025, dan telah tersedia di berbagai platform musik digital.
Peluncuran ini disertai dengan perilisan video musik Sinaran di kanal YouTube resmi Rossa. Video tersebut menampilkan visual yang berwarna dan enerjik, sejalan dengan konsep album yang membawa semangat positif dan romantika.
Untuk mempromosikan mini album ini, Rossa dan Dipha Barus juga mengumumkan rangkaian tur yang bertajuk Asmara Dansa Roadshow, tur ini akan digelar di empat kota besar Indonesia yaitu Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Surabaya.
Roadshow tersebut akan menghadirkan pertunjukan musik live dengan format kolaboratif yang memadukan vokal Rossa dan produksi musik Dipha.
Rossa menyebut bahwa tur ini menjadi bagian penting dari proyek Asmara Dansa. Ia ingin menghadirkan pengalaman mendengarkan musik yang lebih dekat dengan penonton.
Dan menunjukkan bagaimana lagu-lagu klasik bisa dihidupkan kembali dalam versi baru yang tetap menghormati aslinya. "Saya senang bisa berbagi energi positif lewat musik dan kolaborasi ini," ungkap Rossa.
Bagi Rossa, proyek ini juga menjadi wujud eksplorasi baru dalam kariernya yang sudah lebih dari dua dekade.
Setelah dikenal sebagai penyanyi balada romantis, Asmara Dansa memperlihatkan sisi lain dari dirinya lebih berani, modern, dan terbuka terhadap eksperimen musik.
Namun, ia tetap mempertahankan ciri khasnya dalam cara menyampaikan emosi melalui vokal yang penuh perasaan.
Dipha Barus pun melihat kolaborasi ini sebagai langkah besar dalam memperluas spektrum musik Indonesia.
Ia berharap album ini bisa menjadi inspirasi bagi musisi lain untuk tidak takut memadukan genre dan generasi.
Secara keseluruhan, Asmara Dansa bukan hanya proyek musik biasa, melainkan bentuk penghargaan terhadap warisan musik Indonesia dan Malaysia.
Dengan sentuhan modern dari Dipha Barus dan interpretasi vokal penuh emosi dari Rossa, mini album ini berhasil menghadirkan keseimbangan antara nostalgia dan inovasi. (Alya/BSI)
Editor : Yosep Awaludin