Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Band The 1975 Mengejutkan Fans dengan Hapus Lagu Human Too dari Platform Streaming, Matty Healy Ungkap Alasannya

Yosep Awaludin • Sabtu, 15 November 2025 | 17:20 WIB
Para Personil Band The 1975
Para Personil Band The 1975

RADAR BOGOR - Band asal Manchester, Inggris, The 1975 ramai menjadi sorotan setelah secara tiba-tiba menghapus lagu Human Too dari seluruh platform streaming musik.

Di kutip dari Instagram @creativedisc_ pada awal November 2025, setelah beberapa pendengar melaporkan bahwa lagu Human Too milik The 1975 menghilang dari daftar putar album di Spotify, Apple Music, dan platform lainnya.

Tidak lama kemudian, Matty Healy, vokalis The 1975, menginformasi bahwa penghapusan lagu tersebut dilakukan atas keinginannya sendiri.

Ia menulis di sebuah unggahan Reddit bahwa tindakan itu merupakan keputusan artistik yang ia ambil karena ingin album tersebut terasa “lebih seperti yang saya inginkan,” tulisnya.

Matty Healy menjelaskan bahwa meski lagu Human Too dihapus dari versi digital, rilisan fisik seperti CD dan piringan hitam tetap menyertakan lagu tersebut.

Ia menegaskan bahwa perubahan ini hanya berlaku di ranah digital, tempat di mana artis memiliki keleluasaan untuk memperbarui atau mengubah karya mereka.

“Human Too was removed from the album so the album is more how I want it to be,” tulis Matty.

Keputusan ini menuai beragam reaksi dari para penggemar. Banyak yang merasa kecewa karena kehilangan akses ke lagu favorit mereka, terutama bagi mereka yang baru mengenal The 1975 melalui layanan streaming.

Di media sosial X (Twitter) dan Reddit, beberapa penggemar menyebut penghapusan ini sebagai kehilangan kecil namun menyakitkan.

Sementara yang lain menilai tindakan ini sebagai bentuk otentisitas artistik yang perlu dihargai.

Di sisi lain, beberapa penggemar justru mendukung langkah Healy. Mereka menilai bahwa sebagai seniman, Healy berhak mengubah hasil karyanya jika merasa ada bagian yang tidak lagi mewakili dirinya. “Art is a living thing,” tulis pengguna lain.

“Kalau Matty merasa album itu lebih kuat tanpa lagu Human Too, mungkin itu cara dia menjaga integritas musikalnya,” tambahnya.

Pandangan semacam ini menunjukkan bahwa sebagian penggemar The 1975 masih sangat menghormati keputusan sang vokalis, meski mungkin tidak setuju sepenuhnya.

Ini bukan pertama kalinya Matty Healy menyinggung kemungkinan menghapus lagu dari katalog The 1975.

Dalam pernyataannya, ia juga menyebut lagu “What Should I Say” dari album Notes on a Conditional Form (2020) mungkin akan dihapus di masa depan karena menurutnya tidak lagi mewakili arah musik band saat ini.

Hal ini menandakan bahwa sang vokalis tengah melakukan refleksi mendalam terhadap karya-karya lama mereka.

Lagu Human Too dikenal sebagai lagu dengan nuansa balada lembut dan pesan empati yang kuat. Liriknya membahas soal kerentanan dan pentingnya memahami sesama manusia.

Dalam konteks album Being Funny in a Foreign Language yang banyak berbicara tentang cinta dan hubungan, “Human Too” sempat dianggap sebagai lagu paling introspektif.

Karena itu, penghapusannya terasa cukup signifikan dalam mengubah dinamika keseluruhan album.

Bagi para kolektor fisik, kabar ini justru membuat rilisan asli album Being Funny in a Foreign Language menjadi lebih berharga.

Versi CD dan vinyl yang masih menyertakan “Human Too” kini dianggap sebagai edisi langka karena satu-satunya versi yang masih menampilkan lagu tersebut secara resmi.

Untuk pendengar di Indonesia, lagu Human Too saat ini sudah tidak tersedia di Spotify dan Apple Music.

Namun, versi fisik album yang dijual di beberapa toko musik independen di Jakarta dan Bandung masih memuat lagu tersebut.

Di tengah kontroversi ini, The 1975 kabarnya sedang mengerjakan proyek musik baru. Beberapa media Inggris seperti Channel X94 menyebut band tersebut tengah mempersiapkan era baru setelah tur dunia mereka berakhir pada akhir 2025.

Penghapusan lagu Human Too diduga menjadi bagian dari proses kreatif Matty Healy dalam merancang arah artistik The 1975 ke depan. (Alya/BSI)

Wisuda Poltekkes Kemenkes POntianak pada Rabu (12/11) lalu.
Wisuda Poltekkes Kemenkes POntianak pada Rabu (12/11) lalu.
Editor : Yosep Awaludin
#manchester #band #The 1975