Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Pengakuan Mengejutkan Billie Eilish: Lagu Birds of a Feather Awalnya Dibenci, Kini Jadi Monster Hit Global

Yosep Awaludin • Jumat, 21 November 2025 | 11:20 WIB
Billie Eilish bikin pengakuan soal lagu yang awalnya dia benci.
Billie Eilish bikin pengakuan soal lagu yang awalnya dia benci.

RADAR BOGOR - Di tengah dominasi globalnya pada 2024, superstar pop Billie Eilish baru-baru ini membuat pengakuan yang sangat mengejutkan mengenai salah satu lagu tersuksesnya yang paling viral tahun ini, Birds of a Feather.

Dikutip dari Instagram @pop.asia, pengakuan ini mengungkap keraguan mendalam sang artis Billie Eilish terhadap materi yang kini menjadi fenomena besar dan menguasai berbagai tangga lagu di seluruh dunia.

Lagu yang identik dengan melodi ceria, melankolis yang hangat, dan lirik cinta yang mendalam tersebut ternyata sempat menjadi sumber kegelisahan bagi Billie Eilish selama proses produksi album terbarunya, Hit Me Hard and Soft.

Lagu ini terasa terlalu upbeat dan jauh dari identitas musik yang selama ini ia bangun, yaitu musik yang lebih gelap dan introspektif, yang membuatnya sempat mempertanyakan kualitasnya.

Billie Eilish secara jujur mengakui bahwa ia sempat membenci lagu "Birds of a Feather" dan merasa lagu tersebut tidak pantas berada di antara karya-karya lain dalam albumnya yang secara keseluruhan terasa lebih emosional dan kompleks.

Perasaan ini muncul karena lagu tersebut dianggap terlalu "ceria" dan "terlalu terang" jika dibandingkan dengan komposisi yang biasa ia bawakan.

Dalam sesi pemutaran album secara keseluruhan kepada pihak label dan timnya, penyanyi peraih berbagai penghargaan Grammy tersebut bahkan sempat menyampaikan opininya yang sangat blak-blakan mengenai lagu tersebut.

Ia tidak ragu untuk mengatakan bahwa, "Yang ini agak bodoh," merujuk pada "Birds of a Feather" yang dirasanya keluar dari jalur artistiknya yang biasa ia tempuh.

Pengakuan ini memberikan perspektif yang menarik tentang perjuangan internal seorang seniman yang harus menyeimbangkan antara visi kreatif pribadi dengan potensi komersial sebuah lagu.

Eilish, yang terkenal karena integritas artistiknya, berjuang untuk menerima sisi dirinya yang mampu menciptakan musik pop yang terang benderang.

Namun, nasib berkata lain. Keraguan Eilish justru berbalik menjadi salah satu kemenangan terbesarnya di tahun 2024.

Lagu "Birds of a Feather" dengan cepat meraih popularitas masif tak lama setelah perilisannya, membuktikan bahwa insting publik jauh berbeda dari insting awal sang pencipta yang khawatir dengan materi tersebut.

Lagu ini tidak hanya sekadar populer, tetapi benar-benar meledak menjadi sebuah "monster hit" yang melampaui semua ekspektasi komersial.

Keberhasilannya ini didorong oleh dominasi di berbagai platform media sosial, terutama TikTok, di mana melodi yang catchy menjadi latar belakang ribuan video dan tren yang beredar luas.

Pencapaian statistiknya sangatlah mencengangkan dan menjadikannya sebagai salah satu lagu yang paling fenomenal tahun ini.

"Birds of a Feather" sukses besar, bahkan mengamankan posisinya sebagai lagu yang paling banyak di-streaming di seluruh dunia sepanjang tahun 2024.

Data resmi menunjukkan bahwa lagu tersebut berhasil mengumpulkan total streaming yang luar biasa, mencapai angka fantastis 1,77 miliar putaran dalam waktu yang relatif singkat.

Angka ini secara tegas menempatkan Billie Eilish di puncak chart global dan mengukuhkan dirinya sebagai ratu pop era digital saat ini yang tak terbantahkan.

Kesuksesan ini menjadi validasi besar bagi tim Eilish, termasuk kakaknya dan kolaborator utama, Finneas O'Connell, yang mungkin melihat potensi pop dari lagu tersebut sejak awal, meskipun adiknya sendiri merasa gelisah.

Mereka berhasil meyakinkan Eilish untuk memasukkan lagu tersebut, sebuah keputusan yang kini terbukti brilian.

Kisah "Birds of a Feather" ini mengajarkan sebuah pelajaran berharga dalam industri musik: terkadang, lagu yang paling dicintai oleh jutaan pendengar justru adalah lagu yang paling dipermasalahkan atau bahkan dibenci oleh artisnya sendiri. Ini menyoroti jarak antara persepsi pribadi dan resonansi universal.

Perubahan pandangan ini—dari rasa cemas menjadi perayaan—menunjukkan kedewasaan artistik Billie Eilish.

Dia kini harus menghadapi fakta bahwa audiensnya tidak hanya menerima, tetapi juga merayakan sisi dirinya yang lebih ceria dan optimistis, bertentangan dengan citra melankolis yang selama ini melekat.

Pada akhirnya, keraguan Billie Eilish berubah menjadi salah satu kemenangan terbesarnya, mengubah lagu yang ia anggap "bodoh" menjadi lagu paling streaming tahun ini.

Kisah ini akan terus dikenang sebagai bukti bahwa vulnerability dan kejujuran emosional, meskipun dalam balutan melodi yang ceria, adalah kunci utama untuk meraih kesuksesan global yang monumental dan tak terduga. (Arif/BSI)

Editor : Yosep Awaludin
#superstar #Billie Eilish #Birds of A Feather