Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Diawali Kejang, Ikon Reggae Dunia Asal Jamaika Jimmy Cliff Maninggal Dunia di Usia 81 Tahun

Yosep Awaludin • Minggu, 30 November 2025 | 11:40 WIB
Jimmy Cliff, sosok ikon musik reggae dunia.
Jimmy Cliff, sosok ikon musik reggae dunia.

RADAR BOGOR - Dunia musik internasional kembali berduka setelah kabar kepergian legenda reggae asal Jamaika, Jimmy Cliff, diumumkan secara resmi oleh pihak keluarga.

Jimmy Cliff meninggal di usia 81 tahun pada 24 November 2025 waktu Jamaika. Pengumuman ini disampaikan melalui unggahan sang istri, Latifa Chambers, di akun media sosial resmi keluarganya.

Dalam pernyataan tersebut, keluarga menjelaskan bahwa Jimmy Cliff meninggal akibat kejang yang kemudian memicu komplikasi pneumonia.

Kabar ini juga diperkuat oleh laporan sejumlah media internasional, yang menyampaikan detail penyebab wafatnya penyanyi yang dikenal sebagai pelopor reggae ini.

Jimmy Cliff, yang lahir dengan nama James Chambers pada 30 Juli 1944 di St. James Parish, Jamaika, telah menjadi salah satu wajah utama perkembangan musik reggae sejak era 1960-an.

Ia pindah ke Kingston bersama ayahnya pada usia remaja untuk mengejar karier musik, langkah yang kemudian mengubah hidupnya dan industri musik dunia.

Karier profesionalnya dimulai ketika ia berhasil menarik perhatian produser lokal. Pada usia 14 tahun, Cliff meraih popularitas di Jamaika lewat lagu “Hurricane Hattie,”. Sejak saat itu, ia konsisten merilis karya yang membawa warna baru pada musik Jamaika.

Sepanjang kariernya, Jimmy Cliff merilis lebih dari 30 album dan berkeliling dunia untuk melakukan tur Internasional.

Musiknya bukan hanya populer di Jamaika, tetapi juga menembus pasar Eropa, Amerika, hingga Asia, dan menjadikannya salah satu tokoh paling berpengaruh dalam memperkenalkan musik reggae ke khalayak global.

Cliff dikenal lewat sejumlah lagu ikonik yang hingga kini masih sering diputar dan dibawakan ulang.

Beberapa di antaranya adalah You Can Get It If You Really Want, Many Rivers to Cross, serta versi cover dari I Can See Clearly Now.

Lagu-lagu tersebut tidak hanya populer di chart musik, tetapi juga menjadi bagian dari budaya pop dunia.

Tak hanya sukses sebagai musisi, Jimmy Cliff juga dikenal di dunia perfilman. Ia membintangi film legendaris tahun 1972 berjudul The Harder They Come, di mana ia memerankan karakter Ivanhoe Martin.

Film tersebut menjadi salah satu karya paling berpengaruh yang membantu menyebarkan musik reggae secara internasional berkat soundtrack yang kuat dan jalan cerita yang menggambarkan realitas sosial Jamaika.

Pengaruh Jimmy Cliff dalam budaya pop global tidak dapat diragukan. Musiknya sering digunakan untuk memperkenalkan nilai-nilai kemanusiaan, perjuangan, serta optimisme yang menjadi ciri khas reggae.

Setelah kabar wafatnya menyebar, gelombang penghormatan datang dari berbagai pihak, mulai dari penggemar hingga tokoh publik.

Perdana Menteri Jamaika menyebut Jimmy Cliff sebagai raksasa budaya sejati yang melalui musik dan perannya di dunia film telah membawa budaya negaranya diakui dunia internasional.

Warisan Jimmy Cliff tidak hanya terbatas pada lagu-lagu atau filmnya, melainkan juga pengaruh jangka panjang yang ia tinggalkan dalam mempopulerkan reggae sebagai genre yang universal.

Kepergian Jimmy Cliff menjadi kehilangan besar bagi dunia musik. Namun demikian, karya-karyanya diyakini akan terus hidup dan diwariskan kepada generasi selanjutnya.

Suara dan pesan yang ia tinggalkan akan tetap menjadi bagian penting dalam sejarah musik dunia, terutama bagi para pencinta reggae di seluruh penjuru dunia. (aLya/BSI)

Editor : Yosep Awaludin
#Jimmy Cliff #dunia musik #reggae