Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Banda Neira Rilis Video Musik Lagu Mimpilah Seliar-liarnya, Menghadirkan Realitas Kota Suara Hati Kelas Pekerja

Yosep Awaludin • Senin, 1 Desember 2025 | 13:20 WIB
Sasha dan Ananda Badudu, Personel dari Banda Neira
Sasha dan Ananda Badudu, Personel dari Banda Neira

RADAR BOGOR - Duo folk favorit yang karyanya selalu dinantikan, Banda Neira, kembali mencuri perhatian publik dan penggemar setia mereka.

Band Neira yang kini dihidupkan kembali oleh Ananda Badudu dan Sasha ini secara resmi merilis video musik untuk lagu “Mimpilah Seliar-liarnya” pada 26 November 2025.

Perilisan video Band Neira ini disambut hangat, mengingat lagu tersebut memiliki tempat istimewa di hati pendengar kelas pekerja.

Di kutip dari Instagram @dapurletter.official, video musik ini menjadi rilisan visual paling serius dari formasi baru Banda Neira pasca kembalinya mereka ke industri musik.

Lagu "Mimpilah Seliar-liarnya" sendiri merupakan track kedua dari album Tumbuh dan Menjadi.

Sejak pertama kali dirilis, lagu ini telah mendapatkan resonansi yang kuat dari para penggemar karena liriknya yang jujur, seringkali dianggap sebagai representasi sempurna dari perasaan burnout dan kelelahan mental yang dialami oleh generasi saat ini.

irik lagu ini secara spesifik berfokus pada kelelahan yang nyata dan kompleks, sebuah perasaan yang dialami oleh mayoritas kaum urban yang terperangkap dalam rutinitas dan kepadatan ibu kota.

Video musik ini, dengan demikian, berfungsi sebagai suara bagi para pekerja keras yang aktivitasnya tersembunyi di balik hiruk-pikuk kota yang tak pernah tidur.

Sasha, salah satu vokalis Banda Neira, menjelaskan bahwa lirik lagu ini ditulis serealis mungkin, karena kelelahan yang dirasakan kaum urban sering kali bukan hanya masalah pribadi.

Kelelahan itu, menurutnya, muncul dari faktor struktural yang sulit dikendalikan, seperti sistem transportasi yang buruk, jarak tempuh kerja yang ekstrem, hingga kondisi kota yang terasa menekan dan nyaris tak memberi ruang bernapas.

Video musik ini dibintangi oleh sejumlah aktor terpilih yang berhasil merepresentasikan narasi yang ingin disampaikan.

Pemeran utamanya adalah fotografer sekaligus pelaku teater, Meidina, dan aktor Kun Baehaqi Almas. Selain itu, dua pemeran anak-anak, Kanaya Nadine Aleesa dan Edwin Jesse Nicholas, turut melengkapi cerita.

Proses penerjemahan lirik yang jujur ini ke dalam visual dipercayakan kepada sutradara Bernardus Raka.

Visual yang disajikan oleh Raka menggambarkan kehidupan manusia yang terjebak di tengah kota yang padat, sempit, dan terasa menekan.

Penggunaan lokasi, pencahayaan, dan blocking aktor dibuat sedemikian rupa sehingga penonton dapat merasakan atmosfer yang mencekik dan repetitif dari kehidupan modern.

Salah satu elemen paling menarik dan unik dari video musik ini adalah interpretasi mereka terhadap dunia mimpi.

Banda Neira dan sutradara sengaja tidak menjadikan dunia mimpi dalam lagu ini sebagai tempat pelarian yang indah atau fantasi yang sempurna, seperti yang sering dilakukan pada video musik lainnya.

Kami sengaja bikin dunia mimpinya rusak, nggak ada yang indah, ungkap Raka, yang sepakat dengan Sasha bahwa dunia mimpi yang ditayangkan dalam video ini adalah cerminan bengkok dari kenyataan yang ada.

Hal ini memperkuat pesan bahwa tekanan hidup bahkan telah menggerus kualitas dan keindahan dari ruang pribadi terakhir, yaitu alam bawah sadar.

Meski visualnya terasa gelap dan realistis, inti pesan dari lagu ini tetaplah menjaga harapan. Sasha menegaskan bahwa meskipun sering berbenturan dengan hal-hal yang tidak bisa dikendalikan, mimpi itu tetap harus dijaga.

Perilisan video musik ini juga sekaligus menjadi pembuka babak baru kolaborasi antara label yang menaungi karya Banda Neira, Berjalan Lebih Jauh Records, dan KithLabo.

Video musik "Mimpilah Seliar-liarnya" kini sudah dapat disaksikan dan dinikmati secara penuh di kanal YouTube resmi Banda Neira. (Alya/BSI)

Editor : Yosep Awaludin
#Band Neira #lagu #video musik