RADAR BOGOR - EgoENT tengah menjadi perhatian publik setelah muncul berbagai kritik dari penggemar terkait rendahnya intensitas promosi grup K-pop VVUP di media sosial.
Dalam situasi industri K-pop yang sangat kompetitif, minimnya pembaruan dikhawatirkan dapat menghambat perkembangan popularitas grup serta membuatnya tertinggal dari pesaing yang lebih aktif membangun interaksi dengan penggemar.
Mengingat perkembangan K-pop yang sangat cepat sejalan dengan tren yang ada, konten menjadi hal yang sangat penting terutama grup kecil.
Pencapaian VVUP di Pasar Musik Internasional
VVUP adalah grup K-pop besutan EgoENT yang terdiri dari empat anggota, yakni Kim Pan, Suyon, Jiun, dan satu anggota lainnya.
Grup ini resmi debut melalui mini album perdana bertajuk VV On yang dirilis pada 20 November 2025.
Album tersebut mencatat prestasi signifikan dengan menduduki posisi teratas tangga lagu R&B Soul iTunes di Indonesia dan Thailand.
Selain itu, VVOn juga berhasil menembus peringkat atas chart K-pop Apple Music di Brasil dan Portugal.
Seluruh lagu pra-rilisnya turut masuk dalam chart K-pop iTunes di Meksiko.
Sementara itu, video musik lagu utama dengan konsep modern bernuansa Korean element mampu meraih jutaan penayangan dalam waktu singkat, menegaskan potensi besar VVUP di kancah global.
Penggemar Kritik Minimnya Aktivitas Digital
Baca Juga: Horee! Jadwal BTS World Tour 2026 Sudah Diumumkan, Indonesia Kebagian di Bulan Ini
Di balik pencapaian tersebut, penggemar menyuarakan kekecewaan terhadap strategi promosi yang dianggap belum maksimal.
Salah satu penggemar VVUP mengirimkan pesan singkat yang diunggahnya di akun X pada 16 Januari 2026 untuk EgoENT yang dinilai kurang aktif dalam memanfaatkan media sosial, terutama pada periode pasca-comeback, sehingga peluang memperluas jangkauan penggemar VVUP tidak dimanfaatkan secara optimal.
Penggemar menilai konten sederhana seperti foto di balik layar, cuplikan latihan, vlog singkat, hingga dance challenge sudah cukup untuk menjaga kedekatan dengan penggemar.
Konsistensi unggahan beberapa kali dalam seminggu dianggap lebih efektif dibandingkan tidak adanya pembaruan sama sekali.
Salah satunya kritikan atas minimnya promosi VVUP dilayangkan juga oleh fans dari Indonesia melalui sindiran di X (dulu Twitter).
"Siklusnya VVUP terlalu gini, selalu hilang. Nanti muncul dimaafin, hilang lagi."
Risiko Kehilangan Momentum di Tengah Persaingan Ketat
Sejumlah netizen juga menyampaikan pandangan serupa di berbagai platform digital.
Secara umum, kualitas musik, konsep, video musik, dan busana panggung VVUP dinilai sudah berada di level tinggi.
Namun, upaya pemasaran digital dinilai belum sebanding dengan kualitas produksi yang telah ditampilkan.
Kurangnya konten pendukung memicu kekhawatiran bahwa nama VVUP berisiko kehilangan momentum dan tenggelam di tengah derasnya debut serta comeback grup K-pop lain.
Dalam ekosistem industri musik saat ini, satu karya musik membutuhkan banyak materi pendukung agar tetap relevan dan mudah menjangkau audiens baru.
Peran Media Sosial dalam Strategi Industri K-pop
Media sosial telah menjadi elemen krusial dalam strategi pemasaran industri K-pop modern.
Aktivitas digital yang konsisten membantu menjaga eksistensi grup, meningkatkan peluang muncul di linimasa pengguna, serta memperluas jangkauan ke pendengar di luar basis penggemar.
Konten ringan seperti behind the scene, interaksi singkat, hingga partisipasi dalam tren viral mampu membangun ikatan emosional dengan penggemar.
Kedekatan tersebut berpengaruh pada loyalitas jangka panjang, termasuk dukungan terhadap penjualan album, konser, dan produk resmi lainnya.
Di sisi lain, platform seperti TikTok dan Instagram menawarkan sarana promosi yang efisien dan berbiaya rendah.
Konten yang berhasil menarik perhatian publik bahkan dapat mendorong peningkatan peringkat lagu secara signifikan di berbagai chart musik internasional.
Harapan Penggemar terhadap Manajemen VVUP
Secara keseluruhan, kritik yang disampaikan penggemar mencerminkan harapan agar EgoENT lebih serius mengelola promosi digital VVUP.
Dengan kualitas musik dan konsep yang telah terbukti, strategi media sosial yang konsisten dan terencana dinilai mampu menjaga relevansi serta memperluas popularitas grup di tengah persaingan industri yang semakin padat.***
Editor : Eli Kustiyawati