RADAR BOGOR – Nama Harry Styles seolah sudah menjadi jaminan popularitas sejak ia memulai debutnya bersama One Direction pada 2010 silam. Namun, Harry membuktikan bahwa dirinya lebih dari sekadar bintang boyband.
Tak hanya aktif melahirkan karya musik yang menduduki puncak klasemen, Harry Styles juga membuktikan kemampuannya di dunia akting melalui keterlibatannya dalam berbagai proyek film berskala besar.
Eksistensi Harry Styles tidak hanya berhenti di era One Direction. Lewat perjalanan solonya, ia tetap berdiri sebagai salah satu bintang pop pria paling berpengaruh.
Dengan perpaduan visual dan bakat vokal yang memikat, Harry memiliki daya tarik yang menjadikannya idola lintas generasi, menjadikannya sebagai salah satu figur paling karismatik di industri musik saat ini.
Harry Styles resmi menyapa pendengar lewat single terbaru Aperture yang dirilis pada 23 Januari 2026 sebagai pembuka jalan menuju album keempatnya.
Saat ini, Aperture sudah bisa didengarkan di seluruh platform musik global, sementara video musiknya sudah dapat disaksikan melalui platform YouTube.
Sayangnya karya Harry Styles kali ini tidak melampaui ekspektasi para pendengar musik. Dilansir dari Spotify, lagu Aperture justru terjun setelah hari perilisan, mencapai 57.8%, menetapkannya sebagai lagu dengan penurunan terbesar dari tangga lagu Global #1.
Era baru Harry Styles resmi dimulai. Setelah absen merilis album selama empat tahun, Harry kembali menyapa publik pada 16 Januari 2026 dengan pengumuman album terbarunya.
Berjudul ‘Kiss All the Time, Disco, Occasionally’, Harry tidak hanya mengungkap judul, tetapi juga memamerkan cover album yang langsung disambut hangat oleh jutaan pendengarnya di seluruh dunia.
Nama Harry Styles langsung memuncaki trending topic global setelah album 'Kiss All the Time, Disco, Occasionally' diumumkan.
Seolah tidak ingin membiarkan penggemarnya menunggu lebih lama, Harry turut mengumumkan rangkaian tur dunia yang akan berlangsung pada tahun 2026.
Perjalanan musik ini akan membawa Harry melintasi benua, dengan titik singgah di kota-kota ikonik seperti London, New York City, hingga Sydney.
Setelah empat tahun dinanti, mampukah ‘Kiss All the Time, Disco, Occasionally’ membawa Harry Styles kembali bertahta di puncak klasemen musik dunia?
Atau yang pasti, tahun 2026 akan menjadi panggung pembuktian bagi Harry Styles untuk kembali mendominasi charts mancanegara dan memperkuat statusnya sebagai ikon pop tak tertandingi. (Luthfiyah/Vokasi IPB)
Editor : Yosep Awaludin