RADAR BOGOR — Dunia hiburan bersiap menyambut kembalinya sang King of Pop ke layar lebar melalui proyek film biopik Michael Jackson berjudul Michael.
Biopik ini mengangkat Jaafar Jackson dalam memerankan mendiang pamannya, Michael Jackson.
Pemilihan Jaafar Jackson sebagai pemeran utama bukan tanpa alasan. Melansir informasi dari profil biografi di IMDb, Jaafar merupakan putra dari penyanyi Jermaine Jackson sekaligus keponakan kandung Michael Jackson.
Tumbuh besar di tengah keluarga penghibur legendaris, Jaafar dinilai memiliki kedekatan emosional dan bakat alami yang menjadikannya sosok paling tepat untuk menghidupkan kembali memori sang legenda.
Film garapan sutradara Antoine Fuqua ini akan membawa penonton menyelami perjalanan hidup Michael Jackson secara mendalam.
Mengutip sinopsis resmi dari laman IMDb.com, cerita akan dimulai dari masa kecil Michael sebagai bintang di Jackson 5, masa-masa sulit di bawah asuhan ayahnya, Joe Jackson, hingga puncak kejayaan album Thriller.
Tidak hanya mengangkat sisi gemerlap panggung, film ini juga akan menyentuh sisi manusiawi Michael, termasuk pembelian Neverland Valley hingga kematian tragisnya yang tak terduga pada 25 Juni 2009.
Produser peraih Oscar, Graham King, yang sebelumnya sukses dengan Bohemian Rhapsody, turut andil untuk memastikan kualitas penceritaan film ini tetap terjaga.
Berdasarkan cuplikan video trailer yang dirilis oleh akun X resmi @michaelmovie, transformasi Jaafar Jackson terlihat sangat meyakinkan.
Terlihat Jaafar mampu meniru gestur khas Michael dengan sangat presisi, mulai dari cara berjalan, sorot mata di balik headphone studio, hingga gerakan panggung yang energik di depan ribuan penonton.
Melansir dari poster resmi yang beredar, film Michael dijadwalkan akan tayang secara global di bioskop mulai 24 April 2026 mendatang.
Pihak studio juga mengonfirmasi bahwa film ini akan tersedia dalam format IMAX dan format premium lainnya untuk memberikan pengalaman visual dan audio yang maksimal bagi para penonton.
Dengan naskah yang disusun oleh John Logan, film ini diharapkan tidak hanya menjadi sekadar tontonan musik, tetapi juga penghormatan atas warisan abadi yang ditinggalkan oleh sang King of Pop. (Luthfiyah/Vokasi IPB)
Editor : Yosep Awaludin