RADAR BOGOR – Serangan rayap masih menjadi ancaman serius bagi bangunan hunian, perkantoran, maupun proyek komersial di Indonesia.
Kerusakan yang ditimbulkan tidak hanya mengganggu struktur bangunan, tetapi juga berpotensi menyebabkan kerugian finansial yang besar bagi pemilik properti.
Menjawab tantangan tersebut, perusahaan jasa pengendalian hama profesional Pestigo bekerja sama dengan Pusat Riset Zoologi Terapan BRIN serta TermiPore menggelar webinar nasional bertajuk “Revolusi Anti-Rayap Modern dengan TermiPore”.
Kegiatan yang berlangsung secara daring melalui Zoom Webinar pada Senin, 22 Juni 2026 itu membahas perkembangan teknologi perlindungan bangunan dari serangan rayap.
Teknologi yang diperkenalkan dalam webinar tersebut diklaim mampu memberikan perlindungan jangka panjang hingga 50 tahun.
Antusiasme peserta terlihat tinggi sepanjang acara. Sebanyak 200 peserta dari berbagai kalangan mengikuti webinar ini, mulai dari mahasiswa, arsitek, kontraktor, hingga pengembang properti.
Baca Juga: Nikmatnya Bakmie Iwan Bandung yang Menggugah Selera, Porsi Melimpah, Harga Terjangkau
Tingginya partisipasi peserta juga tercermin dari aktifnya diskusi selama acara berlangsung.
Beragam pertanyaan, tanggapan, dan pengalaman dibagikan peserta melalui sesi interaktif yang berlangsung dinamis.
Webinar menghadirkan tiga narasumber yang memiliki kompetensi di bidang pengendalian hama dan teknologi konstruksi, yakni Pranav Rachh selaku Founder dan Technical Director TermiPore.
Kemudian Dr. Khoirul Himmi sebagai Research Professor Pusat Riset Zoologi Terapan BRIN, serta Sulkifly Baro yang menjabat General Manager Pestigo.
Dalam pemaparannya, para narasumber menjelaskan berbagai keterbatasan metode pengendalian rayap konvensional sekaligus memperkenalkan teknologi TermiPore sebagai pendekatan baru yang dinilai lebih efektif dalam melindungi bangunan dari ancaman rayap.
Beberapa keunggulan yang menjadi sorotan dalam webinar tersebut antara lain kemampuan sistem yang tidak memerlukan pembongkaran atau pengeboran lantai pada tahap perawatan berikutnya, sehingga tampilan dan struktur bangunan tetap terjaga.
Selain itu, teknologi ini disebut memiliki distribusi termitisida yang lebih merata dibandingkan metode pipanisasi konvensional, sehingga meningkatkan efektivitas perlindungan terhadap serangan rayap.
Para narasumber juga menekankan pentingnya sistem perlindungan bangunan yang mampu meminimalkan risiko kerusakan besar akibat infestasi rayap.
Dengan perlindungan yang lebih optimal, pemilik bangunan dapat menghindari biaya renovasi yang berpotensi membengkak di kemudian hari.
Tidak hanya bagi pemilik properti, teknologi anti rayap modern ini juga dinilai dapat menjadi nilai tambah bagi kalangan arsitek, kontraktor, dan developer dalam menawarkan proyek yang memiliki perlindungan jangka panjang kepada klien.
Baca Juga: Kejutan Akhir Juni! Saldo Bansos PIP hingga Rp1,8 Juta Meleleh di KKS
Penyelenggaraan webinar ini menjadi bagian dari komitmen bersama antara Pestigo, BRIN, dan TermiPore dalam meningkatkan literasi masyarakat serta pelaku industri konstruksi mengenai pentingnya proteksi bangunan berbasis teknologi yang telah melalui kajian ilmiah dan dirancang aman bagi struktur bangunan.
Melalui kegiatan edukatif tersebut, diharapkan semakin banyak pihak memahami pentingnya langkah pencegahan terhadap serangan rayap sejak tahap perencanaan hingga pembangunan, guna menjaga nilai investasi properti dalam jangka panjang. (***)
Editor : Yosep Awaludin